Verified

Update 7 Sept 2015: Bukit Serelo, Kec. Merapi Selatan Karhutla 6 September 2015, Pendaki Meylin Rahmadiyah #MD

Lokasi     : Bukit Serelo
Tanggal     : Sep 7 2015
Jam     : 15:47 | WIB

Detail Informasi
Update 7 Sept 2015: Bukit Serelo, Kec. Merapi Selatan Karhutla 6 September 2015, Pendaki Meylin Rahmadiyah #MD

Senin, 07 September 2015 | 15:35 WIB
Lahan Terbakar, Siswi SMP Tewas Terpanggang

TEMPO.CO, Palembang - Kebakaran lahan dan hutan mulai memakan korban jiwa. Di Kota Lahat, Sumatera Selatan, seorang siswi SMPN 2 Lahat tewas terpanggang setelah terperangkap di dalam kobaran api.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lahat Ismail Lukman mengatakan, kejadian berlangsung sangat cepat ketika korban dan sembilan teman lainnya sedang menikmati pemandangan alam di Bukit Serelo. "Mereka ada sepuluh orang sedang berwisata ketika api berkobar," kata Ismail, dihubungi dari Palembang, Senin, 7 September 2015.

Korban bernama Meylin Rahmadiyah, 15 tahun, ditemukan telah tewas di sekitar bukit Serelo, Kecamatan Merapi Selatan. Peristiwa itu bermula ketika korban bersama teman-temannya melakukan pendakian di sekitaran bukit pada Minggu, 6 September 2015. Awalnya, korban dan temannya tidak menyadari adanya kebakaran di kawasan Bukit Serelo. Mereka baru sadar ada kebakaran ketika sudah berada di Kedaton I, kawasan puncak Serelo. Saat itu asap semakin menebal sehingga membuat mereka panik dan berlarian turun.

Saat sampai di bawah, baru disadari bahwa korban tidak ada di rombongan. Masyarakat lantas mencari korban selama empat jam melakukan pencarian, warga desa akhirnya menemukan korban dalam kondisi tak bernyawa. Diduga korban terpeleset dan jatuh di lereng bukit saat berlari turun.

Dewi, ibu angkat korban, menangis histeris setelah mendapat kabar kalau anak perempuannya sudah tiada. Menurutnya Meylin sebelumnya telah pamit untuk berlibur ke puncak Serelo. "Saya izinkan karena hari Minggu, tak masalah dia liburan," ucapnya.

Kepolisian Resor Lahat menganggap kejadian itu murni kecelakaan. Kepala Satuan Resersa Kriminal Lahat Ajun Komisaris Achmad Akbar menyatakan, tidak bisa menyalahkan siapa pun baik itu keluarga atau rekan korban saat pendakian. “Informasi yang kami terima mereka berangkat dengan keinginan sendiri dan sudah izin orang tua," ujarnya.

PARLIZA HENDRAWAN

--------------------------------

Senin, 07 September 2015 , 07:08:00
Panik Lihat Gumpalan Asap, Pendaki Tewas Terpeleset di Lereng Bukit

MEYLIN Rahmadiyah (14) tewas saat mendaki Bukit Serelo yang berada di Kecamatan Merapi Selatan, Lahat. Pelahar SMP 2 Lahat itu diduga tewas akibat terpeleset di lereng bukit lantaran panik diserang gumpalan api dan asap dari kawasan perbukitan Bumi Seganti Setungguan yang terbakar.

Kejadiannnya bermula saat Meylin bersama 16 temannya pada Sabtu (5/9), berencana mendaki Bukit Telunjuk. Setelah menyusun rencana, mereka sepakat mengisi liburan akhir pekan sembari menaklukkan puncak Bukit Telunjuk pada Minggu (6/9).

Setelah mendapat restu dari ibunya, Dewi, sekitar pukul 06.00 WIB, Meylin dan rombongan bergerak menuju kaki Bukit Serelo. Tiba di titik pendakian, mereka menaklukkan tracking demi tracking menuju puncak Bukit Telunjuk. Kondisi badan yang prima serta semangat untuk segera mencapai puncak bukit, membuat mereka tidak menyadari bahaya yang mengintai.

Tanpa melakukan orientasi medan, mereka bergegas menuju puncak. Mendekati puncak, persisnya di Kedaton I (satu), asap pekat yang terbawa angin dari lereng bukit yang terbakar menyerang mereka.

Sempat bertahan, tapi kepekatan asap membuat mata perih, napas sesak dan udara terasa panas. Saat itulah mereka mengetahui kalau kawasan kaki Bukit Telunjuk terbakar. Kepanikan melanda tim. Tanpa dikomando, mereka berlarian menyelamatkan diri masing-masing.

Tiba di Kedaton II, mereka baru menyadari jika dua rekannya Deden dan Meylin tertinggal. Beberapa rekan korban, mencoba melakukan pencarian. Menyusuri jalur yang mereka turuni. Awalnya, Deden yang ditemukan. Namun, Meylin belum terlihat.

“Kami tadi panik karena asap tebal sampai mata kami pedih. Kami mencoba untuk kembali turun ke bawah. Namun, Meylin tidak kami lihat,” ujar Deden, menceritakan kejadian.

Karena tidak berani kembali ke atas, rombongan hanya menunggu Meylin di antara Kedaton II dan Kedaton I. Sekian lama menunggu, Meylin tak kunjung datang. Karenanya, Deden dan rekannya meminta bantuan warga sekitar untuk melakukan pencarian.

Kemudian warga mengontak TNI dan BPBD. Sebagian mengontak keluarga Meylin. Selama empat jam warga bersama TNI dan Tim BPBD melakukan pencarian, akhirnya Meylin ditemukan.

Sayang, saat itu Meylin sudah meninggal. Korban ditemukan dalam posisi tertelungkup, kepala pecah dan hidung mengeluarkan darah. Diduga dia terjatuh dan terbentur batu atau benda keras.

“Tubuh korban pertama kali ditemukan Susian Raman, Kepala dusun desa Ulak Pandan bersama perangkat desa,” ujar Hadi, warga Lahat yang ikut melakukan pencarian.

Warga bersama anggota BPBD dan TNI membawa jenazah Meylin turun dan melarikannya ke RSUD Lahat. Sementara warga yang enggan disebutkan namanya, mengatakan, tubuh korban ditemukan pada lahan yang terbakar.

“Itu badannya gosong,” ujar warga tadi.

Ibu angkat Maylin, Dewi menangis histeris saat mengetahui putri kesayangannya telah tiada. Dia shock berat. Tak percaya musibah itu, menimpa putrinya.

“Tadi dia pamit hendak ke bukit. Kareno dia kepengin sekali, dan hari itu libur aku izinkan dia ke sana,” ujarnya terisak.

Ternyata, itulah kenangan terahirnya bersama Meylin. Setelah dilakukan autopsi, jenazah korban dibawa ke rumah duka dan dikebumikan di TPU Bengkurat.(irw/ce1/jpnn)


-------------------------

Kebakaran Hutan dan Lahan
Asma Kambuh Akibat Asap di Bukit Serelo, Pendaki Terjatuh dan Meninggal Dunia
Senin, 07 September 2015 | 05:22:00 - BUMI
Oleh Gita Rolis

PERISTIWA kebakaran hutan dan lahan yang menimbulkan kabut asap memakan korban jiwa seorang pelajar Kelas IX SMP Negeri 2 Lahat, Sumatera Selatan. Korban yang bernama Meylin (14) tewas setelah terjatuh saat mendaki Bukit Serelo, Lahat, Minggu (06/09/2015). Sebelum terjatuh, diduga asma Meylin kambuh akibat kabut asap yang ditimbulkan dari kebakaran di lokasi hutan lindung. Yang mengenaskan, Meylin terjatuh ke lokasi kebakaran berupa hutan semak.

Meylin berencana mendaki Bukit Serelo bersama 14 temannya. Mereka ke lokasi sejak pagi. Namun saat melakukan pendakian, sekitar pukul 10.00, Meylin terjatuh.

Tim BPBD Kabupaten Lahat dan Koramil Meapi yang berada di lokasi guna memadamkan kebakaran, setelah mendapatkan kabar tersebut langsung melakukan evakuasi terhadap Meylin. Evakuasi baru dapat dilakukan setelah kobaran api di lokasi dapat dikendalikan. Waktunya sekitar tiga jam.

”Korban dan teman-temannya tengah mendaki Bukit Serelo. 10 laki-laki dan 5 perempuan, salah satunya Meylin. Menurut teman korban, Meylin mengalami sakit asma dan korban langsung jatuh ke kobaran api yang di seputaran Bukit Serelo,” kata Safta, anggota Tim SARBPBD Kabupaten Lahat, Minggu (06/09/2015).

Sebenarnya kebakaran di hutan lindung Bukit Serelo sudah berlangsung sejak pekan terakhi Agustus 2015 lalu. Saat itu puluhan hektar hutan terbakar. Dengan adanya peristiwa tersebut, seharusnya ada larangan dari pemerintah Lahat terhadap para pendaki untuk menikmati Bukit Serelo. Sebab seperti halnya Gunung Dempo di Pagaralam, Bukit Serelo merupakan lokasi yang sering dikunjungi para pendaki.

Bukit Serelo Kritis

Kebakaran hutan di Bukit Serelo sebenarnya sudah seirng terjadi. Pada 2012 kebakaran cukup besar melanda hutan di bukit yang tingginya sekitar 900 meter tersebut.

Daya tarik di lokasi ini bukan hanya bukit, tapi juga keberadaan PLG (Pusat Latihan Gajah) Bukit Serelo yang letaknya di kawasan Taman Wisata Alam Bukit Serelo yang luasnya sekitar 200 hektar, berdasarkan Surat Keputusan Menteri Kehutanan Nomor 953/Kpts-II/1992 tanggal 3 Oktober 1992.

Tanaman yang mendominasi di sini adalah puspa (Schima wallichii) dan sungkai (Peronema canescens). Ada juga alang-alang dan beberapa jenis tumbuhan yang disukai gajah seperti asam payo, jenis bambu-bambuan, serta rumput. Sementara hewannya, selain gajah, ada juga monyet ekor panjang, beruang madu, kancil, kijang, babi, rusa, dan ayam hutan.

Namun sejak eksplorasi batubara marak di Lahat, wilayah sekitar Bukit Serelo terdapat sejumlah penambangan batubara.

Berdasarkan data Forum Konservasi Gajah Indonesia (FKGI) April 2014, Bukit Serelo merupakan habitat gajah yang kondisinya kritis. Di kawasan ini diperkirakan hanya tersisa empat ekor saja. Padahal, idealnya, dalam habitat ini terdapat 30-60 gajah.*

-----------------------------
Siswa SMP Melepuh Terbakar di Bukit Serelo
KORAN-SN
Lahat, SN
Meylin (14), siswi Kelas IX SMP Negeri 2 Lahat tewas, setelah tergelincir saat mendaki Bukit Serelo (Bukit Tunjuk). Diduga kuat, tebalnya kabut asap akibat kebkaran hutan di sekitar bukit itu mengakibatkan sakit asma gadis remaja ini kambuh hingga dirinya terperosok hingga terbakar.

“Korban diketahui masih sekolah duduk di bangku. Kelas 9 SMP Negeri 2 Lahat, dan dirinya terbakar hingga tewas di Bukit Serelo, yang terletak Desa Tanjung Beringin Kecamatan Merapi Selatan,” kata salah seorang tim dari BPD Lahat Minggu (6/9).

Informasi yang berhasil dihimpun menyebutkan, Koramil Merapi serta Tim BPBD Kabupaten Lahat mendapat laporan bahwa adanya kebakaran di Bukit serelo serta anak pelajar SMP terbakar sedang melakukan pendakian bukit tersebut sontak tim Langsung menuju lokasi kebakaran itu, setelah kobaran api dapat dikendalikan tim SAR BPD Lahat baru remaja malang itu dapat dievakuasi.

Siswa malang ini terbakar sekitar pukul 10.00 WIB, petugas berjibaku untuk sampai ke lokasi korban terbakar dan baru bisa mengevakuasi kurang lebih 3 jam, dari pukul 14.00 WIB dan baru dapat dievakuasi pukul 16.30 dan langsung dibawa ke IGD RSUD Lahat.
Namun belum ada informasi kongkret dalam rangka apa gadis warga Talang Jawa itu melakukan pendakian tersebut, apa ada hubungan dengan kegiatan sekolah atau sekedar kehobian.

Sementara Kepala Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lahat H Ismail melalaui Safta Tim SAR BPBD menyampaikan, ada 15 orang anak melakukan pendakian Bukit Derelo itu.

”Mereka ini sedang mendaki Bukit Serelo ada 10 orang putera dan 5 puteri termasuk Meilin. Menurut temen korban, Meylin mengalami sakit asma dan korban langsung jatuh ke kobaran api yang di seputaran bukit Serelo,” kata Safta didampingi Danramil Merapi. (fiz)

_________________________________

Bukit Serelo, Kec. Merapi Selatan Karhutla 6 September 2015, Pendaki Meylin Rahmadiyah #MD

Bukit Telunjuk Terbakar
Meylin Ditemukan Dalam Kondisi Tewas
Minggu, 6 September 2015 20:31

SRIPOKU.COM, LAHAT-- Jenazah Meylin Rahmadiyah (14) warga Jalan Komalasari, Kelurahan Pasar Lama, Lahat, korban tewas di kawasan puncak Bukit Serelo atau Bukit Telunjuk, kecamatan Merapi Selatan, Lahat langsung di kuburkan malam ini, Minggu (6/9) sekira pukul 20.00.

Setelah sempat dibawah ke RSUD Lahat, jenazah Siswa SMP Negeri 2 Lahat, sempat disemayamkan dirumah orang tua angkatnya yang kemudian di makamkan.

Kedatangan jenazah Meylin membuat para tetangga ramai ramai takziyah.

Meylin sendiri berangkat mendaki Bukit Serelo bersama 16 orang temanya, sekitar pukul 07.00 pagi menggunakan sepeda motor. Saat melakukan pendakian, Meylin bersama 16 temanya yang rata rata masih duduk di bangku SMP tak menyadari adanya kebakaran di kawasan Bukit Serelo.

Namun naas, ketika rombongan berada di kedaton I kawasan puncak Serelo, asap semakin menebal dan diduga 'menyerang' Meylin dan kawan-kawan. Panik, belasan anak anak yang berencana menghabiskan hari libur di puncak Serelo berlarian kembali turun Bukut.

Sayangnya, setibanyanya di Kedaton II, Meylin dan Deden yang juga ikut dalam pendakian tidak terlihat. Barulah, berselang beberapa saat setalah dilakukan pencarian oleh beberapa teman Meylin, Deden ditemukan.

"Kami tadi panik karena asap tebal sampai mato kami pedih. Kami mencoba untuk kembali turun kebawah. Namun, Meylin tidak kami lihat,"terang Deden menceritakan kejadian.

Tak kunjung datang, Deden dan teman temanya meminta bantuan warga sekitar untuk melakukan pencarian sementara ia dan teman temanya menunggu di Kedaton.

"Kami tekejut anak anakni minta bantuan kalau ado temanya yang hilang dan diduga terpeleset dilereng bukit,"terang Hadi, warga Lahat yang kebutulan akan melakukan pendakian bersama teman temanya.

Dikatakanya, selama empat jam melakukan pencarian, warga desa akhirnya menemukan Meylin. Namun sayang, Meylin ditemukan dalam kondisi tak bernyawa.

Kepalanya pecah dan hidungnya mengeluarkan darah. Diduga korban terjatuh dan terbentur batu atau benda keras.

"Yang menemukan pertama Susian Raman, Kepala Dusun Desa Ulak Pandan bersama perangkat, Merapi. Hingga akhirnya warga, Anggota BPBD dan TNI membawa jenazah Meylin turun dan dibawah ke Lahat,"terangnya.

---------------------------------------

Bukit Serelo Terbakar, 1 Korban Tewas
bukit serelo
September 6, 2015 Berita, Kecamatan Merapi Selatan

Retograph.com-lahat-Musim kemarau yang berkepanjangan membuat hutan mudah terbakar, minggu (6/9) hutan di Bukit Serelo Lahat terbakar, saat serombongan anak SMP mendaki bukit serelo. Namun pendakian tersebut tak berjalan indah seperti yang diharapkan, 15 orang pelajar SMP tersebut dihadang api.

Dalam keadaan panik mereka berlarian, namun asap yang semakin menebal membuat mereka terpencar satu sama lainnya.

Satu orang tak terselamatkan, Meylin Rahmadiyah (14) Siswa SMP Negeri 2 Lahat warga Jalan Komalasari, Kelurahan Pasar Lama Lahat akhirnya ditemukan oleh Kepala Dusun Desa Ulak Pandan bersama warga merapi dalam kondisi mengenaskan, tidak bernyawa dengan kepala pecah di kawasan Bukit Serelo Desa Tanjung Beringin Kecamatan Merapi Selatan Lahat Tim SAR,TNI bersama warga berhasil membawa zenazah Meylin turun dari puncak bukit Serelo, Jenazahnya langsung di kuburkan Minggu(6/9) sekitar pukul 20.00.(Agus K)

----------------------------------

Bukit Serelo Terbakar,Seorang Pendaki Dikabarkan Hilang
Posted by: Faz Detik Sumsel, Lahat 6 September 2015

DETIKSUMSEL.COM,LAHAT-Kawasan Hutan di Bukit Serelo atau juga akrab disebut Bukit Telunjuk yang terletak di Kecamatan Merapi Selatan, Lahat terbakar.
Kepulan asap dan api terlihat jelas di kawasan bukit Serelo tersebut
“La dari tadi api terus merambat kawasan bukit. Kita belum bisa pastikan apakah ada upaya penanggulangan atau belum,”terang Hadi, warga Lahat, yang sebelumnya berencana naik ke Bukit serelo, Minggu (6/9).
Sementara itu,Salah satu pendaki Bukit Serelo, Meylin dikabarkan hilang di kawasan Bukit Serelo Lahat ini.
Meylin dikabarkan hilang setelah tepeleset akibat kepulan asap yang menutup akses pendakian.
Deden salah satu teman Meylin yang melakukan pendakian mengungkapkan, ia dan Meylin sempat tersesat saat mendaki Bukit Serelo.
Kendati demikian dirinya bisa selamat dan berkumpul bersama teman temanya yang lain.
“Kami rombongan ingin mendaki. Tapi Meylin hilang dan sampai sekarang belum ditemukan,”terangnya.
Keluarga Meylin, yang berada di Kelurahan Pasar Lama, Lahat secara beramai ramai menyusul Meylin, yang di kabarkan hilang di kawasan Bukit Serelo, Kecamatan Merapi Selatan, Lahat.
“Ado kawanyo yang ngabari kalau Meylin hilang di Bukit Serelo. Makanyo keluargo pergi ke lokasi,”terang bibi Meylin.(Ehdi/SP)

---------------------------------------
Credibility: UP DOWN 0


Leave a Comment
Name:
Email:
Comments:
Security Code:
The Captcha library requires GD2 with FreeType support. Please see http://php.net/gd_info for more information.