Verified

Update #SARSemeru 13 Agustus 2015: MD; Dania Agustina Rahman, Luka; M. Rendika, Daniel Saroha: Ditemukan Selamat, OpSAR DiTutup

Lokasi     : Semeru
Tanggal     : Aug 14 2015
Jam     : 09:44 | WIB

Detail Informasi
Dua Hari Terjepit Batu Gunung Semeru Daniel Ditemukan
Oleh Yatti Chahyati pada Aug 14, 2015 | 09:43 WIB

Lumajang- Setelah sempat dinyatakan hilang di Gunung Semeru (3.676 mdpl), Daniel Saroha (31) akhirnya ditemukan, Daniel yang merupakan warga Bogor itu langsung di evakuasi dan sudah berada di Resort Ranupani Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Kamis (13/8) malam.

"Evakuasi survivor (korban selamat/penyintas) berjalan lancar dan kondisi Daniel Saroha hanya mengalami luka ringan di bagian kepala," kata Koordinator tim Basarnas dari Surabaya yang melalukan Operasi SAR di Semeru, Asnawi Suroso.

Seorang pendaki yang dilaporkan hilang di jalur pendakian Gunung Semeru, Daniel Saroha (31) warga Kampung Bojong Jengkol RT 002 RW 010 Desa Cileubut Barat, Bogor ditemukan selamat di kawasan Sumbermani.

"Survivor Daniel sempat berteriak minta tolong dan kebetulan ada penduduk setempat pencari pete yang mendengar teriakan itu, kemudian pencari pete itu mencari pertolongan," tuturnya.

Menurutnya, Daniel bertahan hidup di balik bongkahan batu dan tidak bergerak sama sekali untuk mempertahankan hidupnya selama dua hari dua malam di sana, sebelum dievakuasi oleh tim SAR gabungan.

"Dia survive dibalik batu karena tidak kuat lagi untuk berjalan. Tim rescue tidak menduga pendaki asal Bogor itu berada di Sumbermani, kami fokus pencarian di kawasan jurang sedalam 75 meter (Jurang Blank 75) yang biasanya pendaki tersesat di sana," paparnya.

Sementara Kepala Wilayah 2 TNBTS Kabupaten Lumajang, Ahmad Susdjoto, mengatakan korban ditemukan dalam kondisi selamat dan hanya mengalami luka ringan di bagian kepala.

"Kondisinya survivor sehat dan tidak mengalami patah tulang, bahkan saat dievakuasi ke Ranupani bisa berjalan sendiri sambil dibantu oleh tim SAR," katanya.

Dengan ditemukan pendaki yang hilang, lanjutnya, jalur pendakian gunung tertinggi di Pulau Jawa tersebut kembali dibuka pada Jumat pagi, setelah ditutup sementara pada Kamis (13/8) karena kegiatan "Open SAR".

Daniel sempat mendapatkan perawatan medis di Resort Ranupani untuk mengobati sejumlah luka-lukanya, kemudian dibawa keluarganya untuk pulang ke Bogor. (*)

Source: Antara


--------------------------------

Update #SARSemeru 13 Agustus 2015: MD; Dania Agustina Rahman, Luka; M. Rendika, Daniel Saroha: Ditemukan Selamat, OpSAR DiTutup

SAR TRENGGANA
@SARtrenggana
Smoga kjadian utk yg ksekian kalinya ini mnjdi plajaran bagi kita smua.. #SARsemeru #SalamKemanusiaan pic.twitter.com/A8fPBuRlKb
11:07pm · 13 Aug 2015 · Twitter for Android

SAR TRENGGANA
@SARtrenggana
Kemudian utk yg brtanya soal pendakian #Semeru kmbali dibuka/tidak, kami tdk akan mnjwqb prtnyaan tsb.. silahkn lsg brtnya pd pihak TNBTS.
10:58pm · 13 Aug 2015 · Twitter for Android

SAR TRENGGANA
@SARtrenggana
Dan utk Sahabat kita #Dania yg telah meninggalkan kita semua, smoga diberi tempat yg indah di sisi Tuhan YME.. #SARsemeru
10:52pm · 13 Aug 2015 · Twitter for Android

SAR TRENGGANA
@SARtrenggana
Yang paling penting, saudara kita sdh diketemukan dengan selamat... #HilangKontak #SARsemeru
10:50pm · 13 Aug 2015 · Twitter for Android

SAR TRENGGANA
@SARtrenggana
#NewsRelease : #DanielSaroha saat ini perjalanan menuju RSSA Malang brsm tim.. posisi terakhir berada di jemplang. #SARsemeru
8:20pm · 13 Aug 2015 · Twitter for Android

SAR TRENGGANA
@SARtrenggana
Gambar trbaru #DanielSaroha utk kterangan lbh lanjut bntar lagi yaa... yg penting sdr kita udh ditemukan dgn slmt pic.twitter.com/RYtk6J3Rha
8:19pm · 13 Aug 2015 · Twitter for Android

SAR TRENGGANA
@SARtrenggana
#DanielSaroha saat ini mnju RSSA malang
Translate Tweet
8:09pm · 13 Aug 2015 · Twitter for Android

-------------------------------

Pendaki yang Hilang di Gunung Semeru Ditemukan
Kamis, 13 Agustus 2015 | 15:43 WIB

TEMPO.CO, Jakarta - Daniel Saroha, pendaki yang hilang di Gunung Semeru sejak Selasa lalu, berhasil ditemukan tim search and rescue (SAR) pada Kamis siang ini, 13 Agustus 2015. Pria berusia 31 tahun yang beralamat tempat tinggal di RT 02 RW 01, Kampung Bojong Jengkol, Desa Cilebut Barat, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, itu ditemukan tim SAR di Sumber Mani. Daniel dilaporkan hanya mengalami lecet-lecet terutama di bagian kaki.

“Alhamdulillah, survivor (penyintas) sudah ditemukan di titik Sumber Mani dalam keadaan selamat dan sehat. Survivor segera dievakuasi ke Ranupani,” kata Kepala Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) Ayu Dewi Utari.

Namun, Ayu enggan memberi keterangan lebih banyak lagi karena dia pun masih menunggu laporan dari tim SAR. “Saya belum bisa beri banyak komentar tentang kondisi detail Daniel dan kronologinya bisa tersesat sampai ditemukan di Sumber Mani,” ujar Ayu.

Sumber Mani berlokasi di antara Pos Arcopodo dan Pos Kalimati. Masing-masing merupakan basecamp atau pos kesembilan dan kedelapan dari sepuluh rute pendakian dari Pos Ranupani ke Mahameru, nama puncak Gunung Semeru.

--------------------------------

Ini Kronologi Jatuhnya Batu yang Tewaskan Pendaki Gunung Semeru
13 Aug 2015 09:00:19 WIB
Yoga Aditia yang juga menjadi korban, menceritakan bagaimana peristiwa itu terjadi.

WowKeren.com - Dua orang pendaki dilaporkan tertimpa batu besar yang jatuh dari puncak Gunung Semeru pada Rabu (12/8). Satu orang tewas dan lainnya mengalami patah kaki.

Dania Agustina, pendaki asal Sukabumi, mengalami luka pada bagian kepala dan patah kaki kiri dan meninggal dunia di peristiwa ini. Sedangkan korban lainnya yang terluka diketahui atas nama M Rendika, warga Deli Serdang, Sumut.

Yoga Aditia, adik M Rendika yang juga menjadi korban, kemudian menceritakan bagaimana kronologi insiden tersebut. Seperti dilansir dari liputan6, Yoga yang mengalami patah tulang pada kaki kanan, mengungkap kalau kejadiannya berlangsung sangat cepat.

"Saat itu kejadiannya sangat cepat, tiba-tiba ada pendaki di atas kami yang berteriak batu jatuh," kata Yoga di RS Syaiful Anwar Malang, Jawa Timur. Diceritakan Yoga, ia dan kakaknya serta rombongan besar pendaki meneruskan perjalanan ke puncak pada Rabu (12/8) dini hari. Saat itu, perjalanan menuju puncak sudah padat dengan pendaki.

"Mungkin saat itu sudah ada sekitar 200 pendaki yang berjalan beriringan menuju puncak," tambah Yoga. "Satu di antara pendaki yang berjalan beriringan dengan kami itu ya korban Dania. Saya tak mengenalnya karena kami berbeda rombongan."

Saat sudah dekat dengan puncak Semeru, diduga ada seorang pendaki yang salah menginjak dan menyebabkan bongkahan batu besar jatuh ke bawah. Batu menggelinding dengan cepat dan sekumpulan para pendaki menghindar dengan mengambil posisi ke sebelah kanan.

"Kami perkirakan batu itu akan jatuh ke arah kiri, tapi batu itu menghantam tebing dan terbelah jadi dua lalu memantul ke arah kanan menimpa kami," cerita Yoga. Dania yang rupanya sedang dalam posisi duduk beristirahat tak siap menghindari batu itu dan meninggal setelah batu menghantam kepalanya.

"Korban saat itu sepertinya sudah dalam posisi tak kuat menuju puncak, tapi terus disemangati oleh kawannya agar melanjutkan perjalanan," tutup Yoga. "Dia dalam posisi tak siap saat batu itu jatuh dari atas."

Sementara itu, usai kejadian, para pendaki menghentikan perjalanan. Mereka sepakat turun membawa jenazah Dania dengan membuat tandu memakai peralatan seadanya. (wk/kr)

http://www.wowkeren.com/berita/tampil/00081712.html
----------------------------------

Kronologi Tragedi Semeru

Kronologi lengkap Dania tertimpa batu besar di Semeru
Posted on 13/08/2015 by wirokatul

Dua orang pendaki Gunung Semeru tertimpa batu besar yang jatuh dari puncak gunung tertinggi di pulau Jawa itu. Akibat kejadian ini, seorang pendaki bernama Dania Agustina Rahman (19)meninggal dunia, sedangkan satu pendaki lagi bernama M Rendyka mengalami patah kaki.

Korban Dania Agustina Rahman diketahui merupakan warga Jalan Arif Rahman Hakim Perbata No.4 RT 04 RW 04 Kelurahan Benteng, Kecamatan Warudoyong, Sukabumi, Jawa Barat. Info yang didapat Dania merupakan mahasiswi Universitas Pasundan (Unpas) Bandung. Korban mengalami luka pada bagian kepala dan patah kaki kiri. Jenazah korban pada Rabu 12 Agustus 2015 malam tadi dibawa menuju Rumah Sakit Umum Lumajang, Jawa Timur.

Sementara korban M Rendyka, mahasiswa Universitas Harapan Mandiri Medan, Sumatera Utara dan merupakan warga Jalan Penguin 7 No.157 Dusun Kenanga Baru, Kecamatan Pecut Sei Tuan, Deliserdang ini kini dirawat di RS Syaiful Anwar Malang, Jawa Timur. Rencananya, korban akan menjalani operasi atas patah kaki kanan yang dideritanya.

“Kejadian sekitar pukul 05.45 pagi dengan lokasi kejadian keduanya sama, hanya sekitar 30 menit lagi saat perjalanan menuju puncak. Keduanya tertimpa batu besar yang jatuh dari puncak Semeru,” kata Kepala Bagian Data dan Humas Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS) Khairun Nisa melalui pesan pendek di Malang, Rabu 12 Agustus malam.

Kedua pendaki itu berasal dari rombongan yang berbeda. Kebetulan saat itu keduanya bersama rombongan masing-masing dalam perjalanan menuju puncak Semeru.

Ironisnya, peristiwa ini hanya berselang 2 hari dari kabar hilangnya Daniel Saroha (31), warga Kampung Bojong Jengkol RT 02/ RW 10 Desa Cilebut Barat, Bogor, Jawa Barat. Apalagi pencarian terhadap pendaki ini juga belum membuahkan hasil.

“Semeru berduka, sekarang Gunung Semeru kita tutup total untuk pendakian sampai ditemukannya survivor atas nama Daniel Saroha,” tandas Nisa.

Kronologi

Adik dari M Rendyka, Yoga Aditia (18) menceritakan, Yoga dan kakaknya Rendyka tiba di Malang pada Senin 10 Agustus lalu. Mereka bertemu dengan 17 pendaki lainnya di Stasiun Kota Baru Malang dan bergabung menjadi rombongan besar. Mereka memilih naik langsung ke Gunung Semeru dan mendirikan tenda di Pos Kalimati. Pada Rabu dini hari mereka meneruskan perjalanan menuju puncak.

Menurut Yoga, perjalanan menuju puncak Semeru saat itu sudah penuh sesak dipadati oleh para pendaki dengan tujuan yang sama. Peristiwa nahas itu sendiri terjadi pada Rabu pagi sekitar pukul 05.45.

“Mungkin saat itu sudah ada sekitar 200 pendaki yang berjalan beriringan menuju puncak. Satu di antara pendaki yang berjalan beriringan dengan kami itu ya korban Dania. Saya tak mengenalnya karena kami berbeda rombongan,” ujar Yoga di RS Syaiful Anwar Malang, Jawa Timur, Rabu malam.

Saat puncak Semeru sudah diambang mata, peristiwa nahas itu terjadi. Diduga ada pendaki yang salah menginjak dan menyebabkan bongkahan batu besar jatuh ke bawah. Batu menggelinding dengan cepat dan sekumpulan para pendaki memilih menghindar dengan mengambil posisi ke sebelah kanan.

“Saat itu kejadiannya sangat cepat, tiba-tiba ada pendaki di atas kami yang berteriak batu jatuh. Kami perkirakan batu itu akan jatuh ke arah kiri, tapi batu itu menghantam tebing dan terbelah jadi dua lalu memantul ke arah kanan menimpa kami,” ucap Yoga.

Yoga bisa menghindar, tapi batu itu menghantam kaki kakaknya, M Rendyka. Sedangkan korban Dania yang saat itu hanya berjarak sekitar 3 meter dari keduanya dalam posisi duduk beristirahat. Dania tak siap menghindari batu itu dan meninggal seketika setelah dihantam batu tepat dibagian kepalanya.

“Korban saat itu sepertinya sudah dalam posisi tak kuat menuju puncak, tapi terus disemangati oleh kawannya agar melanjutkan perjalanan. Dia dalam posisi tak siap saat batu itu jatuh dari atas,” ungkap Yoga sebagaimana dilansir Liputan6.com.

Para pendaki memilih menghentikan perjalanan menuju puncak dan bersepakat untuk turun dan membawa jenazahh Dania turun ke bawah menuju Pos Ranupani. “Kami membuat tandu dengan peralatan seadanya untuk membawa jenazah korban turun ke bawah,” kata Hendry.

Daniel Sahora

Sekadar informasi tambahan yang penting, untuk pendaki yang tersesat di Gunung Semeru, Daniel Saroha hingga kini masih dicari tim gabungan. Keluarganya berharap untuk keselamatan Daniel dengan menggelar doa bersama di rumahnya, RT 2 RW 10, Kampung Bojong Jengkol, Desa Cilebut Barat, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Adapun kronolognya begini, saat itu Daniel Saroha mendaki Gunung Semeru bersama rombongan yang berjumlah 21 orang pada Selasa 11 Agustus 2015 sore. Setelah tiba di Puncak Mahameru, Daniel bersama rombongan turun dari gunung.

Terakhir Daniel terlihat pukul 11.00 WIB di batas vegetasi terakhir. Ketika ditunggu hingga pukul 14.00 WIB, Daniel tidak juga muncul. Lalu rombongan pun turun ke Kalimati meminta bantuan porter dan saver. Pencarian dilanjutkan lagi di sekitar Arcopodo, tapi belum juga berhasil ditemukan.

Semoga lekas ditemukan selamat.
___________________________

Rabu, 12 Agustus 2015 | 23:18
Jenazah pendaki Semeru dievakuasi ke RSU Haryoto

Lumajang - Jenazah pendaki Gunung Semeru, Dania Agustina Rahman (19) warga Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, dievakuasi tim SAR gabungan menuju ke Rumah Sakit Umum dr Haryoto Kabupaten Lumajang, Rabu malam.

"Jenazah dievakuasi dari jalur pendakian Semeru menuju Ranu Pane, selanjutnya dibawa dengan mobil ambulans menuju ke RSU dr Haryoto Lumajang," kata Kepala Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) Ayu Dewi Utari saat dihubungi dari Lumajang.

Saat petugas TNBTS bersama tim SAR gabungan melakukan penyisiran untuk mencari pendaki yang hilang dan tersesat di Gunung Semeru, Daniel Saroha (31) warga Bogor, namun tim SAR justru menemukan dua pendaki yang kondisinya tidak baik yakni meninggal dunia dan terluka.

Pendaki yang meninggal dunia atas nama Dania Agustina Rahman (19), perempuan, berat badan 60 kilogram, tinggi 170 cm yang beralamatkan di Jalan A.R. Hakim Perbata Nomor 4 RT 04 RW 04 Kelurahan Benteng, Kecamatan Warudoyong, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

Sedangkan pendaki yang mengalami patah kaki bernama M. Rendika (18) beralamatkan di Jalan Penguin 7 Nomor 157 Desa Kenanga Baru, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deliserdang, Medan, Sumatera Utara.

"Kami sudah menghubungi keluarga pendaki yang meninggal dunia dan mereka dalam perjalanan menuju ke RSU dr Haryoto Lumajang, sedangkan pendaki yang mengalami patah tulang dirujuk ke Rumah Sakit Umum Syaiful Anwar Malang yang didampingi adiknya bersama tim Tagana dan PMI ke rumah sakit setempat," paparnya.

Ayu menjelaskan pendaki perempuan yang meninggal tersebut ditemukan sekitar 200 meter di bawah puncak Semeru (Mahameru) dan penyebab meninggalnya korban karena tertimpa batu besar yang terjatuh dari puncak.

"TNBTS sudah melarang pendaki untuk naik ke puncak gunung tertinggi di Pulau Jawa itu, namun masih saja banyak pendaki yang nekat menerobos naik ke Mahameru," keluhnya.

Sementara itu, petugas TNBTS bersama tim SAR gabungan belum menemukan pendaki asal Bogor yang hilang di jalur pendakian Semeru usai korban naik ke puncak Semeru.

"Semeru berduka dan mulai besok Kamis (13/8) dilakukan Open SAR untuk mencari pendaki Daniel yang belum ditemukan," katanya.

Dengan demikian, tercatat satu pendaki meninggal, satu pendaki terluka, dan satu pendaki masih dinyatakan hilang di jalur pendakian Gunung Semeru yang memiliki ketinggian 3.676 meter dari permukaan laut (mdpl).

/AF

Antara


----------------------------

SAR TRENGGANA
@SARtrenggana
Jenazah Dania Agustina Rachman, 19 tahun siang tadi langsung dibawa ke kmr jenazah RSU Lumajang.. #SARsemeru pic.twitter.com/FCree7oakK
Translate Tweet
10:57pm · 12 Aug 2015 · Twitter for Android

SAR TRENGGANA
@SARtrenggana
Survivor pth tulang a/n M Rendyka, 20th sdh tiba dan saat ini mndpt penanganan medis di RSSA Malang. #SARsemeru pic.twitter.com/TbLsr1oMcV
Media preview
10:33pm · 12 Aug 2015 · Twitter for Android

-----------

SantosoFN (oso)
@santofn
Yoga (Saksi) : "19 org bukan serombongan. Handika (kakak) adalah mahasiswa semester V Medan Harapan Mandiri. Berangkat dari Jakarta, ber-2"
10:31pm · 12 Aug 2015 · Twitter for BlackBerry®

SantosoFN (oso)
@santofn
Yoga, adik Handika, saksi kejadian bhw batu jatuh memantul tebing pecah mengenai Dania dan Handika serta seorang ibu (memar). @infobencana
10:29pm · 12 Aug 2015 · Twitter for BlackBerry®

--------------------

Pendaki Gunung Semeru Meninggal Dunia dan Satu Luka
Rabu, 12 Agustus 2015 22:15

SURYAMALANG.COM, LUMAJANG - Daniel Saroha (31) pendaki asal Bogor yang hilang di Gunung Semeru belum ditemukan, sudah tersiar kabar duka lagi. Seorang pendaki dikabarkan meninggal dunia dan satu orang terluka.

Dari informasi yang didapatkan Surya, pendaki yang meninggal dunia itu bernama Dania Agustina Rahman (19) asal Sukabumi, Jawa Barat.

Berdasarkan data dari Pos Ranupane, dia beralamat di Jalan AR Hakim No 4 RT 04 RW 04 Klurahan Benteng, Sukabumi, Jawa Barat. Jenazah Dania dalam proses evakuasi ke Pos Ranupane.

Sedangkan satu orang pendaki yang mengalami patah tulang sudah masih dalam proses evakuasi, dan rencananya akan dibawa ke RS Syaiful Anwar Malang.

Sampai berita ini ditulis, Surya belum berhasil mengkonfirmasi Kepala Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) ataupun Kepala Wilayah 2 TNBTS Kabupaten Lumajang Achmad S.

Hanya saja bisa dipastikan, Kamis (13/8/2015) Open SAR mulai dilakukan. Pencarian itu melibatkan sejumlah pihak antara lain Basarnas Jember dan SUrabaya, juga pecinta alam di Kabupaten Lumajang dan porter Gunung Semeru.

"Tadi kami berangkatkan 10 orang anggota Basarnas Jember, ada juga dari Surabaya. Mulai besok dilakukan Open SAR," ujar Rudi Prahara, koordinator Basarnas Jember.

Open SAR itu untuk mencari Daniel Saroha. Seiring dilakukannya OPen SAR, maka pendakian ke Gunung Semeru ditutup.

---------------------------

SantosoFN (oso)
@santofn
(RSSA Malang) Al/ : M Handika (20) Jl Penguin VII, No 157, Desa Kenangn Baru, Percut Sei Tuan, Kab Deli Serdang Sumut @infobencana
10:02pm · 12 Aug 2015 · Twitter for BlackBerry®

SantosoFN (oso)
@santofn
Kro : 200 m di puncak, 19 orang, pkl 06.00, 2 batu seukuran helm jatuh. Dania tertimpa bag kepala, Handika bag kaki kanan @infobencana
9:59pm · 12 Aug 2015 · Twitter for BlackBerry®

SantosoFN (oso)
@santofn
@infobencana korban A.n Handika (20) robek kaki, al/ Deli Serdang Sumut sudah diantar tiba PMI Kab Mlg di RSSA Mlg.
Translate Tweet
9:57pm · 12 Aug 2015 · Twitter for BlackBerry®

-----------------

Pendaki asal Sukabumi Ditemukan Meninggal di Semeru
Rabu, 12 Agustus 2015 | 21:17
Lumajang (ANTARA News) - Seorang pendaki bernama Dania Agustina Rahman (19) warga Sukabumi, Jawa Barat, ditemukan meninggal dunia di jalur pendakian Gunung Semeru pada Rabu sore karena nekat naik ke puncak Gunung Semeru (Mahameru) berketinggian 3.676 meter dari permukaan laut.
"Saat petugas melakukan pencarian terhadap pendaki yang hilang bernama Daniel Saroha (31), warga Bogor yang juga belum ketemu, petugas mendapati pendaki lain bernama Dania yang meninggal dunia karena tertimpa batu berukuran besar dari puncak Semeru," kata Kepala Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) Ayu Dewi Utari saat dihubungi di Lumajang, Rabu malam.

---------------------
SAR TRENGGANA
@SARtrenggana
#News : ktrngan dr tim kami yg brngkt pagi td, ada 3 kejadian di #semeru.. 1. Meninggal, 1 patah tulang, & 1 lagi blm diketemukan a/n Daniel
8:49pm · 12 Aug 2015 · Twitter for Android

SAR TRENGGANA
@SARtrenggana
Namun msh blm bs dipastikan jika ke3nya dlm satu rombongan. Tim kami brsm krbn ptah tulang saat ini turun menuju RSSA #SARsemeru
8:53pm · 12 Aug 2015 · Twitter for Android

SAR TRENGGANA
@SARtrenggana
Posisi terakhir perjalanan sdh melewati coban trisula menuju ke RSSA Malang (Via : Radio Komunikasi) #SARsemeru
8:55pm · 12 Aug 2015 · Twitter for Android

----------------

BASARNAS POS JEMBER
@POSSARJEMBER
Info musibah gunung semeru..ada tiga kejadian musibah :
1. Satu orang meninggal dunia karena sakit di arcopodo..
Translate Tweet
6:07pm · 12 Aug 2015 · TweetCaster for Android

BASARNAS POS JEMBER
@POSSARJEMBER
2. orang jatuh di atas arcopodo (lautan pasir) dan terluka.
Yang meninggal dan terluka proses evakuasi menuju ranu pane
6:09pm · 12 Aug 2015 · TweetCaster for Android

--------------
BASARNAS POS JEMBER
@POSSARJEMBER
3. Satu orang hilang dan masih dalam proses pencarian..sore ini open sar
6:09pm · 12 Aug 2015 · TweetCaster for Android

SantosoFN (oso)
@santofn
Kabar duka dari Semeru. 1 hilang a.n Daniel, 1 meninggal a.n Dania Agustina, Sukabumi Jabar. @infobencana @MalangKab @infogunung
8:31pm · 12 Aug 2015 · Twitter for BlackBerry®

SantosoFN (oso)
@santofn
ID korban : Dania Agustina Rahman, 19, Jl Hakim Perbata, Kel Benteng, Warudoyong, Kab Sukabumi, Jabar. Jenasah dibawa ke RS Lumajang
8:32pm · 12 Aug 2015 · Twitter for BlackBerry®

_______________________

ID:

Twitter: @daniagstnar
Instagram: daniagstnar

fb; https://www.facebook.com/daniel.saroha.1
Twittter: @danieLSaroha
Instagram: danielsaroha1945
Credibility: UP DOWN 0


Leave a Comment
Name:
Email:
Comments:
Security Code:
The Captcha library requires GD2 with FreeType support. Please see http://php.net/gd_info for more information.