Verified

Update 19 Mei 2015; Longsor dan Ledakan Pipa Gas Kp Cibitung 5 Mei 2015: Desa Margamukti, Kab Bandung; Pencarian Dihentikan

Lokasi     : Margamukti
Tanggal     : May 19 2015
Jam     : 15:52 | WIB

Detail Informasi
Pencarian Dihentikan, Warga Salat Gaib untuk Korban Longsor Pangalengan
Jaenal Mutakin - 19 Mei 2015 15:10 WIB

Metrotvnews.com, Bandung: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung, Jawa Barat, menutup proses pencarian korban longsor di Kampung Cibitung, Pangalengan. Warga pun melakukan salat gaib dan tabur bunga di lokasi longsor.

Masa pencarian memakan waktu 14 hari. Hingga penutupan pencarian, dua korban belum ditemukan.

"Kita telah berusaha mencari korban dengan maksimal, pencarian menggunakan alat berat maupun manual, tim evakuasi gabungan, hari ini terakhir pencarian," kata Ketua Pelaksana Harian BPBD Kabupaten Bandung, Marlan, Selasa (19/5/2015).

Menurut Marlan, proses pencarian korban ditutup pukul 11.00 WIB. Petugas mengundang keluarga dan berharap mereka mengikhlaskan kedua korban yang belum ditemukan.

Longsor terjadi pada 5 Mei 2015. Material longsor menimbun sembilan warga. Tujuh di antaranya ditemukan dalam kondisi meninggal. Sementara dua lainnya belum ditemukan, yaitu bernama Ayi dan Juju.
RRN
________________________________

Update 12 Mei 2015; Longsor dan Ledakan Pipa Gas Kp Cibitung 5 Mei 2015: Desa Margamukti, Kab Bandung; Korban Ke-7 Ditemukan

Selasa, 12 Mei 2015 | 19:56 WIB
Korban Ke-7 Longsor Pangalengan Ditemukan

TEMPO.CO, Bandung - Pada hari pertama perpanjangan status tanggap darurat bencana tanah longsor Pangalengan, tim gabungan evakuasi menemukan satu korban tewas berjenis kelamin wanita. Jenazah perempuan tersebut ditemukan sekitar pukul 14.40, Selasa, 12 Mei 2015.

“Ditemukan satu korban lagi berjenis kelamin wanita,” ujar Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Bandung Marlan kepada Tempo, Selasa, 12 Mei 2015.

Menurut Marlan, jenazah yang ditemukan di hari ke-8 proses evakuasi itu, diduga kuat bernama Dedeh, 35, tahun. Namun, untuk mengetahui secara pasti, BPBD menunggu hasil identifikasi oleh tim Disaster Victim Identification Polda Jabar di Tumah Sakit Sartika Asih Bandung. “Jenazah ditemukan di sektor A, dekat pipa,” ujarnya.

Marlan mengatakan jenazah ditemukan di Sektor A dekat pipa. Saat ditemukan, jenazah dalam kondisi telungkup dengan keadaan bengkak dan busuk. Hal tersebut diakibatkan, lamanya korban tertimbun di timbunan tanah.

Penemuan jenazah tersebut merupakan penemuan ke-7 korban meninggal akibat bencana tanah longsor yang menimpa Kampung Cibitung, Desa Margamukti, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung, Selasa, 5 Mei 2015.

Total korban meninggal yang berhasil diidentifikasi tim evakuasi hingga saat ini berjumlah 7 orang. Mereka masing-masing Iran Subarna, 55 tahun; Oja, 50; Naila, 5 tahun; Pardi, 70 tahun; Nurul, 8 tahun; Wiwi, 45 tahun, dan Dedeh, 35 tahun.

Sementara itu diduga masih ada dua korban lainnya yang masih tertimbun di gundukan tanah longsor. Atas bencana ini Pemerintah Kabupaten Bandung memperpanjang status tanggap darurat bencana hingga 7 hari ke depan.

Tim evakuasi yang terdiri dari Basarnas, BPBD, TNi, Polri dan relawan masih terus melakukan upaya pencarian korban yang masih tertimbun.

Longsor di Kampung Cibitung terjadi pada Selasa siang, 5 Mei 2015. Longsoran tanah yang berasal dari Gunung Bedil tersebut menyebabkan pipa milik PT Star Energy pecah.

Selain itu, longsor pun mengakibatkan sejumlah fasilitas publik seperti jalan, perkebunan dan rumah warga tertimbun tanah. Tercatat, kurang lebih 11 rumah di RW 15 Kampung Cibitung rusak parah. Dan sekitar 200 lebih warga diungsikan sementara ke posko pengungsian Kantor Desa Margamukti.

IQBAL T. LAZUARDI S.


____________________________

Update 10 Mei 2015; Longsor dan Ledakan Pipa Gas Kp Cibitung, RW 15; 5 Mei 2015: Desa Margamukti, Kec Pangalengan, Kab Bandung; Lapsing PVMBG

Laporan Singkat Kejadian Gerakan Tanah Di Desa Margamukti, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat, Tanggal 5 Mei 2015

10 May 2015

Sehubungan terjadinya bencana gerakan tanah di Kampung Cibitung, Desa Margamukti, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat, pada tanggal 5 Mei 2015, bersama ini kami sampaikan laporan singkat hasil pemeriksaan lapangan oleh Tim Tanggap Darurat (TTD) Badan Geologi sebagai berikut:

1. Lokasi Gerakan Tanah
Lokasi gerakan tanah terletak di RT 01, RW 15, Kampung Cibitung, Desa Margamukti, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat. Secara geografis lokasi gerakan tanah terletak pada koordinat 107°37'54,3" BT dan 07°11'24,0" LS.

2. Waktu Kejadian
Gerakan tanah terjadi pada hari Selasa Tanggal 5 Mei 2015 pukul 14.15 WIB. Sebelumnya diawali hujan lebat pada hari Sabtu dan Minggu. Berdasarkan pengamatan lapangan Tanggal 2 Mei 2015 terlihat adanya mahkota gerakan tanah dengan panjang sekitar 150 m, lebar 253 m, dan lebar rongga retakan berkisar 20 – 30 cm. Retakan ini kemudian berkembang menjadi gerakan tanah pada tanggal 5 Mei 2015 dan merupakan gawir utama gerakan tanah.

3. Dampak Gerakan Tanah
Dampak kejadian gerakan tanah pada tanggal 5 Mei 2015 (data dari BPBD Kabupaten Bandung sampai dengan tanggal 9 Mei 2015) adalah :

Mengakibatkan 5 orang meninggal dunia, 4 orang terkubur, 7 orang luka berat, 7 orang luka ringan dan 10 rumah tertimbun material longsoran. (informasi dari BPBD Kabupaten Bandung). Sebanyak 52 KK yang terdiri-dari 203 jiwa mengungsi di Balai Desa Margamukti.
Kerusakan pada pipa PLTP PT. Star Energy yang terpotong sekitar 250 m dan menimbulkan ledakan. Ledakan tersebut diakibatkan oleh gerakan tanah yang mendorong pipa tersebut sehingga putus dan menimbulkan ledakan.

Terputusnya jalan sekitar 250 m.


4. Kondisi Daerah Bencana

Berdasarkan hasil pemeriksaan lapangan, jenis gerakan tanah adalah longsoran bahan rombakan dengan arah N 257° E. Hasil pengukuran secara langsung di lapangan menggunakan peralatan distomat/ dekstometer panjang gerakan tanah sekitar 1002 m, dan lebar bervariasi antara 183 s/d 207 m, dan terdapat material longsoran yang masih menggantung di atas. Tinggi gawir utama pada bagian bawah mahkota gerakan diukur dari jalan disamping pipa PLTP PT. Star Energy adalah 59 m.

Pengamatan lapangan memperlihatkan adanya retakan di sebelah selatan zona gerakan tanah yang berarah N 260 oE dengan panjang sekitar 210 m dan panjang lebarnya sekitar 50 m. Retakan ini diperkirakan masih berpotensi untuk menjadi gerakan tanah.

a. Morfologi
Secara umum lokasi bencana gerakan tanah merupakan daerah kaki lereng G. Bedil dengan ketinggian antara 1.710 – 1.760 m di atas permukaan air laut, kemiringan lereng sekitar 12 - 15° dan pada bagian atas lebih terjal dengan kemiringan lereng sekitar 45 - 50°.

b. Susunan batuan / stratigrafi
Berdasarkan pengamatan lapangan dan Peta Geologi Lembar Garut-Pameungpeuk (Alzwar M, dkk, 1992), batuan dasar penyusun daerah gerakan tanah berupa endapan rombakan Gunungapi lebih tua tak teruraikan (Qopu) yaitu tuff hablur halus-kasar dasitan, breksi tuffan mengandung batuapung dan endapan lahar tua bersifat andesitan-basalan, aliran lahar dengan susunan komponen andesit dan basal. Batuan rombakan gunungapi tersebut telah mengalami pelapukan sedang hingga sempurna dengan ketebalan sekitar 5 - 6 m.

c. Struktur geologi
Berdasarkan Peta Geologi Lembar Garut - Pameungpeuk (Alzwar M, dkk, 1992), terlihat adanya sesar normal dijumpai di daerah tersebut yang berarah Utara – Selatan, sehingga daerah tersebut merupakan zona lemah.

d. Tata guna lahan
Tata guna lahan pada lereng bagian atas berupa hutan. Lereng bagian tengah dan bawah berupa hutan pinus yang sudah banyak berubah menjadi tanaman rumput gajah.

e. Keairan
Menurut informasi dari masyarakat setempat, pada bagian atas G. Bedil terdapat telaga dengan luas sekitar 1 Ha. Setelah terjadinya retakan dan nendatan tanah muncul adanya air dari dalam retakan yang diperkirakan akibat dari muka air tanah yang terpotong oleh gerakan tanah.

5. Kerentanan Gerakan tanah

Berdasarkan atlas peta zona kerentanan gerakan tanah Kabupaten Bandung (PVMBG, 2014), lokasi bencana gerakan tanah termasuk zona kerentanan gerakan tanah menengah hingga tinggi, artinya daerah tersebut mempunyai potensi menengah hingga tinggi untuk terjadi gerakan tanah. Pada zona ini dapat terjadi gerakan tanah jika curah hujan diatas normal, sedangkan gerakan tanah lama dapat aktif kembali.

Berdasarkan Peta Prakiraan Potensi gerakan Tanah Bulan Mei 2015 memperlihatkan bahwa Kecamatan Pengalengan Kabupaten Bandung termasuk dalam potensi menengah untuk terjadi gerakan tanah dan potensi aliran banjir bandang.

6. Faktor penyebab gerakan tanah
Adanya curah hujan yang deras dan berlangsung lama.
Bagian atas merupakan batuan vulkanik berupa breksi tuffan dengan tanah pelapukan bersifat gembur, sedangkan di bagian bawah berupa tuff yang bersifat kedap air. Pada kondisi tanah yang jenuh air dan kemiringan lereng yang terjal maka tanah diatasnya akan cenderung untuk bergerak

Adanya bidang lemah yang terdiri dari batuan tuff dan batuan vulkanik yang telah mengalami pelapukan, berwarna hitam bersifat kedap air sehingga dapat berfungsi sebagai bidang gelincir gerakan tanah.

Adanya air yang meresap dari lereng atas yang masuk ke dalam retakan yang sudah terbentuk sehingga meningkatkan bobot massa tanah.

Adanya perubahan tata guna lahan yaitu dari pepohonan yang berakar kuat dan dalam menjadi tanaman rumput gajah.

Adanya erosi pada daerah kaki lereng bawah serta pemotongan lereng untuk penempatan pipa, sehingga lereng kehilangan tahanan.

7. Mekanisme terjadinya gerakan tanah
Setelah terjadinya hujan deras dari Tanggal 2 s/d 4 Mei 2015 yang berlangsung lama di daerah gerakan tanah dan sekitarnya, maka air banyak meresap ke dalam tanah sehingga bobot massa tanah menjadi meningkat. Kondisi ini diperburuk dengan adanya longsoran lama yang pernah terjadi sebelumnya. Tata guna lahan yang didominasi oleh tanaman rumput gajah, dan adanya erosi pada daerah kaki lereng, serta pemotongan pada lereng bagian bawah untuk penempatan pipa, akan mengakibatkan berkurangnya tahanan lereng.

Sementara itu adanya zona lemah di daerah tersebut karena batuan dasar berupa breksi tuffan dan tuff yang bersifat kedap air dengan tanah pelapukan yang tebal dan gembur, maka kontak antara tanah pelapukan dengan batuan dasarnya dapat menjadi bidang gelincir gerakan tanah. Dengan kejadian gerakan tanah Tanggal 5 Mei 2015, maka gerakan tanah berkembang menjadi longsoran bahan rombakan.

8. Rekomendasi
Berdasarkan hasil pemeriksaan Tanggal 6 s/d 7 Mei 2015 di lokasi bencana gerakan tanah, maka direkomendasikan beberapa hal sebagai berikut :

Kampung Cibitung, Desa Margarmukti, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat agar direlokasi ke tempat yang lebih aman.

Jika pada lereng bagian atas gerakan tanah masih terdapat retakan maka retakan tersebut agar segera ditutup dengan tanah lempung dan dipadatkan. Apabila retakan tetap berkembang, maka masyarakat agar tidak beraktivitas di daerah tersebut terutama pada saat dan setelah terjadi hujan yang berlangsung lama.

Adanya retakan tanah di sebelah selatan zona gerakan tanah yang berarah N 260 oE dengan panjang sekitar 210 m dan panjang lebarnya sekitar 50 m, maka diperkirakan retakan ini diperkirakan masih berpotensi untuk menjadi gerakan tanah.

Melakukan penanaman kembali pepohonan yang berakar kuat dan dalam agar sistem perakarannya dapat mengikat tanah.

Agar memantau retakan tanah yang terdapat pada bagian atas lereng dan disamping zona gerakan tanah untuk mewaspadai berkembang menjadi gerakan tanah. Hal ini perlu diperhatikan terutama selama proses pencarian korban yang masih tertimbun.

Tidak membuat kolam-kolam atau lahan basah pada bagian atas mahkota dan pada daerah sekitar gerakan tanah.

Mengeringkan kolam yang terdapat di bagian atas lereng dengan cara menyalurkan air menggunakan pipa agar air tidak masuk ke dalam zona deplesi gerakan tanah.

Jalur pipa PLTP PT. Star Energy yang sudah rusak akibat gerakan tanah dan jalan agar direlokasi dengan menjauhi daerah gerakan tanah.

Sehubungan adanya genangan air pada akses jalan menuju lokasi bencana gerakan tanah (posisi koordinat 107,61223 oBT dan 7,18426 oLS) agar segera dikeringkan untuk menghindari gerakan tanah pada jalan tersebut.

Jangka panjang : agar lokasi gerakan tanah tidak dijadikan permukiman dan tata guna lahannya ditanami pepohonan yang berakar kuat dan dalam agar sistem perakarannya dapat mengikat tanah.

____________________________

Update 10 Mei 2015; Longsor dan Ledakan Pipa Gas Kp Cibitung, RW 15; 5 Mei 2015: Desa Margamukti, Kec Pangalengan, Kab Bandung; Lapsing PVMBG

PVMBG: Tanggapan Kejadian Gerakan Tanah Di Desa Margamukti, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat, Tanggal 5 Mei 2015
10 May 2015

Menindaklanjuti surat nomor 360/229/BPBD/2015 tanggal 15 April 2015 perihal kajian Tenik Geologi gerakan tanah di Kampung Cibitung, Desa Margarmukti, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat, maka pada tanggal 2 Mei 2015 telah dilakukan pemeriksaan oleh Tim Pemeriksaan bencana gerakan tanah dari PVMBG, Badan Geologi didampingi oleh Tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung. Tim Pemeriksaan juga melakukan diskusi dengan BPBD Kabupaten Bandung, dan PT. Star Energy tentang langkah – langkah penanganan bencana gerakan tanah yang terjadi.

Pada tanggal 5 Mei 2015, kembali terjadi gerakan tanah pada lokasi yang sama. Bersama ini kami sampaikan laporan singkat hasil pemeriksaan tim Tanggap Darurat dan tanggapan bencana gerakan tanah di kawasan tersebut adalah sebagai berikut:

1. Lokasi Gerakan Tanah:

Lokasi gerakan tanah terletak pada di Kampung Cibitung, RW.15, RT.01, Desa Margarmukti, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat. Secara geografis terletak pada koordinat 107°37'54,3" BT dan 07°11'24,0" LS.

2. Waktu dan Dampak bencana:

Kenampakan gerakan tanah berupa retakan dan nendatan yang terjadi sejak pertengahan bulan Maret 2015 dan setiap musim penghujan retakan terus berkembang. Pengamatan gerakan tanah Tanggal 2 Mei 2015 menunjukkan mahkota gerakan tanah dengan panjang sekitar 150 m, lebar 253 m, dan lebar rongga retakan 20 – 30 cm. Retakan masih terus berkembang terutama setelah terjadi hujan lebat secara terus menerus dari Tanggal 2 s/d 4 Mei 2015. Kejadian gerakan tanah pada tanggal 5 Mei 2015 pukul 15.00 WIB, diperkirakan berkembang menjadi longsoran bahan rombakan dengan panjang 1.000 m dan lebar 500 m (informasi dari BPBD Kabupaten Bandung).

3. Dampak Gerakan Tanah

Dampak kejadian gerakan tanah hasil pemeriksaan pada tanggal 2 Mei 2015 adalah kerusakan pada penyangga beton pipa retak – retak dan pipa penyaluran panas bumi melengkung di wilayah kerja PT. Star Energy. Jika gerakan tanah ini terus berkembang, diperkirakan pipa tersebut putus dan mengalami kebocoran sehingga dampak uap panas bumi dari pipa yang bocor dapat mengancam pemukiman yang dihuni oleh 52 KK atau 200 jiwa (1 kampung).

Dampak kejadian gerakan tanah pada tanggal 5 Mei 2015 adalah :

Kerusakan pada pipa penyaluran uap panas bumi di wilayah kerja PT. Star Energy yang terpotong sekitar 300 m dan menimbulkan ledakan (informasi dari BPBD Kabupaten Bandung).
Mengakibatkan 6 orang meninggal dunia, 8 orang terkubur, 2 orang luka berat, dan 8 rumah tertimbun material longsoran (informasi dari BPBD Kabupaten Bandung hingga pukul 21.30 WIB).

4. Kondisi daerah bencana

Berdasarkan hasil pemeriksaan lapangan Tanggal 2 Mei 2015, jenis gerakan tanah berupa nendatan, dengan arah N 270° E dan retakan yang mengarah ke pipa (arah N 310° E) dengan ukuran panjang 150 m, dan lebar 253 m dengan lebar retakan 20 – 30 cm, yang disertai nendatan berarah barat. Pemukiman penduduk berada pada bagian bawah gerakan tanah yang berjarak sekitar 200 m dari kaki gerakan tanah.

a. Morfologi
Secara umum daerah bencana merupakan daerah kaki lereng G. Bedil dengan ketinggian antara 1.710 – 1.760 m di atas permukaan air laut, kemiringan lereng 12 - 15° dan pada bagian atas lebih terjal dengan kemiringan lereng sekitar 45 - 50°.

b. Susunan batuan / stratigrafi

Berdasarkan pengamatan di lapangan dan Peta Geologi Lembar Garut-Pameungpeuk (Alzwar M, dkk, 1992), batuan dasar penyusun daerah gerakan tanah berupa endapan rempah lepas Gunungapi tua tak teruraikan (Qopu) yatu tuf hablur halus-kasar dasitan, breksi tufaan mengandung batuapung dan endapan lahar tua bersifat andesitan-basalan (gunung api, aliran lahar dengan susunan komponen andesit dan basal lapuk sedang – lapuk sempurna dengan ketebalan 2- 3 m.

c. Struktur geologi

Berdasarkan Peta Geologi Peta Geologi Lembar Garut - Pameungpeuk (Alzwar M, dkk, 1992), terlihat adanya sesar normal dijumpai di daerah tersebut yang berarah Utara – Selatan, sehingga daerah tersebut merupakan zona lemah.

d. Tata guna lahan

Tata lahan pada lereng bagian atas berupa hutan dan pada lereng tengah dan bawah berupa hutan pinus yang sudah banyak berubah menjadi tanaman rumput gajah.

e. Keairan

Menurut informasi dari masyarakat setempat, pada lereng atas G. Bedil terdapat telaga dengan luas sekitar 1 Ha. Setelah terjadinya retakan dan nendatan tanah muncul adanya air dari dalam retakan yang diperkirakan akibat dari muka air tanah yang terpotong oleh gerakan tanah.

5. Kerentanan Gerakan tanah

Berdasarkan atlas peta zona kerentanan gerakan tanah Kabupaten Bandung (PVMBG, 2014), lokasi kejadian gerakan tanah termasuk zona kerentanan gerakan tanah menengah hingga tinggi, artinya daerah tersebut mempunyai potensi menengah hingga tinggi untuk terjadi gerakan tanah. Pada zona ini dapat terjadi gerakan tanah jika curah hujan diatas normal, sedangkan gerakan tanah lama dapat aktif kembali. Berdasarkan Peta Prakiraan Potensi gerakan Tanah Bulan Mei 2015 memperlihatkan bahwa Kecamatan Pengalengan Kabupaten Bandung termasuk dalam potensi menengah untuk terjadi gerakan tanah dan potensi aliran banjir bandang.

6. Faktor penyebab gerakan tanah

Adanya curah hujan yang deras dan berlangsung lama.

Bagian atas berupa batuan vulkanik berupa breksi tuffan dengan tanah pelapukan yang bersifat gembur, sedangkan di bagian bawah berupa tuff yang bersifat kedap air sehingga pada kondisi tanah yang jenuh air dan kemiringan lereng yang terjal maka tanah diatasnya akan cenderung untuk bergerak

Adanya bidang lemah yang terdiri dari batuan tuff dan batuan vulkanik yang berwarna hitam bersifat kedap air sehingga dapat berfungsi sebagai bidang gelincir gerakan tanah.

Adanya air yang meresap dari lereng atas yang masuk ke dalam retakan yang sudah terbentuk sehingga meningkatkan bobot massa tanah.

Adanya perubahan tata guna lahan yaitu dari pepohonan yang berakar kuat dan dalam menjadi tanaman rumput gajah.

Adanya erosi pada daerah kaki lereng bawah serta pemotongan lereng untuk penempatan pipa, sehingga lereng kehilangan tahanan.

7. Mekanisme terjadinya gerakan tanah

Setelah terjadinya hujan deras dari Tanggal 2 s/d 4 Mei 2015 yang berlangsung lama di daerah gerakan tanah dan sekitarnya, maka air banyak meresap ke dalam tanah sehingga bobot massa tanah menjadi meningkat. Hal tersebut diperburuk dengan adanya longsoran lama yang pernah terjadi pada tahun 2012. Tata guna lahan yang didominasi oleh tanaman rumput gajah, dan adanya erosi pada daerah kaki lereng, serta pemotongan pada lereng bagian bawah untuk penempatan pipa. Sementara itu adanya zona lemah di daerah tersebut karena batuan dasar berupa breksi tuffan dan tuff yang bersifat kedap air dengan tanah pelapukan yang tebal dan gembur, maka kontak antara tanah pelapukan dengan batuan dasarnya dapat menjadi bidang gelincir gerakan tanah. Dengan kejadian gerakan tanah Tanggal 5 Mei 2015, maka gerakan tanah berkembang menjadi longsoran bahan rombakan.


8. Rekomendasi

Dari hasil pemeriksaan Tanggal 2 Mei 2015 di sekitar lokasi bencana gerakan tanah, agar :

Kepada masyarakat yang beraktivitas sekitar kejadian gerakan tanah dan rumah-rumah yang terancam gerakan tanah harus lebih waspada jika terjadi hujan deras yang berlangsung lama, agar segera mengungsi ketempat yang lebih aman, karena masih berpotensi terjadi gerakan tanah susulan.

Segera menutup retakan tanah dengan tanah lempung, dan dipadatkan jika retakan tetap berkembang, masyarakat agar tidak beraktivitas di daerah tersebut terutama pada saat dan setelah terjadi hujan yang berlangsung lama.

Melakukan penanaman kembali pepohonan yang berakar kuat dan dalam agar sistim perakarannya dapat mengikat tanah.

Daerah yang sudah mengalami longsor agar dibuat penguatan lereng pada bagian bawah dengan cara membuat pancang-pancang dari besi atau beton sampai menembus pada bidang gelincir, yaitu pada batuan breksi tuff yang keras.

Tidak membuat kolam-kolam atau lahan basah di daerah sekitar gerakan tanah.

Mengeringkan kolam yang terdapat di bagian atas lereng dengan cara menyalurkan air menggunakan pipa agar air tidak masuk ke dalam zona deplesi gerakan tanah.

Jangka pendek : perlu dilakukan pemantauan gerakan tanah pada daerah tersebut sehingga dapat diketahui tingkat pergerakannya. Jalur pipa yang sudah rusak akibat gerakan tanah agar tidak digunakan lagi. Agar penempatan pipa dipindahkan di daerah yang aman.

Jangka panjang : agar jalur pipa panas bumi PT. Star Energy yang terletak pada zona gerakan tanah direlokasi dengan menjauhi daerah gerakan tanah.

Sehubungan dengan kejadian gerakan tanah pada 5 Mei 2015, Tim Tanggap Darurat gerakan tanah segera dikirimkan ke lokasi bencana gerakan tanah untuk melakukan pemeriksaan dan kajian.
________________________
Update 10 Mei 2015; Longsor dan Ledakan Pipa Gas Kp Cibitung, RW 15; 5 Mei 2015: Desa Margamukti, Kec Pangalengan, Kab Bandung; MIRIP LONGSOR CIWIDEY 2010
@Sutopo_BNPB
1. LONGSOR PANGALENGAN 2015 MIRIP LONGSOR CIWIDEY 2010.
5:51pm · 10 May 2015 · Twitter Web Client

@Sutopo_BNPB
2. Kejadian longsor seringkali jarang menjadi pembelajaran di masa berikutnya. Saat terjadi bencana semua sibuk.

@Sutopo_BNPB
3. Namun selesai tanggap darurat, semuanya lupa untuk memperbaiki agar longsor tidak berulang kembali. Longsor bencana mematikan 2014-2015.

@Sutopo_BNPB
4. Tahun 2014, ada 600 kejadian longsor dengan 372 orang tewas. Pada tahun 2015 hg Minggu (10/5), 251 longsor dengan 74 orang tewas

@Sutopo_BNPB
5. Bencana longsor di Pangalengan Kab Bandung pada Selasa (5/5) mirip dengan longsor di Tenjolaya, Kec. Pasir Jambu, Kab Bandung 23/2/2010

@Sutopo_BNPB
6. Keduanya sama-sama berada di perkebunan teh yang menimbun rumah pekerja kebun teh

@Sutopo_BNPB
7. Hujan menyebabkan retakan di punggung bukit, kemudian longsor menghantam permukiman sejauh sekitar 1,2 km, lebar 300 meter dan tebal 4 m

@Sutopo_BNPB
8. Jenis tanah sama yaitu vulkanik dengan solum tebal, lapuk, di bagian bawah kontak dengan lapisan batuan dasar sebagai bidang gelincir

@Sutopo_BNPB
9. Bedanya longsor Pangalengan disertai dengan ledakan dari pipa panas bumi, sedangkan di Ciwidey tidak ada kaitan dengan pipa panas bumi

@Sutopo_BNPB
10. Korban longsor Ciwidey 33 orang tewas, 11 orang tertimbun, 2 orang terluka, dan 200 orang mengungsi.

@Sutopo_BNPB
11. Longsor di Pangalengan hingga Minggu (10/5), 6 orang tewas, 3 orang masih tertimbun, 6 luka berat, 7 luka ringan, 170 orang mengungsi

@Sutopo_BNPB
12. Pencarian korban masih terus dilakukan. Tanggap darurat hingga Selasa (12/5).

@Sutopo_BNPB
13. Hampir 50 persen wilayah di Jawa Barat adalah rawan longsor tinggi. Masyarakat yang tinggal di daerah rawan longsor harus dilatih.

@Sutopo_BNPB
14.Perlu dibentuk kelompok-kelompok siaga bencana, dimana Ketua RT/RW yang dilatih agar memiliki kemampuan mengantisipasi longsor.

@Sutopo_BNPB
15. 32 unit rumah di Kampung Cibitung, Desa Margamukti, Kec. Pangalengan yang saat ini sebagian terkena longsor harus direlokasi.

@Sutopo_BNPB
16. Cari lokasi yang aman dengan mengajak Badan Geologi dan ahli dari perguruan tinggi untuk menentukan lokasi yang aman.

@Sutopo_BNPB
17. Pemda perlu mereviw kembali RTRW. PT Star Energy dan PTPN melakukan mitigasi bencana dengan memasang EWS longsor dan mitigasi longsor.
6:01pm · 10 May 2015 Twitter Web Client

____________________________________

Update 6 Mei Longsor dan Ledakan Pipa Gas Kp Cibitung, RW 15; 5 Mei 2015: Desa Margamukti, Kec Pangalengan, Kab Bandung; Nama2 Korban

Nama Korba Longsor Cibitung di Pangalengan
Rabu, 6 Mei 2015 16:21 WIB

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Firman Wijaksana

TRIBUNNEWS.COM, PANGALENGAN - Seluruh nama korban longsor di Kampung Cibitung, Desa Margamukti, Pangalengan, Kabupaten Bandung, Selasa (5/5/2015), dipampang di Posko BPBD Kabupaten Bandung di dekat lokasi longsor, Rabu (6/5/2015).

Nama-nama korban yang terpampang tersebut merupakan hasil pendataan sementara petugas. Seiring perkembangan upaya evakuasi, nama korban-korban tersebut bisa berubah. Berikut nama-nama korban:

Korban meninggal
1. Iran subarna (55) warga Kampung Mekarmulya, RT 5/12, Desa Margamukti.
2. Oja (50) warga Kampung cibitung RT 1/15, Desa Margamukti.
3. Naila (5) warga Kampung cibitung RT 1/15, Desa Margamukti (cucu oja).
4. Pardi (70) warga Kampung cibitung RT 1/15, Desa Margamukti.

Korban Hilang
1. Wiwi (50)
2. Dedeh (35)
3. Nurul (8)
4. Ayi (42)
5. Asep Juju (55)

Korban Luka-luka
1. Dayu (20) cedera kepala
2. Irah (30) luka-luka lecet
3. Yosep (6) cedera kepala
4. Aas (33)
5. Fuji (8)
6. Aih (50)
7. Dati (68) kertamanah 2/16 sesak
8. Oman (40) patah tulang paha kiri.

______________________
Update 6 Mei Longsor dan Ledakan Pipa Gas Kp Cibitung, RW 15; 5 Mei 2015: Desa Margamukti, Kec Pangalengan, Kab Bandung; 4 #MD, 9 Hilang

Longsor Pengalengan, 123 Orang Masih Mengungsi
Hasan Kurniawan
Rabu, 6 Mei 2015 − 10:26 WIB

JAKARTA - Longsor di Kampung Cibitung, RW 15, Desa Margamukti, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, mengubur delapan rumah warga dan mengakibatkan pipa gas terputus.

Sebanyak 123 orang dikabarkan mengungsi ke balai desa setempat, dan rumah saudara, serta kerabat aman dari longsor. Hingga kini, para warga tersebut masih mengungsi dan belum kembali ke rumahnya masing-masing.

Warga takut akan terjadinya longsor susulan yang bisa kapan saja terjadi. Apalagi, cuaca di sekitar lokasi masih turun hujan dan kejadian longsor susulan tidak pernah bisa dipastikan.

Berdasarkan informasi yang terhimpun di lokasi kejadian, pergerakan tanah masih terus berlangsung dan curah hujan masih terjadi. Longsor susulan menjadi suatu hal yang sangat mungkin jika melihat gejala tersebut.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) diminta untuk terus melakukan evakuasi penduduk yang berada di sekitar lokasi longsor ke rumah saudara maupun kerabat dekat mereka.

Seperti dibertakan sebelumnya, bencana longsor terjadi di Kampung Cibitung, RW 15, Desa Margamukti, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, pukul 14.00 WIB. Longsor menimbun delapan rumah.

http://daerah.sindonews.com/read/997911/21/longsor-pengalengan-123-orang-masih-mengungsi-1430882382

-----------------------------------

Update Longsor Pengalengan, 4 Tewas 9 Masih Tertimbun
Hasan Kurniawan
Rabu, 6 Mei 2015 − 09:49 WIB

JAKARTA - Pencarian korban longsor di Kampung Cibitung, RW 15, Desa Margamukti, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, masih terus dilakukan.

Hingga Rabu (6/5/2015) pagi, sudah ada empat korban tewas yang telah ditemukan terkubur dalam longsoran itu. Masing-masing adalah Iran (55), Dating (60), Pardi (70), dan Naela (1,5).

Sedangkan korban selamat dilaporkan berjumlah sembilan orang. Satu orang di antaranya bernama Rukman, mengalami luka berat. Saat ini, korban tengah dirawat di RS Al Iksan.

Sementara delapan korban lainnya yang mengalami luka ringan, sebagian sudah ada yang pulang ke rumahnya masing-masing, atau rumah kerabatnya.

Berdasarkan informasi yang terhimpun di lapangan, hingga kini masih ada sembilan orang lagi yang masih tertimbun longsor, dan belum ditemukan.

Seperti diberitakan sebelumnya, bencana longsor terjadi di Kampung Cibitung, RW 15, Desa Margamukti, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, pukul 14.00 WIB. Longsor menimbun delapan rumah.
http://daerah.sindonews.com/read/997893/21/update-longsor-pengalengan-4-tewas-9-masih-tertimbun-1430880526

----------------------


BNPB: 4 Korban Longsor Penggalengan Ditemukan
Oleh : - | Rabu, 6 Mei 2015 | 08:21 WIB

INILAHCOM, Bandung - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan empat orang korban longsor di Kampung Cibitung RW 15 Desa Margamukti, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, ditemukan pada Rabu (6/5/2015) pagi.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, dalam siaran persnya, menuturkan keempat korban tewas tersebut dua laki-laki yakni Iran (55), Pardi (70) serta dua perempuan masing-masing Dating (60) dan Naela (1,5).

Sementara satu orang luka berat yaitu Rukman dirawat di RS Al Ihsan Bandung dan delapan orang luka ringan sudah pulang ke rumah mereka atau kerabatnya.

Diperkirakan masih ada sembilan orang masih tertimbun longsor dan sebanyak 123 orang mengungsi di balai desa dan di rumah saudaranya karena takut adanya longsor susulan. Kerugian materiil lain adalah delapan rumah tertimbun longsor dan pipa gas putus.

Gejala longsor ini sesungguhnya sudah diperiksa oleh Tim Gerakan Tanah, PVMBG, Badan Geologi, pada 2 Mei 2015 atas permintaan BPBD Kabupaten Bandung.

Hasil pemeriksaan lapangan menunjukkan kemiringan lereng terjal dan tanah pelapukan breksi vulkanik cukup tebal.

Terlihat retakan dan nendatan sedalam 2,5 meter, panjang 500 meter. Longsoran mengancam satu kampung yang terdiri dari 52 Kepala Keluarga (200 jiwa) dan mengancam pipa panas bumi Star Energy sepanjang 500 meter.

Rekomendasi yang telah disampaikan yaitu kepada Star Energy untuk memindahkan jalur pipa karena gerakan tanah terus berlangsung dan kepada BPBD untuk melakukan evakuasi penduduk kampung mengingat curah hujan masih berlangsung.

Kejadian longsor sering tidak pasti. Meskipun sudah ada retakan dan rayapan, tidak seketika langsung terjadi longsor. Butuh waktu yang lama untuk terjadi longsor.

Hal inilah yang sering menyebabkan masyarakat tidak mau dievakuasi karena tidak yakin dengan ancamannya dan alasan faktor-faktor sosial dan ekonomi.
http://nasional.inilah.com/read/detail/2201886/bnpb-4-korban-longsor-penggalengan-ditemukan#sthash.zovrKN8G.dpuf
____________________________

Longsor dan Ledakan Pipa Gas Kp Cibitung, RW 15; 5 Mei 2015: Desa Margamukti, Kec Pangalengan, Kab Bandung; 4 #MD, 9 Hilang

1 Tewas dan 14 Masih Tertimbun Longsor di Bandung
5 Mei 2015 18:59 WIB

BANDUNG - Bencana longsor kembali terjadi dan menimbulkan korban jiwa di Jawa Barat. Longsor terjadi di Kp Cibitung RW 15 Desa Margamukti, Kecamatan Pangalengan, Kab Bandung, Jawa Barat pada Selasa (5/5) pukul 14.00 Wib. Longsor menimbun 8 rumah. Korban sementara terevakuasi 1 orang meninggal dunia, 4 orang luka berat, dan 4 orang luka ringan. Korban meninggal a.n. Iran (50 tahun) warga Kampung Cibitung RW 15 Desa Margamukti Kec Pangalengan. Korban luka dirawat di rumah sakit terdekat. Diperkirakan 14 orang masih tertimbun material longsor.

BPBD Kab Bandung sudah memperingatkan kepada penduduk adanya retakan di perbukitan akibat hujan deraspada 4 hari sebelumnya. Material longsor meluncur menghantam pipa panas bumi Star Energi Geothermal dan menimbulkan ledakan, kemudian material longsor menimbun rumah penduduk dan perkebunan.

Evakuasi korban masih dilakukan oleh tim gabungan dari BPBD Kab Bandung, BPBD Jawa Barat, Basarnas, TNI, Polri, relawan, masyarakat dan OPD terkait lainnya di Kabupaten Bandung. Tim Reaksi Cepat BNPB memberikan pendampingan dalam penanganan darurat. 2 alat berat telah dikerahkan untuk mencari korban yang difokuskan pada 8 rumah yang tertimbun tanah.

Sutopo Purwo Nugroho
Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB

http://www.bnpb.go.id/berita/2459/1-tewas-dan-14-masih-tertimbun-longsor-di-bandung

____________________________

Info Longsor Pangalengan, 5 Mei 2015 pk. 15:00 WIB.
1. Gejala longsor sdh diperiksa oleh Tim Gerakan Tanah, PVMBG, Badan Geologi, pada tgl 2 Mei 2015 atas permintaan BPBD Kab. Bandung.

2. Hasil pemeriksaan lapangan: Kemiringan lereng terjal dan tanah pelapukan breksi vulkanik cukup tebal. Terlihat retakan dan nendatan sedalam 2,5m, sepanjang 500 m. Longsoran mengancam satu kampung yg terdiri dari 52 KK (=200 jiwa) dan mengancam pipa panas bumi Star Energy sepanjang 500m.

2. Rekomendasi yang telah disampaikan: Kepada Star Energy untuk memindahkan jalur pipa krn gerakan tanah terus berlangsung dan
Kepada BPBD untuk melakukan evakuasi penduduk kampung mengingat curah hujan masih berlangsung.

3. Dimensi mahkota longsoran lebar 500 m dan panjang 1000m. Dampak: 7 rmh rusak tertimbun, 3 tertimbun, 2 org luka berat, 1 org meninggal, pipa terpotong sepanjang 300 m. Korban sedikit krn BPBD Bandung sdh melakukan evakuasi sebelumnya.

Tim Tanggap Darurat Gerakan Tanah, PVMBG, Badan Geologi, akan diberangkatkan besok pagi ke lokasi bencana.

Data : PVMBG
Salam : Surono / Mbah Rono

https://www.facebook.com/surono.surono.104/posts/1855312648027308?pnref=story
Credibility: UP DOWN 0


Leave a Comment
Name:
Email:
Comments:
Security Code:
The Captcha library requires GD2 with FreeType support. Please see http://php.net/gd_info for more information.