Verified

Update 13/10/15 Helikopter EC 130 milik PT.Angkasa Semesta Hilang Kontak SUMUT, Minggu 111015, Pukul 11.50: 1 Orang Ditemukan Selamat

Lokasi     : Onan Runggu
Tanggal     : Oct 13 2015
Jam     : 19:37 | WIB

Detail Informasi
Update 13/10/15 Helikopter EC 130 milik PT.Angkasa Semesta Hilang Kontak SUMUT, Minggu 111015, Pukul 11.50: 1 Orang Ditemukan Selamat

BASARNAS:
SEORANG KORBAN HELI PK-BKA DITEMUKAN SELAMAT
MEDAN --- Tim SAR gabungan berhasil menemukan seorang korban dari Heli PK-BKA, Fransiskus (22) dalam keadaan selamat pada Selasa (13/10) sekitar pukul 13.30 WIB. Fransiskus ditemukan terapung di Perairan Onan Runggu, Kabupaten Samosir kurang lebih 2 NM dari Posko Utama Tim SAR Gabungan di Onan Runggu.

Korban ditemukan dalam kondisi lemas dan menggigil karena sejak minggu (11/10) terapung di Perairan tersebut dan bertahan hanya dengan berpegangan eceng gondok. Selanjutnya Fransiskus dibawa ke Puskesmas Onan Rungguuntuk diberikan tindakan medis.

Sehari sebelumnya, tim SAR gabungan berhasil menemukan kursi heli yang dipastikan milik heli naas tersebut. Pencarian terus dilakukan untuk dapat menemukan 4 penumpang heli lainnya.
_________________________

Update 12/10/15 Helikopter EC 130 milik PT. Angkasa Semesta Hilang Kontak SUMUT, Minggu 111015, Pukul 11.50: Operasi Pencarian

BASARNAS:
HELIKOPTER HILANG KONTAK DI SUMATERA UTARA

MEDAN --- Sebuah helikopter rute Pulau Samosir – Bandara Kualanamu dikabarkan hilang kontak setelah beberapa menit lepas landas. Helikopter EC 130 dengan call sign PK – BKA milik PT . Angkasa Semesta yang hilang kontak, Minggu (11/10) pukul 11.50 WIB diketahui membawa 3 penumpang dan 2 kru. Informasi hilang kontaknya heli dengan 5 POB ini diterima Kantor SAR Medan dari ATS Koordinator Airnav Cabang Medan dan salah satu pegawai PT. Penerbangan Angkasa pukul 14.16 WIB.

Berdasarkan laporan tersebut, diketahui bahwa helikopter PK – BKA ini bertolak dari Pulau Samosir pukul 11.33 WIB dan diperkirakan tiba di tujuan, Bandara Kualanamu pukul 12.45 WIB. Namun setelah lepas landas selama kurang lebih 17 menit, pihak ATS Medan sudah tidak bisa menghubungi helikopter yang diawaki Kapten Teguh Mulyanto (pilot) dan Hary Purwantono (engineer). Tiga penumpang yang berjenis kelamin laki-laki diketahui bernama Nurharianto, Sugianto dan Frans.

Kantor SAR Medan yang menerima laporan ini langsung menerjunkan tim rescue dari Kantor SAR Medan dan juga Pos SAR Tanjung Balai Asahan. Kedua tim rescue yang masing-masing berjumlah 5 personil bergerak menuju Simanindo Pulau Samosir dengan menggunakan 1 unit double cabin milik Pos SAR Tanjung Balai Asahan dan 2 unit double cabin milik Kantor SAR Medan. Tidak hanya tim rescue Kantor SAR Medan dan Pos SAR Tanjung Balai Asahan, 5 personil Kantor SAR Pekanbaru pun dikerahkan menuju lokasi hilang kontaknya helikopter nahas tersebut.

Pagi ini (12/10) mulai pukul 07.00 WIB tim SAR gabungan melakukan pencarian helikopter yang mengalami hilang kontak dengan membagi tim menjadi 3 SRU. SRU 1 bergerak melalui jalur darat ke arah Simanindo, SRU 2 bergerak menggunakan LCR menyusuri daerah pantai dari Pel Parapat dan SRU 3 menyusuri sekitar Danau Toba dengan menggunakan Rigid Inflatable Boat (RIB) 85 PK. Tidak hanya melalui jalur darat dan air, tim SAR gabungan pun melakukan pencarian melalui jalur udara. Dengan menggunakan Pesawat Susi Air, sebanyak 4 personil Kantor SAR Medan bersama dengan pihak KNKT melakukan searching area, mulai pukul 15.40 WIB
Hingga berita ini diturunkan, tim SAR gabungan masih terus berusaha melakukan pencarian helikopter keberadaan helikopter tersebut. (an)
Credibility: UP DOWN 0