Verified

Update OpSARSemeru 6 Juli 2015: 2 Juli 2015, Budiawan Pendaki #Semeru Tersesat dan Terjatuh Dijurang: Korban Luka dibawa ke RS Lumajang

Lokasi     : Semeru
Tanggal     : Jul 7 2015
Jam     : 19:48 | WIB

Detail Informasi
Update OpSARSemeru 6 Juli 2015: 2 Juli 2015, Budiawan Pendaki #Semeru Tersesat dan Terjatuh Dijurang: Korban Luka dibawa ke RS Lumajang

Tim SAR sempat kesulitan evakuasi Budiawan dari puncak Semeru
Reporter : Darmadi Sasongko | Senin, 6 Juli 2015 18:40

Merdeka.com - Tim SAR gabungan akhirnya berhasil mengevakuasi Budiawan, mahasiswa asal Bogor, Jawa Barat, yang jatuh di jurang puncak Gunung Semeru, Jawa Timur. Kini Budiawan sejak Rabu (1/7) tersebut dirawat di RSUD Dr Haryoto Lumajang.

"Tepatnya pukul 23.50 WIB survivor sudah tiba di Posko Tawon Songo dan langsung dibawa ke RSU Dr Haryoto Lumajang," kata Kepala Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) Ayu Dewi Utari saat dihubungi wartawan, Senin (6/7).

Kata Ayu, tim mengalami kesulitan karena korban sama sekali tidak bisa berjalan. Kondisi korban cukup sulit untuk dievakuasi.

Sejak ditemukan titik lokasi jatuhnya korban di Blok Jurang Blank 75, tim harus memberikan perawatan terlebih dahulu sebelum dibawa ke Dusun Tawon Songo, Kecamatan Pasrujambe. Seluruh tubuh korban harus dipasang spalk untuk kemudian dibawa menggunakan tandu.

Korban berhasil dievakuasi berkat kerja keras semua pihak. Sehingga korban bisa selamat dan segera mendapat perawatan di rumah sakit.

Tim sebelumnya harus berkemah di tengah hutan pada Sabtu (4/7). Medan evakuasi yang naik turun bukit, membuat tim butuhkan kehati-hatian membawa korban. Evakuasi dilakukan secara estafet oleh tim SAR gabungan dari Lumajang berjumlah 20 orang.

Pihak TNBTS telah menyerahkan korban kepada pihak keluarga. Oleh orangtua korban, sementara dilakukan perawatan di rumah sakit tersebut.

"Kalau melihat kondisinya, kayaknya lukanya agak berat, karena itu tim sangat berhati-hati saat mengevakuasi korban," katanya.

Sebelumnya pada Kamis (2/7) pukul 14.00 WIB, pihak TNBTS menerima laporan dari anggota rombongan bernama Nofrian Samara Palumpun. Dia melaporkan kalau temannya hilang di jalur Puncak Mahameru ke Kalimati sejak Rabu (1/6).

Mereka, pada Senin (29/6) bersama 2 orang yang yang lain melapor ke petugas di Resort Ranu Pani untuk melakukan pendakian hingga Kalimati. Rombongan dipimpin Budiawan berangkat pukul 13.00 WIB, sampai di Ranu Kumbolo malam harinya kemudian istirahat dan bermalam.

Pada Selasa (30/6) pukul 09.00 WIB, rombongan berangkat menuju Kalimati dan sampai pukul 14.00 WIB sampai di Kalimati.

Di hari yang sama pukul 23.30 WIB, dua orang yaitu Budiawan dan Nofrian Samara Palumpun berangkat menuju puncak Mahameru. Sedangkan seorang temannya bernama Tria Oktaviani (22) tinggal di Kalimati menunggu di tenda.

Rabu (1/7) pukul 05.30 WIB Budiawan sampai dulu di puncak, sedangkan Nofrian baru sampai pukul 05.50 WIB.

Karena terasa dingin, Budiawan turun lebih dulu pada pukul 06.00 WIB dan Nofrian 06.30 WIB. Saat itu pendaki-pendaki yang lain masih banyak yang sedang mendaki menuju puncak.

Rabu (1/7) pukul 08.00 WIB Nofrian sampai di Kalimati dan ternyata Budiawan belum sampai di tenda, yang ditunggu oleh Tria Oktaviani. Selanjutnya kedua orang tersebut bertanya ke pendaki-pendaki lain tetapi tidak ada yang tahu.

Rabu (1/7) pukul 10.00 WIB Nofrianto berinisiatif mencari korban di Arcopodo, namun tidak ada tanda-tanda. Akhirnya kembali turun ke tenda. Kemudian pada pukul 14.00 WIB naik lagi ke Arcopodo untuk mencari korban dan tidak juga ditemukan. Mereka memutuskan untuk bermalam lagi di Kalimati menunggu Budiawan.

Pada Kamis (2/7) pukul 08.00 WIB Nofrianto dan Tria segera turun menuju Ranu Pane untuk melaporkan kejadian kepada petugas.
[cob]

http://www.merdeka.com/peristiwa/tim-sar-sempat-kesulitan-evakuasi-budiawan-dari-puncak-semeru.html

_____________________

Update OpSARSemeru 6 Juli 2015: 2 Juli 2015, Budiawan Pendaki #Semeru Tersesat dan Terjatuh Dijurang: Korban Luka dibawa ke RS Lumajang

Tim SAR Berhasil Evakuasi Pendaki Semeru Jatuh di Blank 75
Senin, 06 Juli 2015 11:18:12
Reporter : Harry Purwanto

Lumajang(beritajatim.com) - Tim SAR Gabungan berhasil mengevakuasi Budiawan asal Bogor yang tersesat di Gunung Semeru. Kini pendaki yang tersesat tersebut dirawat di RSUD Dr Haryoto Lumajang.

"Tadi malam sekitar jam sebelas lebih, pendaki berhasil di evakuasi ke Tawon Songo dan dibawa ke rumah sakit," kata Kepala Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Ayu Dwi Utari saat dihubungi, Senin(6/7/2015).

Lanjut dia, survivor berhasil dievakuasi berkat kerja keras semua pihak. Sehingga, korban selamat dan bisa dirawat di rumah sakit. "Kami ucapkan banyak terima kasih semuanya," ungkap Ayu.

Komandan SAR Lumajang, Nugroho Dwi Atmoko mengatakan, proses evakuasi melalui jalur tawon songo dengan dibanti semua pihak. Survivor bisa kembali ke orang tuanya.

"Ini berkah Ramadhan, semoga korban cepat sembuh dan terima kasih semuanya," terangnya. (har/ted)

http://beritajatim.com/peristiwa/242416/tim_sar_berhasil_evakuasi_pendaki_semeru_jatuh_di_blank_75.html#.VZqLUKFgxF8
_______________________

Update OpSARSemeru Update 6 Juli 2015: 2 Juli 2015, Budiawan Pendaki #Semeru Tersesat dan Terjatuh Dijurang: Evakuasi

Pendaki yang Hilang di Gunung Semeru Ditemukan
Senin, 6 Juli 2015 | 11:38 WIB

LUMAJANG, KOMPAS.com - Budiawan (21), pendaki yang jatuh ke jurang Gunung Semeru (3.676 mdpl) dan sempat dinyatakan hilang, ditemukan dalam keadaan selamat. Tim penyintas (survivor) membawa korban ke Rumah Sakit Umum Bhayangkara Lumajang, Jawa Timur, Senin (6/7/2015) dini hari.

"Tim survivor tiba di Posko Tawon Songo pada Minggu (5/7/2015) malam pukul 23.50 WIB dan langsung dibawa ke RSU Bhayangkara Lumajang oleh orang tuanya," kata Kepala Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) Ayu Dewi Utari saat dihubungi di Lumajang.

Budiawan, mahasiswa asal Desa Jampang, Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, itu sempat dinyatakan hilang dan tersesat di sekitar jurang yang memiliki kedalaman 75 meter atau biasa dikenal dengan Blok Jurang Blank 75. Rekan korban baru melaporkannya ke Pos TNBTS di Ranu Pani, Kamis (2/7/2015).

Menurut Ayu, evakuasi korban sempat terkendala karena medan jurang yang cukup berat dan membahayakan bagi tim SAR. Korban juga ditemukan dalam kondisi luka berat dan patah tulang di beberapa bagian tubuhnya akibat terjatuh ke jurang.

"Suhu di puncak gunung tertinggi di Pulau Jawa itu sangat ekstrem yakni minus 10 derajat celcius sehingga tim survivor juga harus mempertimbangkan kondisi mereka untuk membawa turun korban ke Posko Tawon Songo di Kecamatan Pasrujambe, Kabupaten Lumajang," paparnya.

Dia mengatakan pendaki tersebut nekat naik ke puncak Semeru (Mahameru) dan tersesat saat turun dari puncak padahal pihak TNBTS hanya merekomendasikan jalur pendakian gunung yang berada di perbatasan Kabupaten Lumajang-Malang itu hingga batas Pos Kalimati.

"Kami akan memberikan sanksi kepada pendaki yang bersangkutan dengan tidak memberikan izin untuk melakukan pendakian ke Gunung Semeru lagi," katanya.

Ayu mengimbau kepada para pendaki untuk tidak nekat menerobos batas pendakian yang ditentukan yakni di Pos Kalimati, agar kejadian serupa tidak terulang kembali.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) merekomendasikan pendakian hingga Kalimati karena gunung tertinggi di Pulau Jawa itu berstatus Level II (Waspada), sehingga masyarakat atau pendaki tidak boleh melakukan aktivitas pada radius 4 kilometer dari Mahameru karena sangat berbahaya.
Editor : Caroline Damanik
Sumber : Antara

http://regional.kompas.com/read/2015/07/06/11382431/Pendaki.yang.Hilang.di.Gunung.Semeru.Ditemukan
______________________

Update Update OpSARSemeru 6 Juli 2015: 2 Juli 2015, Budiawan Pendaki #Semeru Terjatuh Dijurang: Korban Luka Dievakuasi Ke RS

Pendaki Jatuh di Jurang Semeru Dibawa ke RS
Senin, 06 Juli 2015, 07:37 WIB

REPUBLIKA.CO.ID, LUMAJANG -- Tim penyintas (survivor) membawa Budiawan (21), pendaki yang jatuh ke jurang Gunung Semeru ke Rumah Sakit Umum Bhayangkara Lumajang, Jawa Timur, Senin (6/7) dini hari.

"Tim survivor tiba di Posko Tawon Songo pada Minggu (5/7) malam pukul 23.50 WIB dan langsung dibawa ke RSU Bhayangkara Lumajang oleh orang tuanya," kata Kepala Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) Ayu Dewi Utari saat dihubungi di Lumajang.

Budiawan (21) mahasiswa asal Desa Jampang, Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, dinyatakan hilang dan tersesat di sekitar jurang yang memiliki kedalaman 75 meter atau biasa dikenal dengan Blok Jurang Blank 75 dan teman korban baru melaporkan ke Pos TNBTS di Ranu Pani pada Kamis (2/7).

Menurutnya, evakuasi korban sempat terkendala karena medan jurang yang cukup berat dan membahayakan bagi tim SAR, serta korban mengalami luka berat dan patah tulang di beberapa bagian tubuhnya akibat terjatuh ke jurang di gunung dengan ketinggian 3.676 mdpl itu.

"Suhu di puncak gunung tertinggi di Pulau Jawa itu sangat ekstrem yakni minus 10 derajat celcius, sehingga tim survivor juga harus mempertimbangkan kondisi mereka untuk membawa turun korban ke Posko Tawon Songo di Kecamatan Pasrujambe, Kabupaten Lumajang," paparnya.

Ia mengatakan pendaki tersebut nekat naik ke puncak Semeru (Mahameru) dan tersesat saat turun dari puncak, padahal pihak TNBTS hanya merekomendasikan jalur pendakian gunung yang berada di perbatasan Kabupaten Lumajang-Malang itu hingga batas Pos Kalimati.

"Kami akan memberikan sanksi kepada pendaki yang bersangkutan dengan tidak memberikan izin untuk melakukan pendakian ke Gunung Semeru lagi," katanya.

Ayu mengimbau kepada para pendaki untuk tidak nekat menerobos batas pendakian yang ditentukan yakni di Pos Kalimati, agar kejadian serupa tidak terulang kembali.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) merekomendasikan pendakian hingga Kalimati karena gunung tertinggi di Pulau Jawa itu berstatus Level II (Waspada), sehingga masyarakat atau pendaki tidak boleh melakukan aktivitas radius 4 kilometer dari Mahameru karena sangat berbahaya.

http://www.republika.co.id/berita/nasional/daerah/15/07/06/nr1iq2-pendaki-jatuh-di-jurang-semeru-dibawa-ke-rs

_________________________
Update Update OpSARSemeru 4 Juli 2015: 2 Juli 2015, Budiawan Pendaki #Semeru Tersesat dan Terjatuh Dijurang: Evakuasi Opsarasi SAR Semeru

Pendaki Tersesat di Gunung Semeru
Tim SAR Evakuasi Korban Terjatuh di Blank 75
Sabtu, 04 Juli 2015 09:50:44
Reporter : Harry Purwanto

Lumajang (beritajatim.com) - Tim SAR yang mengevakuasi Budiawan, pendaki Gunung Semeru yang tersesat dan jatuh di jurang Blank 75 mulai bergerak menuju Pos Pendakian Kuno Tawon Songo, Desa/Kecamatan Pasrujambe, Sabtu (04/07/2015) pagi.

Komandan SAR Kabupaten Lumajang, Nugroho Dwi Atmoko mengatakan, saat ini tim evakuasi bergerak turun dari Blank 75 usai memulihkan stamina survivor. Dari kabar tim Advance, kondisi Budiawan untuk tangan dan kakinya bisa digerakan untuk jalan. "Jadi survivor dievakusi dengan dibopong," paparnya.

Sementara 20 anggota Tim SAR gabungan dari TNI, Polri dan Basarnas sudah berangkat dari Tawon Songo melakukan penjemputan dengan peralatan lengkap. "Evakuasi tetap dengan estafet," ujar Nugroho. [har/kun]

http://beritajatim.com/peristiwa/242280/tim_sar_evakuasi_korban_terjatuh_di_blank_75.html#.VZqLoaFgxF8

_____________________

Update Update OpSARSemeru 4 Juli 2015: 2 Juli 2015, Budiawan Pendaki #Semeru Tersesat dan Terjatuh Dijurang: Evakuasi dilakukan 5 Juli 2015

Evakuasi Pendaki Terjatuh di Blank 75 Semeru Esok Pagi
Sabtu, 04 Juli 2015 00:01:29
Reporter : Harry Purwanto

Lumajang(beritajatim.com) - Proses evakuasi terhadap pendaki asal Bogor yakni, Budiawan dikabarkan oleh tim SAR akan dilakukan, Sabtu (04/07/2015) pagi.

Pasalnya, korban tidak bisa langsung dievakuasi harus dilakukan perawatan sebelum dibawa ke Dusun Tawon Songo Desa/Kecamatan Pasrujambe.

"Informasi rekan-rekan SAR diatas, evakuasi besok, tidak bisa dilakukan malam hari," kata Komandan SAR Lumajang, Nugroho Dwi Atmoko saat dihubungi beritajatim.com, Jum'at(03/07/2015) malam.

Menurut dia, evakuasi pada malam hari sangat rawan, karena harus menembus hutan rimba Semeru. Selain itu, petugas SAR diatas masih kurang dan menunggu kedatangan porter.

"Ada 10 orang porter yang akan mengevakuasi dari Blank 75 ke Tawon Songo," jelasnya.

Proses evakuasi akan dilakukan secara estafet, karena pendaki dibawa dengan tandu. Jumlah personel SAR gabungan dari Lumajang yang akan menjemput ada sekitar 20 orang.

"20 orang SAR gabungan sudah siap, besok bergerak dari pos Tawon Songo ke titik-titik penjemputan," paparnya.(har/ted)

http://beritajatim.com/peristiwa/242261/evakuasi_pendaki_terjatuh_di_blank_75_semeru_esok_pagi.html#.VZqL-qFgxF8

__________________________

Update OpSARSemeru 2 Juli 2015, Budiawan Pendaki #Semeru Tersesat dan Terjatuh Dijurang Ditemukan 3 Juli 2015: Luka-Luka

Medan Sulit, Evakuasi Pendaki Terjatuh di Blank 75 Semeru Lama
Jum'at, 03 Juli 2015 22:25:34
Reporter : Harry Purwanto

Lumajang(beritajatim.com) - Evakuasi pendaki yang tersesat di Gunung Semeru dan Jatuh ke Blank 75 di perkirakan akan memakan waktu lama. Pasalnya, Budiawan pendaki asal Bogor ditandu dengan kondisi luka disekujur tubuh dan kepalanya.

"Jadi kalau pendaki dievakuasi dengan ditandu, bisa memakan waktu lama, beda dengan sebelum-sebelumnya," kata Komandan SAR Lumajang, Nugroho Dwi Atmoko kepada beritajatim.com saat dihubungi, Jum'at(03/07/2015) malam.

Lanjut dia, proses evakuasi pada korban, perlu kehati-hatian bila memang ada luka ditubuhnya dan terpaksa ditandu oleh tim SAR. Apalagi, medan untuk evakuasi lewat tawon songo yang lebih menurun dan mendatar memudahkan tim evakuasi.

"Jadi beda, dengan pendakian yang tewas atau yang masih bisa jalan. Jadi evakuasi tidak bisa diperkirakan memakan waktu jam-an, bisa-bisa minggu baru tiba di Tawon Songo" paparnya.

Untuk proses evakuasi ada tim SAR Gabungan, TNBTS, SARKAB, BASARNAS, KODIM 0821, Batalyon dibantu dari Ambulance RS Bhayangkara.(har/ted)

http://beritajatim.com/peristiwa/242255/medan_sulit,_evakuasi_pendaki_terjatuh_di_blank_75_semeru__lama.html#.VZqMMqFgxF8

_______________________

Update OpSARSemeru 2 Juli 2015, Budiawan Pendaki #Semeru Tersesat dan Terjatuh Dijurang Ditemukan 3 Juli 2015: Luka-Luka

Evakuasi Pendaki Asal Bogor di Blank 75 Semeru Pakai Tandu
Jum'at, 03 Juli 2015 17:34:53
Reporter : Harry Purwanto

Lumajang(beritajatim.com) - Budiawan pendaki asal Bogor yang jatuhdi jurang Blank 75 dilakukan dengan tandu. Pasalnya, korban mengalami luka di sekujur tubuhnya dan bagian kepala.

"Kalau luka detailnya tidak tahu, tapi kita evakuasi dengan tandu. Karena ada luka di kepala" kata Kepala Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Ayu Dwi Utari saat dihubungi, Jum'at (3/7/2015).

Kondisi korban diangkat dari Blank 75 sekitar jam 13.00 WIB siang. Petugas yang dikerakan 4 tim Advance dan 6 tim gabungan SAR serta Porter.

"Ini mungkin proses perjalanan evakuasi ke Tawon Songo," ungkapnya.

Korban pendaki tersesat akan dirawat di Rumah Sakit Lumajang. Sedangkan mobil ambulance evakuasi sudah siaga di Dusun Tawon Songso Desa/Kecamatan Pasrujambe.

"Kita kawal, semua petugas sudah stand by," terang Ayu. (har/ted)

http://beritajatim.com/peristiwa/242235/evakuasi_pendaki_asal_bogor_di_blank_75_semeru_pakai_tandu.html#.VZqMXaFgxF8
________________________

Update OpSARSemeru 2 Juli 2015, Budiawan Pendaki #Semeru Tersesat dan Terjatuh Dijurang Ditemukan 3 Juli 2015: Luka-Luka

Jum'at, 3 Juli 2015 - 16:36 wib
Pendaki Semeru Asal Tangerang Hilang sejak Kamis

MALANG - Seorang pendaki Gunung Semeru asal Tangerang bernama Budiawan dilaporkan hilang sejak Kamis 2 Juli 2015 sekira pukul 14.10 WIB. Korban diketahui beralamat di Jalan Raya Jampang Parung, RT 01 RW 05, Desa Jampang, Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Kepala Balai Besar Taman Nasional Bromo-Tengger-Semeru, Ayu Dewi Utari, menginformasikan korban tersesat di jalur pendakian dari Puncak Mahameru menuju Pos Kalimati sejak Rabu 1 Juli 2015 pukul 06.30 WIB.

"Mereka rombongan tiga orang berangkat naik Senin dengan tujuan Kalimati," kata Kepala BB TNBTS, Ayu Dewi Utari, Jumat (3/7/2015).

Sesampai di Kalimati, Selasa 30 Juni 2015, sekira pukul 23.30 WIB, Budiawan dan Nofrian Samara Palumpun bersama pendaki lainnya mendaki Puncak Mahameru. Sementara temannya, Tria Oktaviani, menunggu tenda di Kalimati.

Budiawan sampai terlebih dulu di Puncak Mahameru kemudian disusul Nofrian. Budiawan lalu memutuskan turun lebih dulu pukul 06.00 WIB karena merasa kedinginan. Namun saat Nofrian sampai di Kalimati, Budiawan belum sampai.

Mereka bertanya-tanya ke pendaki lain tapi tidak ada yang mengetahui. Mereka juga sempat mencari hingga Arcopodo tapi tidak menemukan Budiawan. Keduanya lalu segera turun pada Kamis 2 Juli 2015 dan melaporkan ke Pos Ranupane.

Petugas yang mendapat laporan langsung mengirim tim advance untuk observasi lokasi kejadian. Tim sebanyak lima orang yang terdiri dari petugas TNBTS, porter, dan volunter.

"Tim berangkat pada Kamis pukul 16.00 WIB dengan target penyisiran di Kalimati, Blok Blank 75, Arcopodo, dan Sumber."

Ayu mengatakan, Budiawan berhasil ditemukan hari ini dan diketahui terjatuh di kawasan Blank 75. "Saat ini tengah proses evakuasi melalui Jalur Tawon Songo," jelas Ayu.
(fid)

http://news.okezone.com/read/2015/07/03/519/1175914/pendaki-semeru-asal-tangerang-hilang-sejak-kamis
________________________

Update OpSARSemeru Budiawan Pendaki #Semeru Tersesat dan Terjatuh Dijurang 2 Juli 2015: Luka-Luka

Pendaki Semeru Tersasar di Zona Tengkorak
Korban ditemukan selamat dan mengalami luka di kepala.
Jum'at, 3 Juli 2015 | 17:45 WIB
Oleh : Harry Siswoyo, D.A. Pitaloka (Malang)

VIVA.co.id - Seorang pendaki Gunung Semeru asal Tangerang, ditemukan terjatuh di Blank 75 atau lazim dikenal zona tengkorak di jalur pendakian Kalimati dan puncak.

Pendaki bernama Budiawan ditemukan dalam kondisi selamat meski mengalami luka di kepalanya.

"Saat ini proses evakuasi sedang berlangsung, korban ditemukan selamat dan terjatuh di titik blank 75,” kata Kepala Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, Ayu Dewi Utari, Jumat 3 Juli 2015.

Budiawan, sebelumnya memang telah dilaporkan hilang pada Kamis 2 Juli 2015 oleh dua rekan korban sejak memulai pendakian pada Senin 29 Juni 2015.

Informasi terhimpun, Budiawan bersama dua rekannya, yakni Nofrian Samara Palumpun dan Tria Oktaviani, memulai pendakian dari Ranupane dan tiba pukul 13.00 di Ranukumbolo untuk bermalam.

Keesokan harinya, sekira pukul 09.00, ketiganya melanjutkan perjalanan menuju Kalimati dan tiba sekira pukul 14.00. Hingga kemudian pada pukul 23.30, Budiawan dan Nofrian meneruskan perjalanan menuju puncak. Sementara Tria tetap menunggu di tenda.

Diketahui, pada Rabu 1 Juli 2015 sekira pukul 05.30 WIB, Budiawan sampai lebih dulu di puncak, sedangkan Nofrian menyusul sampai di puncak selang 20 menit berikutnya.

Karena terasa dingin Budiawan turun lebih dulu pada pukul 06.00 disusul Nofrian yang turun pukul 06.30. Namun sekira pukul 08.00, Nofrian tak menjumpai Budiawan di tenda mereka di Kalimati.

Upaya pencarian awal pun dilakukan. Namun tak membuahkan hasil. Nofrian dan rekannya pun berinisatif untuk kembali ke bawah pada Kamis 2 Juli 2015 dan melaporkan hilangnya Budiawan.

"Saat ini tim sedang dalam perjalanan turun. Survivor (Budiawan) ditemukan pada pukul 10.35, pagi tadi,” tutur Ayu.

Dia berharap pendaki tidak lagi melanggar aturan yang diterapkan oleh BBTNBS, untuk berhenti di pos pendakian terakhir, Kalimati.

"Pendaki ini memisahkan diri dari rombongan dan tidak siap perbekalan karena kedinginan ketika di puncak. Bekal mental dan fisik serta mematui rambu dan berada dalam rombongan wajib dimiliki setiap pendaki,” katanya.

http://nasional.news.viva.co.id/news/read/646422-pendaki-semeru-tersasar-di-zona-tengkorak
Credibility: UP DOWN 0


Leave a Comment
Name:
Email:
Comments:
Security Code:
The Captcha library requires GD2 with FreeType support. Please see http://php.net/gd_info for more information.