SELASA, 31 AGUSTUS 2010 | 15:15 WIB
TEMPO Interaktif, Banyumas -Empat orang dipastikan tewas, dan dua warga masih tertimbun akibat longsor yang terjadi di Dusun Gemulung, Desa Kemawi, Kecamatan Somagede, Banyumas, Jawa Tengah.
Bencana longsor tersebut terjadi pada Senin (30/8) tengah malam. Keempat korban tewas ditemukan Selasa (31/8) setelah tim Search and Rescue (SAR) yang dari unsur kepolisian, TNI, Pramuka, Satlak Penanggulangan Bencana dan Pengungsi (PBP) Banyumas bersama warga setempat melakukan pencarian.
Keempat korban tewas dan telah berhasil dievakuasi adalah suami isteri Yanto, 25 tahun, dan Ani, 25 tahun, serta anaknya yang masih berusia 50 hari yakni Ayudianti Murti Rahayu. Sedangkan korban keempat adalah Kaminah, 45 tahun. Keempatnya terkubur sekitar tujuh jam lebih.
Dua orang lainnya yang masih tertimbun dan belum berhasil ditemukan adalah Martaja, 50 tahun, dan Dimen, 45 tahun. Kedua orang itu adalah orang tua dari Ani. Para korban memang tinggal dalam satu rumah yang kini sudah hilang diterjang longsor.
Sementara korban lainnya yang mengalami luka-luka adalah Karti, 14 tahun, dan Yanti, 16 tahun, yang kini masih dirawat di RSUD Banyumas. Dua korban lainnya adalah Karman, 25 tahun, dan Daslam, 50 tahun, yang mengalami luka ringan.
Evakuasi yang dilakukan oleh tim SAR hanya dilakukan secara manual karena alat berat belum sampai ke lokasi. Sehingga tim SAR baik dari Satlak PBP Banyumas, kepolisian, TNI, dan dibantu oleh Pramuka dan serta sekitar hanya menggunakan alat seadanya.
Peristiwa longsor di Desa Kemawi terjadi pada Senin sekitar jam 23.00 malam. Perbukitan setinggi 100 meter longsor dan menerjang tiga rumah, dua rumah di antaranya tertimbun, sedangkan satu rumah hanya terkena bagian belakang.
Peristiwa longsor itu dipicu turunnya hujan deras yang terjadi sejak jam 16.00 sore. Ketua RT 02/RW 04 Wahidin mengatakan hujan memang turun dengan deras sejak sore sekitar pukul 16.00 WIB.
“Setelah hujan turun selama 6-7 jam, tiba-tiba dari arah atas bukit terdengar suara gemuruh. Tetapi warga masih tetap bertahan di rumahnya masing-masing. Sekitar jam 23.00 WIB bukit setinggi 100 meter longsor. Longsorannya cukup jauh sampai sekitar 300 meter,” ujar Wahidin.
Kepala Bidang Geologi Dinas Energi dan Sumberdaya Mineral Junaedi menyatakan bahwa lokasi tersebut memang rawan terjadinya tanah longsor dan tanah bergerak.
“Kemiringan tanah juga sangat rawan karena mencapai 60-70 derajat. Sedangkan kondisi tanahnya juga labil. Ketika hujan deras terjadi, tanahnya gambar terkena erosi dan longsor,”katanya.
Bupati Banyumas Mardjoko yang langsung turun ke lokasi kejadian menyatakan pemerintah kabupaten sudah memerintahkan kepada dinas terkait untuk melakukan kajian terhadap kondisi tanah dan lingkungan di sekitar lokasi kejadian.
“Hal ini dilakukan untuk menjadi dasar bagi penerapan kebijakan selanjutnya, apakah nantinya warga di sekitar lokasi peristiwa bakal direlokasi atau tidak,” ujarnya.
ARIS ANDRIANTO