MediaCenter Incident feed for MediaCenter 2010-09-07T15:56:31+00:00 http://mediacenter.or.id/feed/atom/ Ushahidi Engine G. SInabung: Hasil Assessment Yayasan IBU 2010-09-05T13:06:00+00:00 2010-09-05T13:06:00+00:00
Hasil assessment Yayasan IBU di lokasi pengungsian letusan Gunung Sinabung
3.17 98.392
Seulawah Agam Naik Status ke Waspada, alert level 2 2010-09-03T14:58:00+00:00 2010-09-03T14:58:00+00:00
Written by Administrator Wednesday, 01 September 2010 Hasil evaluasi tingkat kegiatan G. Seulawah Agam sebagai berikut : I. Pendahuluan Seulawah Agam (1.726 meter d.p.l) adalah salah satu dari tiga gunungapi strato aktif tipe A di Propinsi Nanggroe Aceh Darussalam. Posisi geografi terletak pada 05˚ 26' 50'' LS, dan 95˚ 39' 54" BT, secara administratif termasuk wilayah Kecamatan Seulimeum, Kabupaten Aceh Besar, Propinsi Nanggroe Aceh Darussalam. Masa istirahat terpendek dari G. Seulawah Agam adalah 136 tahun dan terpanjang adalah 239 tahun, dan erupsi terakhir terjadi pada kawah parasit pada 12-13 Januari1839 kawah Heutz berupa erupsi freatik. II. Kegempaan * Pada April 2010, gempa Vulkanik Dalam terekam 66 kali kejadian atau rata-rata perhari 2 kali kejadian, gempa Vulkanik Dangkal terekam 70 kali kejadian atau rata-rata perhari 2 kali kejadian, gempa Tektonik Lokal terekam 4 kali kejadian, dan gempa Tektonik Jauh terekam 137 kali kejadian atau rata-rata perhari 5 kejadian per hari. * Pada Mei 2010, gempa Vulkanik Dalam terekam 55 kali kejadian atau rata-rata perhari 2 kali kejadian, gempa Vulkanik Dangkal terekam 121 kali kejadian rata-rata perhari 4 kali kejadian, gempa Tektonik Lokal terekam 13 kali kejadian, dan gempa Tektonik Jauh terekam 114 kali kejadian atau rata-rata perhari 5 kali kejadian per hari. * Pada Juni 2010, gempa Vulkanik Dalam terekam 53 kali kejadian atau rata-rata perhari 2 kali kejadian, gempa Vulkanik Dangkal terekam 83 kali kejadian rata-rata perhari 3 kali kejadian, gempa Tektonik Lokal terekam 30 kali kejadian, dan gempa Tektonik Jauh terekam 164 kali kejadian atau rata-rata perhari 6 kali kejadian per hari. * Pada Juli 2010, gempa Vulkanik Dalam terekam 46 kali kejadian atau rata-rata perhari 1-2 kali kejadian, gempa Vulkanik Dangkal terekam 76 kali kejadian atau rata-rata perhari 2-3 kali kejadian, gempa Tektonik Lokal terekam 16 kali kejadian, dan gempa Tektonik Jauh terekam 101 kali kejadian atau rata-rata perhari 3 kejadian per hari. * Pada Agustus 2010, gempa Vulkanik Dalam terekam 80 kali kejadian atau rata-rata perhari 3 - 4 kali kejadian, gempa Vulkanik Dangkal terekam 99 kali kejadian atau rata-rata perhari 5 - 6 kali kejadian, gempa Tektonik Lokal terekam 7 kali kejadian, dan gempa Tektonik Jauh terekam 40 kali kejadian atau 1 - 2 kejadian per hari. III. Visual Selama Januari sampai Agustus 2010, pengamatan visual G. Seulawah Agam tidak menunjukkan adanya perubahan fenomena permukaan yang signifikan. Secara visual G. Seulawah Agam sering tertutup kabut, dan ketika gunung tampak jelas, tidak teramati adanya asap dari puncak kawah. IV. Kesimpulan * Meskipun secara visual aktivitas vulkanik G. Seulawah Agam tidak mengalami peningkatan yang signifikan, namun dari data kegempaan secara fluktuatif mengalami kecenderungan peningkatan aktivitas vulkanik, sehingga terhitung mulai tanggal 1 September 2010, pukul 16.00 WIB, status G. Seulawah Agam dinaikkan dari "Normal" (Level I) menjadi "Waspada" (Level II). * Pemantauan secara intensif terus dilakukan guna mengevaluasi G. Seulawah Agam. V. Rekomendasi Sehubungan dengan status G. Seulawah Agam "WASPADA" maka direkomendasikan : a. Masyarakat/ pengunjung G. Seulawah Agam tidak diperbolehkan mendaki dan mendekati hingga radius 3 km dari Kawah Aktif. b. Masyarakat di sekitar G. Seulawah Agam diharapkan tenang namun tetap waspada, tidak terpancing isyu-isyu tentang letusan G. Seulawah Agam dan diharapkan selalu mengikuti arahan SATLAK PB dan SATKORLAK PB setempat.
5.448 95.658
G. Sinabung Kembali Meletus 2010-09-03T12:13:00+00:00 2010-09-03T12:13:00+00:00
Gunung Sinabung kembali meletus jam 4.40 dan mengeluarkan asap tebal. Suara terdengar sampai 8 KM.
3.17 98.392
Korban Gempa Tasikmalaya Tinggal di Kandang Itik 2010-09-02T15:15:00+00:00 2010-09-02T15:15:00+00:00
RABU, 01 SEPTEMBER 2010 | 17:23 WIB TEMPO Interaktif, Tasikmalaya -Warga korban gempa bumi di Tasikmalaya hingga kini harus menerima kenyataan pahit belum menerima bantuan dari pemerintah. Salah satunya adalah Munir, 54 tahun, warga Kampung Ciawi RT 02/02, Desa Bojonggambir, Kecamatan Bojonggambir Kabupaten Tasikmalaya. Dia harus tinggal di kandang itik di belakang rumahnya yang hancur akibat gempa. Munir bersama lima anggota keluarganya terpaksa tinggal di gubuk berukuran 2x2 meter bersama puluhan itik dan kelinci. Setiap hari dia dan keluarganya terpaksa mencium aroma kotoran hewan peliharaannya itu. “Jangankan untuk membangun rumah untuk buka puasa pun kami nunggu uluran tangan tetangga,”ujarnya. ”Pemerintah hanya berjanji, kami harus bagaimana lagi.” Hal yang sama dirasakan keluarga Cahyadi, 49 tahun, warga Kampung Sukasenang, Desa Sukasetia, Kecamatan Cisayong yang masih tinggal di rumah senyum sejak setahun silam. Ia terus berpikir keras bagaimana caranya bisa membangun rumah kembali. Hingga kini harapan bantuan pemerintah tinggal angan-angan belaka sebab bantuannya belum kunjung cair.”Sedih rasanya harus seperti ini, “ujarnya sedih sambil bertanya. “Kapan bantuan pemerintah itu akan cair,”. Keduanya adalah bagian dari sebanyak 3.832 kepala keluarga korban gempa di Tasikmalaya yang belum mendapat bantuan hingga kini. Asisten Administrasi Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Tasikmalaya, Djedje Suhendi Rabu (1/9) mengakui jumlah kepala keluarga yang rumahnya rusak berat akibat gempa bumi setahun silam dan belum mendapatkan bantuan sebanyak 3.832 kepala keluarga. Mereka rata-rata berasal dari korban kategori rusak berat. “Kebanyakan sudah bisa memperbaiki rumahnya masing-masing,”ujarnya. “Namun kita tetap akan memberikan bantuan tahap kedua meskipun rumahnya sudah selesai dibangun.” Ia mengakui, lembaganya merasa kesulitan pasalnya hingga kini belum ada laporan tertulis dari pihak kecamatan yang menyatakan masih ada masyarakat korban gempa yang masih tinggal di tenda pengungsian atau gubuk. “Saya sendiri belum menerima laporannya,”ujarnya. JAYADI SUPRIADIN
-7.533718 107.957103
Pengungsi akibat letusan Gn Sinabung lebih dari 28 ribu jiwa 2010-08-31T16:03:00+00:00 2010-08-31T16:03:00+00:00
Selasa, 31/08/2010 10:28:16 Perkembangan letusan Gn. Sinabung di Kabupaten Karo, Provinsi Sumatera Utara sampai dengan hari Selasa, 31 Agustus 2010 pukul 06.00 WIB, data pengungsi tercatat sebanyak 28.756 jiwa yang tersebar di Kabupaten Karo. Upaya penanganan yang telah dilakukan untuk penanggulangan letusan Gunung Sinabung adalah sebagai berikut : 1. BNPB dan Pemerintah Provinsi Sumut beserta unsur muspida Kab. Karo langsung turun ke lokasi bencana untuk mengendalikan kegiatan pengungsian dan memberikan dukungan moril dan materiil kepada masyarakat yang terkena letusan Gunung Sinabung. 2. Melakukan himbauan kepada masyarakat di sekitar Gunung Sinabung agar segera menghindari kemungkinan terjadinya bahaya sekunder berupa banjir lahar. 3. Menyediakan dapur umum di 11 lokasi, yaitu 9 unit di Kabanjahe, 1 unit di Brastagi dan 1 unit di Kec. Munte. 4. Bantuan yang telah diberikan pada hari Senin (30/08/10) sebagai berikut: a. Dinas Sosial Prov Sumut memberikan bantuan berupa kecap 528 botol, minyak goreng 360 kg, sardencis 12.600 kaleng, selimut 190 potong, tikar plastik 240 lembar, sarung 1.000 potong, kain panjang 1.000 potong, kaos berkerah 150 potong, daster dewasa 1.500 potong, kemeja batik 1.100 potong, kidware 150 paket, dan tenda biru 40 lembar. b. Dinas Kesehatan Prov. Sumut : masker 39.000 buah, MP ASI 130 kotak, obat-obatan dan vitamin, kantong sampah 800 buah. Sumber : Pusdalops BNPB
3.138566 98.45463
Tanah Longsor, Empat Orang Tewas 2010-08-31T15:19:00+00:00 2010-08-31T15:19:00+00:00
SELASA, 31 AGUSTUS 2010 | 15:15 WIB TEMPO Interaktif, Banyumas -Empat orang dipastikan tewas, dan dua warga masih tertimbun akibat longsor yang terjadi di Dusun Gemulung, Desa Kemawi, Kecamatan Somagede, Banyumas, Jawa Tengah. Bencana longsor tersebut terjadi pada Senin (30/8) tengah malam. Keempat korban tewas ditemukan Selasa (31/8) setelah tim Search and Rescue (SAR) yang dari unsur kepolisian, TNI, Pramuka, Satlak Penanggulangan Bencana dan Pengungsi (PBP) Banyumas bersama warga setempat melakukan pencarian. Keempat korban tewas dan telah berhasil dievakuasi adalah suami isteri Yanto, 25 tahun, dan Ani, 25 tahun, serta anaknya yang masih berusia 50 hari yakni Ayudianti Murti Rahayu. Sedangkan korban keempat adalah Kaminah, 45 tahun. Keempatnya terkubur sekitar tujuh jam lebih. Dua orang lainnya yang masih tertimbun dan belum berhasil ditemukan adalah Martaja, 50 tahun, dan Dimen, 45 tahun. Kedua orang itu adalah orang tua dari Ani. Para korban memang tinggal dalam satu rumah yang kini sudah hilang diterjang longsor. Sementara korban lainnya yang mengalami luka-luka adalah Karti, 14 tahun, dan Yanti, 16 tahun, yang kini masih dirawat di RSUD Banyumas. Dua korban lainnya adalah Karman, 25 tahun, dan Daslam, 50 tahun, yang mengalami luka ringan. Evakuasi yang dilakukan oleh tim SAR hanya dilakukan secara manual karena alat berat belum sampai ke lokasi. Sehingga tim SAR baik dari Satlak PBP Banyumas, kepolisian, TNI, dan dibantu oleh Pramuka dan serta sekitar hanya menggunakan alat seadanya. Peristiwa longsor di Desa Kemawi terjadi pada Senin sekitar jam 23.00 malam. Perbukitan setinggi 100 meter longsor dan menerjang tiga rumah, dua rumah di antaranya tertimbun, sedangkan satu rumah hanya terkena bagian belakang. Peristiwa longsor itu dipicu turunnya hujan deras yang terjadi sejak jam 16.00 sore. Ketua RT 02/RW 04 Wahidin mengatakan hujan memang turun dengan deras sejak sore sekitar pukul 16.00 WIB. “Setelah hujan turun selama 6-7 jam, tiba-tiba dari arah atas bukit terdengar suara gemuruh. Tetapi warga masih tetap bertahan di rumahnya masing-masing. Sekitar jam 23.00 WIB bukit setinggi 100 meter longsor. Longsorannya cukup jauh sampai sekitar 300 meter,” ujar Wahidin. Kepala Bidang Geologi Dinas Energi dan Sumberdaya Mineral Junaedi menyatakan bahwa lokasi tersebut memang rawan terjadinya tanah longsor dan tanah bergerak. “Kemiringan tanah juga sangat rawan karena mencapai 60-70 derajat. Sedangkan kondisi tanahnya juga labil. Ketika hujan deras terjadi, tanahnya gambar terkena erosi dan longsor,”katanya. Bupati Banyumas Mardjoko yang langsung turun ke lokasi kejadian menyatakan pemerintah kabupaten sudah memerintahkan kepada dinas terkait untuk melakukan kajian terhadap kondisi tanah dan lingkungan di sekitar lokasi kejadian. “Hal ini dilakukan untuk menjadi dasar bagi penerapan kebijakan selanjutnya, apakah nantinya warga di sekitar lokasi peristiwa bakal direlokasi atau tidak,” ujarnya. ARIS ANDRIANTO
-7.536774 109.369915
Pengungsian di Sei Bingai, Langkat 2010-08-31T09:37:00+00:00 2010-08-31T09:37:00+00:00
VIII. Kecamatan sei Binge, Kab. Langkat, Lokasi 22.Telagah = 1300 Jiwa
3.412649 98.43702
Pengungsian di Tiga Panah, Karo 2010-08-31T09:36:00+00:00 2010-08-31T09:36:00+00:00
VII. Kecamatan Tiga Panah, Kab. Karo, Lokasi 20.Losd Desa Singa = 200 Jiwa 21.Desa Sukadame = 300 Jiwa
3.099217 98.493831
Pengungsian di Kutabuluh, Karo 2010-08-31T09:35:00+00:00 2010-08-31T09:35:00+00:00
VI. Kecamatan Kutabuluh, Kab. Karo, Lokasi 18.Losd Kutabuluh = 1000 Jiwa 19.Losd Siabang-abang = 500 Jiwa
3.176771 98.131523
Pengungsian di Munte, Karo 2010-08-31T09:33:00+00:00 2010-08-31T09:33:00+00:00
V. Kecamatan Munte, Kab. Karo, Lokasi 17.Losd Singgamanik = 8000 Jiwa
3.093893 98.32489
Pengungsian di Tiganderket, Karo 2010-08-31T09:19:00+00:00 2010-08-31T09:19:00+00:00
IV. Kecamatan Tiganderket, Kab. Karo, Lokasi 15.Losd Tanjung Pulo = 650 Jiwa 16.Losd Tanjung Mbelang = 900 Jiwa
3.196735 98.213654
Pengungsian di Berastagi, Karo 2010-08-31T09:12:00+00:00 2010-08-31T09:12:00+00:00
III. Kecamatan Berastagi, Kab. Karo, Lokasi 13.Jambur Ta Ras Berastagi = 2342 Jiwa 14.Jambur Desa Tongkoh = 232 Jiwa
3.172739 98.487625
Pengungsian di Tiga Binanga, Karo 2010-08-31T09:09:00+00:00 2010-08-31T09:09:00+00:00
II. Kecamatan Tiga Binaga, Kab. Karo, Lokasi 11.Losd Pekan Buah Tiga Binanga = 2034 Jiwa 12.Losd Perbesi = 1000 Jiwa
3.134758 98.185005
Pengungsian di Kabanjahe, Karo 2010-08-31T09:04:00+00:00 2010-08-31T09:04:00+00:00
I. Kecamatan Kabanjahe, Kab. Karo, Lokasi 1.Jambur Lige = 2500 Jiwa 2.Jambur Adil Makmur = 2655 Jiwa 3.Jambur Tuah Lopati = 1434 Jiwa 4.Jambur Sempakata = 1406 Jiwa 5.Jambur Dalihan Natolu = 1293 Jiwa 6.Klasis Kabanjahe / Depag = 500 Jiwa 7.Jambur Pulungen = 1013 Jiwa 8.Gedung KKR Simp. Katepul= 74 Jiwa 9.Gedung KNPI / Serbaguna = 560 Jiwa 10.UKA = 524 Jiwa II.
3.138566 98.45463
Malang Selatan Diterjang Banjir, 4 Dusun Terendam 2010-08-31T07:45:00+00:00 2010-08-31T07:45:00+00:00
Muhammad Aminudin - detikSurabaya Malang - Banjir bandang melanda wilayah Desa Lebakharjo, Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Malang. Akibatnya, empat dusun di wilayah itu terendam air setinggi satu meter. Menurut Kepala Sandi dan Telekomunikasi (Sandintel) Satlak Penanggulanggan Bencana Pemerintah Kabupaten Malang Bagyo, banjir terjadi karena luapan air dari dua sungai yakni Kalisat dan Kedungondo yang mengalir di wilayah itu pada Senin (30/8/2010), malam. Hujan deras terus mengguyur dari pagi hingga siang ini, Selasa (31/8/2010) semakin meningkatnya volume air dari kedua sungai. Akibatnya air meluap dan mengenangi desa yang dekat bantaran sungai. Tercatat sebanyak 127 rumah berada di Kampung Kuburan, Dusun Sukoanyar IIA, Dusun Krajan, Desa Lebakharjo, Kecamatan Ampelgading, bersama lahan sawah seluas 30 hektare terendam air hingga setinggi 1 meter. "Kini telah dilakukan penyedotan air yang merendam rumah-rumah warga, termasuk di daerah terparah Dusun krajan sebanyak 21 rumah yang terendam air. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini," kata Bagyo kepada detiksurabaya.com di Pendopo Pemkab Malang Jalan Kyai Agus Salim, Selasa (31/8/2010). Luapan air kedua sungai itu, kata Bagyo, juga mengakibatkan dam di Dusun Kresek, desa setempat jebol, hingga mengancam 100 hektare areal persawahan kekurangan air. "Sebuah dam juga jebol akibat tak mampu menampung air di Dusun Kresek hingga merencam areal persawahan dan pemukiman warga," ungkapnya. Informasi yang didapat lapangan, saat ini air mulai surut dan warga telah bergotong royong membersihkan tempat tinggalnya, yang sebelumnya terendam air setinggi satu meter. "Air sudah surut dan warga mulai bersih-bersih untuk kembali menempati rumah mereka," tuturnya. (wln/wln)
-8.282095 112.899331
Sebaran Pengungsi di Kabanjahe, Karo. 2010-08-30T16:28:00+00:00 2010-08-30T16:28:00+00:00
Originally Posted by premankampoenq info dari teman yang dapat di percaya: Data lokasi pengungsi akibat aktifitas Gunung Sinabung yg berada di wil Kab. Karo: 1. Jambur Lige Kabanjahe : 1.400 pengungsi. 2. Jambur Dalianatolu Kabanjahe : 1.300 pengungsi. 3. Jambur Tuah Lopati Kabanjahe : 1.362 pengungsi. 4. Jambur Adil Makmur Kabanjahe : 1.450 pengungsi. 5. Jambur Sempakata Kabanjahe : 1.370 pengungsi. 6. Jambur Taras Berastagi : 1.200 pengungsi. 7. Klasis GBKP Kabanjahe : 225 pengungsi. 8. Kantor KMPI : 360 pengungsi. konsentrasi pengungsi mayoritas di kota Kabanjahe.
3.138566 98.45463
Sinabung kembali meletus dengan ketinggian 2000 m dari puncak pada jam 06.30 2010-08-30T15:28:00+00:00 2010-08-30T15:28:00+00:00
Monday, 30 August 2010 Hari ini 30 Agustus 2010, pada jam 06.30 Sinabung kembali meletus dengan ketinggian column sekitar 2000 meter di atas puncak. Harap waspada akan hujan debu di sekitar Sinabung. Foto : Dikirim oleh Kaskuser neunen. http://i801.photobucket.com/albums/yy299/kutakuta/44689_1478497199279_1139239078_31370054_3856529_njpg1-1.jpg
3.17 98.392
8.000 Pengungsi di Kecamatan Munte, Kabupaten Tanah Karo 2010-08-30T08:00:00+00:00 2010-08-30T08:00:00+00:00
"Hari ini ada 8.000 pengungsi baru di Kecamatan Munte. Mereka merupakan penduduk yang berasal dari Kecamatan Tiganderket, wilayah tetangga yang berada di kawasan Gunung Sinabung," kata Jhonson di Posko Utama Jl. Veteran, Kabanjahe, Karo. Ke 8.000 pengungsi baru ini, kata Tarigan, ditampung di los pasar Singgamanik, Munte. Masih belum diketahui, apakah ada kemungkinan pertambahan jumlah pengungsi di kecamatan ini. Hal tersebut mengingat pengungsian di sana baru dimulai hari ini.
3.102002 98.320393
Letusan Gunung Sinabung: Kabupaten Langkat Tampung 1.300 Pengungsi 2010-08-30T07:46:00+00:00 2010-08-30T07:46:00+00:00
Senin, 30/08/2010 14:15 WIB Khairul Ikhwan - detikNews Medan - Pengungsian yang terjadi akibat letusan Gunung Sinabung, tidak hanya berada di Kabupaten Karo, namun juga terdapat di Kabupaten Langkat. Setidaknya ada 1.300 jiwa penduduk Karo yang sedang mengungsi di sana hingga Senin (30/8/2010). Keterangan yang diperoleh dari Kepala Bidang Humas Pemerintah Kabupaten Karo, Jhonson Tarigan menyatakan, para pengungsi yang berada di Kabupaten Langkat tersebut, umumnya berasal dari desa-desa yang ada di Kecamatan Naman Teran, Karo. Antara lain Desa Kuta Rakyat, Desa Kuta Gugung, Desa Sigarang-garang dan Desa Kebayaken "Dari desa mereka, jaraknya lebih dekat ke wilayah Kabupaten Langkat dibanding ke Kabanjahe atau Brastagi di wilayah Karo. Itu makanya mereka mengungsi ke Langkat," kata Tarigan kepada wartawan di Posko Utama Penanggulangan Bencana Alam Letusan Gunung Sinabung, Jl. Veteran, Kabanjahe, Karo. Para pengungsi tersebut saat ini ditampung di Desa Telaga, Kecamatan Sei Bingei, Kabupaten Langkat. Jaraknya sekitar 18 kilometer dari desa asal pengungsian. Ke 1.300 pengungsi yang berada di Langkat ini, sudah dimasukkan dalam daftar pengungsian yang ada di posko utama. Dengan demikian total 29.818 jiwa yang dinyatakan sebagai pengungsi akibat letusan Gunung Sinabung.hingga Senin siang, sudah termasuk para pengungsi yang ada di Langkat ini. (djo/djo)
3.412649 98.43702
Perkembangan Meletusnya Gn Sinabung 2010-08-30T05:51:00+00:00 2010-08-30T05:51:00+00:00
Senin, 30/08/2010 11:37:27 Perkembangan dari meletusnya Gn. Sinabung di Provinsi Sumatera Utara, sampai dengan hari Senin, 30 Agustus 2010 pukul 09.00 WIB, terdapat dua orang korban meninggal usia 64 tahun (P) dan 52 tahun (L) di Kabupaten Karo. Selain menyebabkan korban meninggal, pada Kabupaten tersebut, terjadi pula pengungsian yang tersebar di 8 Kecamatan dengan total pengungsi sebanyak ± 21.096 jiwa. Upaya penanganan yang telah dilakukan untuk penanggulangan meletusnya Gunung Sinabung, adalah sebagai berikut : 1. Setelah PVMBG menaikkan status Gunung Sinabung menjadi AWAS, BPBD setempat melakukan rapat koordinasi dengan sektor terkait serta melakukan tinjauan ke lokasi bencana dan melakukan evakuasi penduduk ke tempat yang lebih aman. 2. Mendirikan Posko Induk Penanggulangan Bencana, Media Center, Poskodal di Kantor Bupati Karo dan Poskotis yang berjarak 6 Km dari G. Sinabung. 3. Membuat tambahan dapur umum, tangki air minum dan MCK. 4. Mengerahkan kendaraan untuk operasional kedaruratan dan mobil pemadam kebakaran 5. Melakukan koordinasi dengan Pertamina untuk supply BBM 6. Melakukan himbauan kepada para warga agar tetap waspada terhadap kemungkinan terjadinya banjir lahar. 7. Menkokesra memberikan bantuan senilai Rp. 500 jt 8. BNPB memberikan bantuan sebesar Rp. 500 juta untuk penanggulangan bencana Gn. Sinabung (Prov. Rp. 300 jt dan Kab. Karo Rp. 200 jt) 9. Kementerian Kesehatan memberikan bantuan berupa 27.000 masker, 135 dus MP ASI, 2 koli obat-obatan dan tenaga medis lokal. 10. Pemerintah Daerah Provinsi mengirimkan bantuan logistisk berupa 50 ton beras, 14.000 kaleng ikan kalengan, 1 mobil tangki air mineral, 1.000 botol kecap; 240 kg mie goreng, 8 bal kain sarung, 500 potong selimut, 50 set tenda, 200 buah tikar, AGD 118+alat oksigen, 5.000 tablet Vit. B-6 dan Kaporit/plester. 11. TNI mengerahkan 486 personil, POLRI 378 personil, Tagana 100 personil dan Dinas Kesehatan 17 personil (Dokter/Perawat). Sampai saat ini Gn. Sinabung mesih mengeluarkan asap dan debu di beberapa tempat. Situasi di lokasi bencana dilaporkan aman terkendali. Sumber : Pusdalops BNPB
3.17 98.392