Verified

PVMBG Status WASPADA: Terjadi Letusan G. Gamalama Ternate, Maluku Utara 8 September 2015 07:53 WIT

Lokasi     : Gamalama
Tanggal     : Sep 8 2015
Jam     : 09:05 | WIB

Detail Informasi
Status WASPADA: Terjadi Letusan G. Gamalama Ternate, Maluku Utara 8 September 2015 07:53 WIT

Pvmbg Cvghm
Tuesday, 8 september 2015 at 09:03

Telah terjadi letusan G. Gamalama di Ternate, Maluku Utara pada 8 September 2015 07:53 WIT. Letusan berpusat di rekahan Baratlaut dengan warna kolom letusan kelabu tebal dan ketinggian lk 1000m di atas puncak G. Gamalama. Tingkat aktivitas G. Gamalama adalah Level II (Waspada), agar tidak ada aktivitas di dalam radius 1.5 km dari puncak.

_________________________

PVMBG:
Evaluasi Data Pengamatan G. Gamalama - Maluku Utara Dalam Tingkat Aktivitas Waspada (level Ii) Hingga 5 Juli 2015
06 July 2015

I. PENDAHULUAN

1. Gunungapi Gamalama merupakan salah satu gunungapi aktif yang berada di Maluku Utara. Secara administratif terletak di Kota Ternate (Pulau Ternate), Provinsi Maluku Utara, sedangkan secara geografi puncaknya terletak pada 0o 48’ Lintang Utara dan 127o 19’ 30” Bujur Timur, dengan ketinggian 1715 meter di atas permukaan laut.

2. Erupsi G. Gamalama umumnya mempunyai tanda-tanda yang mengawali letusan (precursor) sangat singkat. Kemunculan gempa-gempa vulkanik tidak banyak namun dapat diikuti oleh letusan yang bersifat freatik - freatomagmatik. Kemunculan gempa-gempa vulkanik umumnya diawali oleh aktivitas tektonik regional dan diikuti oleh kejadian gempa-gempa Tektonik Lokal. Karakteristik ini juga teramati pada letusan G. Gamalama pada tahun 2003 dan 2011.

3. Pada periode November - awal Desember 2014, terjadi beberapa kali gempa tektonik di kawasan Laut Maluku dengan skala mencapai 7,3 SR, tetapi hal ini tidak secara langsung memicu peningkatan kegempaan G. Gamalama. Pada 18 Desember 2014 terjadi erupsi freatik pada pukul 22:41:18 WIT. Erupsi ini didahului dengan getaran Tremor menerus yang terekam sejak pkl. 22:09 WIT. Kolom letusan lk. 2000 m condong ke arah timur diikuti dengan hujan abu vulkanik tipis di beberapa lokasi di sekitar G. Gamalama.

4. Tingkat aktivitas G. Gamalama dinaikkan dari Waspada (Level II) menjadi Siaga (Level III) pada 18 Desember 2014 pukul 23:00 WIT. Kemudian diturunkan menjadi WASPADA (Level II) pada 10 Maret 2015 pukul 10.00 WIT.

II. HASIL PEMANTAUAN
2.1. Visual
1. Selama April 2015 teramati hembusan asap berwarna putih-tipis dari lubang hembusan di sebelah timur dengan ketinggian 5-50 m. Pada 7 April 2015 terjadi perubahan warna asap hembusan menjadi putih-tebal dengan ketinggian 10-100 m, tetapi menurun kembali pada hari berikutnya menjadi 5-25 m, berwarna putih tipis.

2. Selama Mei 2015 teramati hembusan asap berwarna putih tipis-sedang dari lubang hembusan di sebelah timur dengan ketinggian maksimum 10-100 m.

3. Selama Juni hingga 6 Juli 2015 pukul 07.00 WIT 2015 teramati hembusan asap berwarna putih tipis-sedang dengan ketinggian 5-25 m. Pada tanggal 14 Juni 2015 terjadi perubahan warna asap hembusan menjadi putih-tebal dengan ketinggian 100-150 m, tetapi menurun kembali pada hari berikutnya menjadi 5-25 m, berwarna putih tipis.

Grafik tinggi asap hembusan selama periode 1 Oktober 2014 hingga 5 Juli 2015 selengkapnya dapat dilihat pada lampiran 1.

2.2. Instrumental
1. Selama April 2015 gempa-gempa yang terekam adalah: 4 kali gempa Vulkanik Dalam (VA), 84 kali gempa Hembusan, 25 kali gempa Tektonik Lokal, 362 gempa Tektonik Jauh (diantaranya 1 kali gempa Terasa pada 11 April 2015 dengan skala I MMI) dan 6 kali gempa Teleseismik. Tremor Harmonik (menerus) terjadi satu kali pada 18 April 2015 dengan amplituda maksimum 1-1.5 mm.

2. Selama Mei 2015 gempa-gempa yang terekam adalah: 2 kali gempa Vulkanik Dalam (VA), 37 kali gempa Hembusan, 12 kali gempa Tektonik Lokal, 103 gempa Tektonik Jauh (diantaranya 1 kali Gempa Terasa pada 30 Mei 2015 dengan skala I MMI) dan 2 kali gempa Teleseismik. Pada tanggal 9 hingga 25 mei 2015 seismograph tidak merekam gempa akibat gangguan pada radio. Tanggal 26 Mei 2015 alat telah beroperasi kembali.

3. Selama 1-25 Juni 2015 gempa-gempa yang terekam adalah: 4 kali gempa Vulkanik Dalam (VA), 1 kali gempa Vulkanik Dangkal (VB), 70 kali gempa Hembusan, 39 kali gempa Tektonik Lokal, 270 gempa Tektonik Jauh, 2 kali gempa Teleseismik dan 4 kali Getaran Banjir. Getaran Tremor terjadi 2 kali pada tanggal 9 dan 16 April 2015 dengan amplitudo maksimum 1-4 mm.

4. Tanggal 26 Juni 2015 Pukul 07.00 WIT mulai terekam rangkaian (swarm) gempa Tektonik Lokal. Hingga pukul 24.00 WIT terekam sekitar 178 kejadian gempa Tektonik Lokal dengan S-P 3,8 hingga 6 menit. Jenis rekaman gempa (S-P, durasi dan amplitudo maksimum) identik, diduga bahwa gempa Tektonik Lokal ini berasal dari sumber yang sama (multiplet). Swarm Tektonik Lokal berlanjut pada tanggal 27 (41 kejadian) dan tanggal 28 (16 kejadian).

5. Tanggal 29 Juni - 5 Juli 2015 tercatat 9 kali Gempa Tektonik Lokal, 17 kali gempa Hembusan dan 46 kali Gempa Tektonik Jauh. Gempa Terasa terjadi 1 kali pada 3 Juli 2015 dengan skala 2 MMI.

Grafik jenis dan jumlah kegempaan G. Gamalama selama periode 1 Oktober 2014 hingga 5 Juli 2015 selengkapnya dapat dilihat pada lampiran 1.

III. EVALUASI
1. Pasca rangkaian erupsi tanggal 18-21 Desember 2014, secara visual aktivitas hembusan gas mengalami penurunan. Tinggi kolom hembusan berfluktuatif dengan ketinggian maksimum 50 m, meskipun kadang-kadang terjadi peningkatan tinggi kolom hembusan, tetapi nilainya masih dalam batas normal. Warna hembusan menunjukkan aktivitas dominan gas (tidak ada material vulkanik/abu yang terbawa ke permukaan).

2. Saat ini aktivitas kegempaan didominasi oleh aktivitas permukaan, ditandai dengan masih terekamnya gempa Hembusan dengan jumlah yang relatif tinggi.

3. Grafik amplituda seismik selama periode 1 Oktober 2014 - 6 Juli 2015 pukul 06.00 WIT (lampiran 2) menunjukkan fluktuasi dan cenderung meningkat pada akhir periode. Kenaikkan pada pertengahan periode disebabkan oleh kekosongan data. Kenaikan grafik pada akhir periode disebabkan oleh kemunculan jenis-jenis gempa yang lebih bervariasi dibandingkan periode sebelumnya, serta kemunculan swarm gempa Tektonik Lokal pada 26-27 Juni 2015. Hingga saat ini kejadian swarm gempa Tektonik Lokal tersebut tidak berpengaruh terhadap jumlah gempa-gempa Vulkanik.

4. Pasca swarm Tektonik Lokal tanggal 26-27 Juni 2015, grafik RSAM masih menunjukkan pola kenaikkan tetapi tidak disertai dengan manifestasi visual di permukaan (misalnya kenaikkan tinggi kolom hembusan/asap atau pun kenaikkan jumlah gempa-gempa Vulkanik), diduga kenaikkan grafik RSAM ini dipengaruhi juga oleh rekaman noise angin/gelombang, dimana di wilayah perairan Laut Maluku-Halmahera saat ini sedang mengalami kondisi cuaca angin dan gelombang besar.

5. Hingga saat ini, gempa-gempa vulkanik (VA, VB dan Tremor) masih terjadi tetapi jumlahnya tidak signifikan. Namun demikian jumlah dan jenis gempa ini akan dipantau secara lebih intensif untuk mendeteksi jika terjadi peningkatan yang sangat cepat dan memicu terjadinya letusan.

IV. POTENSI BAHAYA
1. Mengingat sejarah letusan G. Gamalama yang sering dipicu oleh kejadian gempabumi tektonik di Zona Punggungan Mayu atau Lempeng Laut Maluku, maka saat ini potensi bahaya G. Gamalama adalah kemungkinan terjadinya letusan freatik ataupun magmatik yang dapat terjadi sewaktu-waktu.

2. Berdasarkan sejarah aktivitasnya, daerah yang berpotensi terlanda bahaya letusan G. Gamalama tertuang dalam Peta Kawasan Rawan Bencana (lampiran 3), dimana:

*Awan panas, aliran lava, lontaran atau guguran batu (pijar), lontaran batu (pijar) dan hujan abu lebat berpotensi melanda kawasan dalam radius 2.5 km dari pusat erupsi.

*Aliran lahar/banjir dan kemungkinan perluasan awan panas dan aliran lava, hujan abu dan lontaran batu (pijar) berukuran lebih kecil, berpotensi melanda kawasan dalam radius 3.5 km dari pusat erupsi.

Di musim penghujan perlu ditingkatkan kewaspadaan terhadap ancaman bahaya aliran lahar hujan. Kawasan yang berpotensi terlanda lahar hujan utamanya adalah kawasan yang dilalui oleh sungai-sungai yang berhulu di G. Gamalama.

Peta Kawasan Rawan Bencana selengkapnya dapat dilihat pada lampiran 3.

V. KESIMPULAN
Berdasarkan pengamatan visual, instrumental dan potensi bahaya letusan G. Gamalama hingga tanggal 5 Juli 2015, maka tingkat aktivitas G. Gamalama ditetapkan masih WASPADA (Level II).

Jika terjadi perubahan aktivitas vulkanik G. Gamalama secara signifikan, maka tingkat aktivitasnya dapat dinaikkan/diturunkan sesuai dengan aktivitas vulkanik dan tingkat ancamannya.


VI. REKOMENDASI
Sehubungan dengan G. Gamalama dalam tingkat aktivitas WASPADA (Level II) maka direkomendasikan:

1. Masyarakat di sekitar G. Gamalama dan pengunjung/wisatawan tidak beraktivitas di dalam radius 1.5 km dari kawah G. Gamalama.

2. Masyarakat di sekitar G. Gamalama diharap tenang, tidak terpancing isyu-isyu tentang letusan G. Gamalama, namun tetap meningkatkan kewaspadaan dan senantiasa mengikuti arahan dari Pemerintah Daerah/Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi dan Kota.

3. Pada musim hujan masyarakat yang tinggal di sepanjang aliran sungai yang berhulu di G. Gamalama agar mewaspadai bahaya sekunder berupa ancaman aliran lahar.

4. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi selalu berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Maluku Utara dan BPBD Kota Ternate tentang aktivitas G. Gamalama.

5. Pemerintah Daerah agar senantiasa berkoordinasi dengan Pos Pengamatan G. Gamalama di Jl. Sabia Belakang, Kecamatan Sangaji Utara, Kota Ternate Utara, Propinsi Maluku Utara atau dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi di Bandung.

__________________________

PVMBG:
Evaluasi Data Pengamatan G. Gamalama - Maluku Utara Dalam Tingkat Aktivitas Waspada (level Ii) Hingga 22 April 2015
23 April 2015

I. PENDAHULUAN
1. Gunungapi Gamalama merupakan salah satu gunungapi aktif yang berada di Maluku Utara. Secara administratif G. Gamalama terletak di Kota Ternate (Pulau Ternate), Provinsi Maluku Utara, sedangkan secara geografi puncaknya terletak pada 0o 48’ Lintang Utara dan 127o 19’ 30” Bujur Timur, dengan ketinggian 1715 meter di atas permukaan laut.

2. Erupsi G. Gamalama umumnya mempunyai tanda-tanda yang mengawali letusan (precursor) sangat singkat. Meskipun kemunculan gempa-gempa vulkanik tidak banyak namun dapat diikuti oleh letusan yang bersifat freatik - freatomagmatik. Kemunculan gempa-gempa vulkanik umumnya diawali oleh aktivitas tektonik regional dan diikuti oleh kejadian gempa-gempa Tektonik Lokal. Karakteristik ini juga teramati pada letusan G. Gamalama pada tahun 2003 dan 2011.

3. Pada periode November - awal Desember 2014, terjadi beberapa kali gempa tektonik di kawasan Laut Maluku dengan skala mencapai 7,3 SR, tetapi hal ini tidak secara langsung memicu peningkatan kegempaan G. Gamalama. Pada 18 Desember 2014 terjadi erupsi freatik pada pukul 22:41:18 WIT. Erupsi ini didahului dengan getaran Tremor menerus yang terekam sejak pkl. 22:09 WIT. Kolom letusan lk. 2000 m condong ke arah timur diikuti dengan hujan abu vulkanik tipis di beberapa lokasi di sekitar G. Gamalama.

4. Tingkat aktivitas G. Gamalama adalah Waspada (Level II) sejak 10 Maret 2015 setelah sebelumnya Siaga (Level III) sejak 18 Desember 2014 pukul 23:00 WIT.


II. HASIL PEMANTAUAN
2.1. Visual
1. Selama Maret 2015 teramati hembusan asap berwarna putih tipis-sedang dari lubang hembusan di sebelah timur dengan ketinggian 5-50 m.

2. Selama 1-22 April 2015 teramati hembusan asap berwarna putih tipis-sedang dari lubang hembusan di sebelah timur dengan ketinggian 5-25 m. Pada 7 April terjadi perubahan warna asap hembusan menjadi putih tebal, serta kenaikkan tinggi hembusan menjadi 100 m. Tetapi pada hari berikutnya hingga 22 April 2015, warna dan tinggi hembusan kembali menjadi putih tipis-sedang dengan ketinggian 5-50 m.

Grafik tinggi asap hembusan selama periode Desember 2014 hingga 22 April 2015 selengkapnya dapat dilihat pada lampiran 1.

2.2. Instrumental
1. Selama Maret 2015 gempa-gempa yang terekam adalah: 4 kali gempa Vulkanik Dalam (VA), 2 kali gempa Vulkanik Dangkal (VB), 141 kali gempa Hembusan, 61 kali gempa Tektonik Lokal dan 363 gempa Tektonik Jauh (diantaranya 4 kali gempa Terasa pada 12,18,19 dan 29 Maret 2015 dengan skala 1-3 MMI).

2. Selama 1-22 April 2015 gempa-gempa yang terekam adalah: 1 kali gempa Vulkanik Dalam (VA), 58 kali gempa Hembusan, 16 kali gempa Tektonik Lokal 252 gempa Tektonik Jauh ( diantaranya 1 kali gempa Terasa pada 11 April 2015 dengan skala 1 MMI) dan 1 kali gempa Teleseismik. Tremor menerus terjadi hanya pada 18 April 2015 dengan amplituda maksimum 1-1,5 mm.

Grafik jenis dan jumlah kegempaan G. Gamalama selama periode 13 Desember 2014 hingga 22 April 2015 selengkapnya dapat dilihat pada lampiran 1.

III. EVALUASI
1. Pasca rangkaian erupsi tanggal 18-21 Desember 2014, secara visual aktivitas hembusan asap relatif stabil dengan tinggi maksimum 50 m dari atas rekahan di sebelah timur. Warna asap hembusan menunjukkan aktivitas dominan gas (tidak ada material vulkanik/abu yang terbawa ke permukaan).

2. Saat ini aktivitas kegempaan didominasi oleh aktivitas permukaan, ditandai dengan masih terekamnya gempa Hembusan dengan jumlah yang relatif tinggi.

3. Grafik amplituda seismik selama periode 13 Desember 2014 hingga 22 April 2015 (lampiran 2) menunjukkan fluktuasi tetapi cenderung masih pada batas bawah periode erupsi Desember 2014. Kenaikkan pada periode pertengahan Maret 2015 disebabkan oleh kekosongan data dan tidak mencerminkan nilai RSAM yang sebenarnya.

4. Kenaikan gempa-gempa vulkanik dan letusan di G. Gamalama diduga sangat dipengaruhi oleh aktivitas tektonik (kejadian gempa bumi tektonik) zona Punggungan Mayu-Laut Maluku, sebagaimana yang terjadi pada periode Nopember 2014 dimana terjadi Gempa Tektonik Jauh berskala > 6 MMI di zona tersebut yang memicu kemunculan gempa-gempa vulkanik di G. Gamalama dan diikuti oleh rangkaian erupsi 18-21 Desember 2014. Tetapi hingga saat ini walaupun jumlah aktivitas tektonik lokal dan regional relatif tinggi, tetapi tidak mempengaruhi jumlah gempa-gempa Vulkanik G. Gamalama.

5. Hingga saat ini, gempa-gempa vulkanik (VA, VB dan Tremor) masih terjadi tetapi dalam jumlah yang tidak signifikan. Namun demikian jumlah dan jenis gempa ini akan dipantau secara lebih intensif untuk mendeteksi jika terjadi peningkatan yang sangat cepat dan memicu terjadinya letusan.


IV. POTENSI BAHAYA
Potensi bahaya letusan G. Gamalama saat ini adalah:
1. Awan panas, aliran lava, lontaran atau guguran batu (pijar), lontaran batu (pijar) dan hujan abu lebat yang berpotensi melanda kawasan dalam radius 2.5 km dari pusat erupsi.

2. Aliran lahar/banjir dan kemungkinan perluasan awan panas dan aliran lava, hujan abu dan lontaran batu (pijar) berukuran lebih kecil, berpotensi melanda kawasan dalam radius 3.5 km dari pusat erupsi.

3. Di musim penghujan seperti saat ini, perlu ditingkatkan kewaspadaan terhadap ancaman bahaya aliran lahar hujan. Kawasan yang berpotensi terlanda lahar hujan utamanya adalah kawasan yang dilalui oleh sungai-sungai yang berhulu di G. Gamalama.

Peta Kawasan Rawan Bencana selengkapnya dapat dilihat pada lampiran 3.

V. KESIMPULAN

Berdasarkan pengamatan visual, instrumental dan potensi bahaya letusan G. Gamalama hingga tanggal 22 April 2015, maka tingkat aktivitas G. Gamalama ditetapkan masih pada WASPADA (Level II).

Jika terjadi perubahan aktivitas vulkanik G. Gamalama secara signifikan, maka tingkat aktivitasnya dapat dinaikkan/diturunkan sesuai dengan aktivitas vulkanik dan tingkat ancamannya.

VI. REKOMENDASI
Sehubungan dengan status kegiatan G. Gamalama WASPADA maka direkomendasikan :

1. Masyarakat di sekitar G. Gamalama dan pengunjung/wisatawan disarankan untuk tidak beraktivitas di dalam radius 1.5 km dari kawah G. Gamalama.

2. Masyarakat di sekitar G. Gamalama diharap tenang, tidak terpancing isyu-isyu tentang letusan G. Gamalama, namun tetap meningkatkan kewaspadaan dan senantiasa mengikuti arahan dari Pemerintah Daerah/Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi dan Kota.

3. Pada musim hujan masyarakat yang tinggal di sepanjang aliran sungai yang berhulu di G. Gamalama agar mewaspadai bahaya sekunder berupa ancaman aliran lahar.

4. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi selalu berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Maluku Utara dan BPBD Kota Ternate tentang aktivitas G. Gamalama.

5. Pemerintah Daerah agar senantiasa berkoordinasi dengan Pos Pengamatan G. Gamalama di Jl. Sabia Belakang, Kecamatan Sangaji Utara, Kota Ternate Utara, Propinsi Maluku Utara atau dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi di Bandung.

______________________________
PVMBG:
Penurunan Tingkat Aktivitas Vulkanik G. Gamalama - Maluku Utara Dari Siaga (level Iii) Menjadi Waspada (level Ii) 10 Maret 2015
11 March 2015

I. PENDAHULUAN
1. Gunungapi Gamalama merupakan salah satu gunungapi aktif yang berada di Maluku Utara. Secara administratif terletak di Kota Ternate (Pulau Ternate), Provinsi Maluku Utara, sedangkan secara geografi puncaknya terletak pada 0o 48’ Lintang Utara dan 127o 19’ 30” Bujur Timur, dengan ketinggian 1715 meter di atas permukaan laut.

2. Erupsi G. Gamalama umumnya mempunyai tanda-tanda yang mengawali letusan (precursor) sangat singkat. Kemunculan gempa-gempa vulkanik tidak banyak namun dapat diikuti oleh letusan yang bersifat freatik - freatomagmatik. Kemunculan gempa-gempa vulkanik umumnya diawali oleh aktivitas tektonik regional dan diikuti oleh kejadian gempa-gempa Tektonik Lokal. Karakteristik ini juga teramati pada letusan G. Gamalama pada tahun 2003 dan 2011.

3. Pada periode November - awal Desember 2014, terjadi beberapa kali gempa tektonik di kawasan Laut Maluku dengan skala mencapai 7,3 SR, tetapi hal ini tidak secara langsung memicu peningkatan kegempaan G. Gamalama. Pada 18 Desember 2014 terjadi erupsi freatik pada pukul 22:41:18 WIT. Erupsi ini didahului dengan getaran Tremor menerus yang terekam sejak pkl. 22:09 WIT. Kolom letusan lk. 2000 m condong ke arah timur diikuti dengan hujan abu vulkanik tipis di beberapa lokasi di sekitar G. Gamalama.

4. Tingkat aktivitas G. Gamalama dinaikkan dari Waspada (Level II) menjadi Siaga (Level III) pada 18 Desember 2014 pukul 23:00 WIT.

II. HASIL PEMANTAUAN
2.1. Visual
1. Selama Januari hingga 15 Februari 2015 teramati hembusan asap berwarna putih-tipis dari lubang hembusan di sebelah timur dengan ketinggian 5-75 m.

2. Sejak 16 Februari hingga 10 Maret 2015 teramati hembusan asap berwarna putih-tipis dari lubang hembusan di sebelah timur dengan ketinggian maksimum 5-25 m.

Grafik tinggi asap hembusan selama periode Januari 2014 hingga 10 Maret 2015 pukul 06.00 WIT selengkapnya dapat dilihat pada lampiran 1.

2.2. Instrumental
1. Selama Januari 2015 gempa-gempa yang terekam adalah: 13 kali gempa Vulkanik Dalam (VA), 3 kali gempa Vulkanik Dangkal (VB), 2 kali gempa dekompresi (letusan bawah permukaan pada tanggal 2 Januari), 198 kali gempa Hembusan, 30 kali gempa Tektonik Lokal dan 355 gempa Tektonik Jauh (diantaranya 1 kali gempa Terasa pada 25 Januari 2015 dengan skala 2 MMI). Tremor menerus terjadi selama 1-8 Januari 2015 dengan amplituda maksimum 0,5-1 mm. Sejak 8 hingga 31 Januari 2015 getaran Tremor masih terekam (tidak menerus) dengan amplituda maksimum 1,5- 6 mm. Getaran banjir terjadi 2 kali pada tanggal 25 Januari 2015.

2. Selama Februari hingga 10 Maret 2015 pukul 06.00 WIT gempa-gempa yang terekam adalah: 9 kali gempa Vulkanik Dalam (VA), 4 kali gempa Vulkanik Dangkal (VB), 222 kali gempa Hembusan, 163 kali gempa Tektonik Lokal, 463 gempa Tektonik Jauh dan 13 gempa Teleseismik. Tremor tidak menerus terjadi 10 kali dengan amplituda maksimum 1,5-3 mm.

Grafik jenis dan jumlah kegempaan G. Gamalama selama periode 13 Desember 2014 hingga 10 Maret 2015 pukul 06.00 WIT selengkapnya dapat dilihat pada lampiran 1.

III. EVALUASI
1. Pasca rangkaian erupsi tanggal 18-21 Desember 2014, secara visual aktivitas hembusan asap mengalami penurunan. Ketinggian asap hembusan berfluktuasi dan memasuki pertengahan Februari hingga awal Maret 2015 relatif stabil dengan tinggi maksimum 25 m dari atas rekahan di sebelah timur. Warna asap hembusan menunjukkan aktivitas dominan gas (tidak ada material vulkanik/abu yang terbawa ke permukaan).

2. Saat ini aktivitas kegempaan didominasi oleh aktivitas permukaan, ditandai dengan masih terekamnya gempa Hembusan dengan jumlah yang berfluktuasi tetapi pada trend menurun.

3. Grafik amplituda seismik selama periode 13 Desember 2014 hingga 10 Maret 2015 pukul 06.00 WIT (lampiran 2) menunjukkan fluktuasi tetapi cenderung masih pada batas bawah periode erupsi Desember 2014. Kenaikkan pada periode akhir Februari disebabkan oleh kenaikkan jumlah gempa Tektonik Lokal akibat aktivitas Gempa Tektonik di baratlaut Halmahera Barat dengan magnitude 5,3 pada tanggal 25 Februari 2015.

4. Kenaikan gempa-gempa vulkanik dan letusan di G. Gamalama diduga sangat dipengaruhi oleh aktivitas tektonik (kejadian gempa bumi tektonik) zona Punggungan Mayu-Laut Maluku, sebagaimana yang terjadi pada periode Nopember 2014 dimana terjadi Gempa Tektonik Jauh berskala > 6 MMI di zona tersebut yang memicu kemunculan gempa-gempa vulkanik di G. Gamalama dan diikuti oleh rangkaian erupsi 18-21 Desember 2014. Tetapi kenaikan gempa Tektonik Lokal akibat gempa bumi tektonik pada 25 Februari 2015 sampai saat ini tidak menimbulkan kenaikan pada jumlah gempa-gempa Vulkanik G. Gamalama.

5. Hingga 9 Maret 2015, gempa Vulkanik Dalam (VA) masih terjadi, tetapi jumlahnya tidak signifikan. Namun demikian jumlah dan jenis gempa-gempa vulkanik (VA,VB dan Tremor) akan dipantau terus secara intensif untuk mendeteksi jika terjadi peningkatan yang sangat cepat dan memicu terjadinya letusan.

IV. POTENSI BAHAYA
1. Mengingat sejarah letusan G. Gamalama yang sering dipicu oleh kejadian gempabumi tektonik di Zona Punggungan Mayu atau Lempeng Laut Maluku, maka saat ini potensi bahaya G. Gamalama adalah kemungkinan terjadinya letusan freatik ataupun magmatik yang dapat terjadi sewaktu-waktu.

2. Berdasarkan sejarah aktivitasnya, daerah yang berpotensi terlanda bahaya letusan G. Gamalama tertuang dalam Peta Kawasan Rawan Bencana (lampiran 3), dimana:

a. Awan panas, aliran lava, lontaran atau guguran batu (pijar), lontaran batu (pijar) dan hujan abu lebat berpotensi melanda kawasan dalam radius 2.5 km dari pusat erupsi.

b. Aliran lahar/banjir dan kemungkinan perluasan awan panas dan aliran lava, hujan abu dan lontaran batu (pijar) berukuran lebih kecil, berpotensi melanda kawasan dalam radius 3.5 km dari pusat erupsi.

c. Di musim penghujan perlu ditingkatkan kewaspadaan terhadap ancaman bahaya aliran lahar hujan. Kawasan yang berpotensi terlanda lahar hujan utamanya adalah kawasan yang dilalui oleh sungai-sungai yang berhulu di G. Gamalama.

V. KESIMPULAN
1. Berdasarkan pengamatan visual, instrumental dan potensi bahaya letusan G. Gamalama hingga tanggal 10 Maret 2015 pukul 06.00 WIT, maka tingkat aktivitas G. Gamalama diturunkan dari SIAGA (Level III) menjadi WASPADA (Level II) terhitung sejak tanggal 10 Maret 2015 pukul 10.00 WIT.

2. Jika terjadi perubahan aktivitas vulkanik G. Gamalama secara signifikan, maka tingkat aktivitasnya dapat dinaikkan/diturunkan sesuai dengan aktivitas vulkanik dan tingkat ancamannya.

VI. REKOMENDASI

Sehubungan dengan G. Gamalama dalam tingkat aktivitas WASPADA (Level II) maka direkomendasikan:

1. Masyarakat di sekitar G. Gamalama dan pengunjung/wisatawan tidak beraktivitas di dalam radius 1.5 km dari kawah G. Gamalama.

2. Masyarakat di sekitar G. Gamalama diharap tenang, tidak terpancing isyu-isyu tentang letusan G. Gamalama, namun tetap meningkatkan kewaspadaan dan senantiasa mengikuti arahan dari Pemerintah Daerah/Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi dan Kota.

3. Pada musim hujan masyarakat yang tinggal di sepanjang aliran sungai yang berhulu di G. Gamalama agar mewaspadai bahaya sekunder berupa ancaman aliran lahar.

4. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi selalu berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Maluku Utara dan BPBD Kota Ternate tentang aktivitas G. Gamalama.

5. Pemerintah Daerah agar senantiasa berkoordinasi dengan Pos Pengamatan G. Gamalama di Jl. Sabia Belakang, Kecamatan Sangaji Utara, Kota Ternate Utara, Propinsi Maluku Utara atau dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi di Bandung.

_______________________

1. Siaga G.Gamalama, Tgl. 9 Januari 2015, Pkl. 00.00 - 06.00 WIT.

Vieusl:
Cuaca Berawan - mendung, angin sedang dari Timur - Utara. Hujan sedang - deras. G. Gamalama tertutup kabut.

Kegempaan
- 1 x Gempa tremor harmonik menerus,
- 1 x Gempa tektonik jauh,
- 1 x Getaran banjir (lahar hujan).

2. Siaga G.Gamalama, Tgl.
9 Januari 2015, Pkl. 06.00 - 12.00 WIT.

Visual:
Cerah - berawan, angin sedang dari Timur - Utara.
G. Gamalama tampak jelas - tertutup kabut.

Kegempaan:
- 1 x Gempa hembusan,
- 2 x Gempa tektonik lokal,
- 3 x Gempa tektonik jauh.

Kesimpulan : Status G. Gamalama tetap Siaga (Level 3).

Data : PVMBG.
Salam : Surono / Mbah Rono.

_________________________

Siaga G.Gamalama, Tgl. 8 Januari 2015, Pkl.18.00 - 24.00 WIT

Visual:
Cuaca Berawan - mendung, angin sedang dari timur - utara. Hujan sedang ( 3 mm ).
G. Gamalama tertutup kabut.

Kegempaan :
- 2 x Gempa hembusan,
- 2 x Gempa tektonik jauh,

Kesimpulan :
Stwtus G. Gamalama Siaga (Level 3).

Data : PVMBG.
Salam : Surono / Mbah Rono

__________________________

Siaga G.Gamalama, Tgl.
8 Januari 2015, Tgl. 00.00 - 06.00 WIT.

Vidual:
Cuaca berawan - mendung, angin lemah dari Timur - Utara. Gunung tertutup kabut.

Kegempaan :
- Tremor hembusan menerus
- 1 x gempa hembusan,
- 2 x gempa tektonik jauh.

Kesimpulan :
Status G. Gamalama Siaga (Level 3).

Data : PVMBG.
Salam : Surono Mbah Rono

_______________________

Siaga G.Gamalama, Tgl. 7 Januari 2015, Pkl.18.00 - 24.00 WIT

Visual:
Cuaca Berawan - mendung, angin lemah dari timur - utara. Hujan gerimis - deras ( 4 mm ). G. Gamalama tertutup kabut.

Kegempaan :
- Tremor hembusan menerus,
- 2 x Gempa hembusan,
- 1 x Gempa vulkanik dalam,
- 4 x Gempa tektonik jauh.

Kesimpulan :
Status G. Gamalama Siaga (Level 3).

Siaga G.Soputan, Tgl.7 Januari 2015, Pkl.18.00 - 24.00 WITA.

Visual:
Mendung - hujan, angin lemah dari Barat Laut.
Hujan gerimis-sedang, curah hujan 9,0 mm. G. Soputan jelas - kabut, saat jelas teramati asap kawah putih tebal tinggi kurang lebih 200 m.
-Pada Pkl: 21.20 WITA, teramati lelehan lava dari puncak dengan jarak luncur lk.750 m kearah Barat.
-Pada Pkl: 21.55 WITA, teramati lelehan serta guguran dengan jarak luncur lk.1000 m kearah Barat.

Kegempaan:
- 2 x Gempa Vulkanik dalam,
- 1 x Gempa Vulkanik dangkal,
- 1 x Gempa guguran,
- Tremor menerus.

Kesimpulan :
Kegempaan vulkanik belum stabil, Status G.Soputan tetap Siaga (Level 3).

Data: PVMBG.
Salam : Surono / Mbah Surono Mbah Rono

______________________

Siaga G.Gamalama, Tgl. 7 Januari 2015, Pkl.18.00 - 24.00 WIT

Visual:
Cuaca Berawan - mendung, angin lemah dari timur - utara. Hujan gerimis - deras ( 4 mm ). G. Gamalama tertutup kabut.

Kegempaan :
- Tremor hembusan menerus,
- 2 x Gempa hembusan,
- 1 x Gempa vulkanik dalam,
- 4 x Gempa tektonik jauh.

Kesimpulan :
Status G. Gamalama Siaga (Level 3).

Siaga G.Soputan, Tgl.7 Januari 2015, Pkl.18.00 - 24.00 WITA.

Visual:
Mendung - hujan, angin lemah dari Barat Laut.
Hujan gerimis-sedang, curah hujan 9,0 mm. G. Soputan jelas - kabut, saat jelas teramati asap kawah putih tebal tinggi kurang lebih 200 m.
-Pada Pkl: 21.20 WITA, teramati lelehan lava dari puncak dengan jarak luncur lk.750 m kearah Barat.
-Pada Pkl: 21.55 WITA, teramati lelehan serta guguran dengan jarak luncur lk.1000 m kearah Barat.

Kegempaan:
- 2 x Gempa Vulkanik dalam,
- 1 x Gempa Vulkanik dangkal,
- 1 x Gempa guguran,
- Tremor menerus.

Kesimpulan :
Kegempaan vulkanik belum stabil, Status G.Soputan tetap Siaga (Level 3).

Data: PVMBG.
Salam : Surono / Mbah Surono Mbah Rono

_______________________

Siaga G.Gamalama, Tgl. 5 Januari 2015, Pkl. 12.00 - 18.00 WIT

Visual :
Cuaca cerah - berawan, angin sedang dari Timur - Utara, Gunung tertutup kabut.

Kegempaan :
- Tremor hembusan menerus,
- 2 x Gempa hembusan,
- 5 x Gempa tektonik jauh.

Kesimpulan :
Status G. Gamalama Siaga (Level 3).

Data : PVMBG.
Salam : Surono / Mbah Rono.

________________________

Siaga G. Gamalama, P. Ternate, Prov. Maluku Utara; Tgl. 05 Januari 2015; Pkl. 06:00 - 12:00 WIT.

VISUAL:
Cuaca cerah-berawan dan angin sedang dari Timur-Utara, G. Gamalama tertutup kabut.

SEISMISITAS:
- Tremor Hembusan Menerus;
- 4 x Gempa Tektonik Jauh.

KESIMPULAN:
Status Gunungapi Gamalama SIAGA (level III).

Data : PVMBG.
Salam: Surono Mbah Rono

________________________

Siaga G. Gamalama, P. Ternate, Prov. Maluku Utara, Tgl. 05 Januari 2015; Pkl. 00:00 - 06:00 WIT.

VISUAL
Cuaca berawan-mendung dan angin sedang dari Timur - Utara, G. Gamalama tertutup kabut.

SEISMISITAS:
- Tremor Hembusan Menerus;
- 4 x Gempa Tektonik Jauh;

KESIMPULAN:
Status Gunungapi Gamalama SIAGA (level III);

Data: PVMBG.
Salam: Surono Mbah Rono

______________________

Waspada G. Tangkubanparahu; Tgl. 04 Januari 2015, Pukul 18:00 - 24:00 WIB.

Visual:
Cuaca mendung, angin sedang dari Selatan.

Seismik:
- 4 x Gempa Frekwensi rendah,
- 5 x Gempa vulkanik dangkal.

Kesimpulan:
Kegempaan vulkanik masih terekam Status G.Tangkubanparahu tetap Waspada (Level2).

Data: PVMBG.
Salam: Surono Mbah Rono

_____________________

Siaga G. Gamalama, Tgl. 4 Januari 2015, Pkl. 12.00 - 18.00 WIT

Visual:
Cuaca cerah - berawan angin sedang dari Timur Laut - Utara, G. Gamalama tertutup kabut.

Kegempaan :
- Tremor hembusan menerus,
- 2 x gempa tektonik jauh.

Kesimpulan :
Status G. Gamalama masih tetap Siaga (Level 3).

Data : PVMBG
Salam : Surono / Mbah Rono

____________________

Siaga G. Gamalama, Tgl. 3 Januari 2015, Pkl.18.00 - 24.00 WIT

Visual:
Cuaca cerah, angin sedang dari Timur - Utara, Gunung Gamakama tertutup kabut.

Kegempaan :
- Tremor hembusan menerus,
- 1 x Gempa hembusan,
- 5 x Gempa tektonik jauh,

Kesimpulan :
Status G. Gamalama Siaga (Level 3).

Data : PVMBG
Salam : Surono / Mbah Rono, Ka Badan Geologi, Kementerian ESDM.

_____________________

1. Siaga G.Gamalama, Tgl. 3 Januari 2015, Pkl. 00.00 - 06.00 WIT

Visual:
Cuaca Berawan - mendung, angin sedang dari Timur - Utara. Gunung tertutup kabut.

Kegempaan :
- Tremor hembusan menerus,
- 1 x gempa hembusan,
- 1 x gempa tektonik jauh.

2. Siaga G.Gamalama, Tgl. 3 Januari 2015, Pkl. 06.00 - 12.00 WIT

Cuaca Cerah, angin sedang dari Timur - Utara. Gunung tampak jelas, -tampak asap kawah putih tipis - tebal, tinggi 25 m di atas puncak, condong ke Barat - Selatan.

Kegempaan :
- Tremor hembusan menerus,
- 1 x Gempa hembusan,
- 3 x Gempa tektonik jauh,

Kesimpulan :
Tingkat aktivitas kegempaan vulkanik belum stabil, Status G. Gamalama Siaga (Level 3).

Data: PVMBG.
Salam: Surono Mbah Rono

_______________________

Berikut ini ditampilkan estimasi lokasi pusat gempa vulkanik G. Gamalama, Kota Ternate, Maluku Utara dalam periode 17-24 Desember 2014. Kedalaman gempa bervariasi dari dangkal (~1 km di bawah puncak) hingga dalam (~7 km di bawah puncak). Ukuran bola yang berbeda-beda dalam video ini merefleksikan magnituda (Md) gempa vulkanik yang berkisar antara -0.30 hingga 1.16. Aktivitas vulkanik G. Gamalama saat ini masih relatif tinggi dicirikan dengan masih terekamnya gempa vulkanik dalam dan dangkal yang mengindikasikan peretakkan batuan di dalam tubuh gunungapi akibat dorongan magma menuju ke permukaan. Selain itu juga, jaringan seismik PVMBG masih merekam tremor hembusan menerus dengan amplituda berkisar 0,5-3,0 mm. Secara visual, teramati di permukaan berupa hembusan asap kelabu tebal yang keluar dari rekahan yang terbentuk pada letusan 2011. Selain daripada itu, rantai gempa tektonik di Punggungan Mayu/Laut Maluku tidak tertutup kemungkinan berkontribusi dalam mengubah aktivitas gunungapi terdekatnya seperti di Busur Halmahera (G. Gamalama, G. Dukono, G. Ibu, G. Gamkonora, dan G. Kie Besi), di Busur Sangir-Sulawesi (G. Soputan, G. Lokon, G. Awu, G. Ruang, G. Karangetang, G. Tangkoko, G. Ambang), maupun di G. Colo, Sulawesi Tengah. Hingga saat ini, indikasi migrasi magma ke permukaan secara besar-besaran di G. Gamalama belum terlihat, namun demikian masyarakat agar tetap SIAGA dan mengikuti rekomendasi PVMBG dalam tingkat aktivitas SIAGA (Level III) G. Gamalama. Para pendaki maupun masyarakat tidak diperbolehkan melakukan aktivitas dan/atau berada dalam radius 2,5 km dari puncak G. Gamalama. Ancaman sekunder berupa Lahar Dingin juga perlu menjadi perhatian penting bagi Pemerintah Daerah, BPBD, instansi terkait, dan utamanya masyarakat yang tinggal di bantaran sungai yang berhulu di G. Gamalama mengingat saat ini intensitas hujan cukup tinggi. Perlu diingat bahwa pada letusan G. Gamalama tahun 2011 lalu korban jiwa tidak jatuh karena ancaman primer letusan (lontaran lava pijar, hujan abu vulkanik, dll), namun justru diakibatkan oleh ancaman sekunder Lahar Dingin. Tim Tanggap Darurat PVMBG secara rutin menganalisa data untuk mengevaluasi aktivitas dan potensi bencana letusan G. Gamalama. PVMBG juga secara rutin melakukan koordinasi bersama Pemerintah Daerah, BPBD, Kepolisian, TNI, dan instansi terkait setiap 2 hari satu kali di Kantor Walikota Ternate, Maluku Utara.

https://www.facebook.com/video.php?v=1520736241545289&set=vb.100008267837736&type=2&theater
____________________

Siaga G. Gamalama, Tgl. 24 Desember 2014, Pkl. 00.00 - 06.00 WIT.

Visual:
Cerah - berawan, angin Timur sedang, gunung tertutup kabut.

Kegempaan :
- Tremor hembusan menerus,
- 4 x Gempa hembusan,
- 5 x Gempa vulkanik dalam.

Kesimpulan :
Energi kegempaan masih tinggi; Status G. Gamalama masih tetap Siaga (Level 3).

Data: PVMBG.
Salam: Surono Mbah Rono
____________________

Siaga G.Gamalama, Tgl. 23 Desember 2014, Pkl.18.00 - 24.00WIT.

Vidual :
Cerah-berawan, angin Timur sedang. G. Gamalama, jelas-tertutup kabut, teramati hembusan asap kelabu tebal. tinggi 150 m dari atas rekahan sebelah Timur.

Kegempaan :
- Tremor hembusan menerus,
- 8 x Gempa hembusan,
- 1 x Gempa tektonik lokal,
- 4 x Gempa tektonik jauh.

Kesimpulan :
Aktivitas kegempaan vulkanik masih tinggi, Status G. Gamalama masih tetap Siaga (Level 3).

Data: PVMBG.
Salam: Surono Mbah Rono

__________________________

Surono Mbah Rono
Siaga G.Gamalama, Tgl. 23 Desember 2014, Tgl. 00: 00 - 12.000 WIT.

Cuaca :
Cerah, angin tenang - Utara Barat Laut lemah; G. Gamalama, tertutup kabut - jelas. Hembusan asap kelabu tebal tinggi 50 - 100 m di atas rekahan bagian timur. Asap disertai abu tipis condong ke Belatan - Barat Daya.

Kegempaan :
- Tremor hembusan menerus,
- 3 x Gempa Hembusan,
- 2 x Gempa Tektonik Jauh.

Kesimpulan:
Tingkat aktivitas kegempaan vulkanik masih tinggi, Status G. Gamalama masih Siaga (Level 3).

Data: PVMBG.
Salam: Surono, Ka Badab Geologi, Kem. ESDM.

____________________

1. Siaga G.Gamalama, Ternatai, Maluku Utara,Tgl. 22 Desember 2014, Tgl.18.00 - 24.00 WIT.

Cuaca :
Cerah-berawan, angin Barat Laut lemah-sedang.

Visual :
Pukul 18.00-18.30 WIT gunung tampak jelas, asap teramati kelabu tebal tinggi sekitar 200 m di atas puncak. Teramati asap disertai abu tipis condong ke Tenggara-Selatan.

Kegempaan :
- Tremor hembusan menerus,
- 2 x Gempa Hembusan,
- 2 x Gempa Tektonik Jauh.

2. Siaga G. Gamalama, Tgl. 23 Desember 2014; Pkl. 00:00 - 06:00 WIT.

VISUAL:
Cuaca cerah dan an gin tenang-lemah dari Utara-Barat Laut. G. Gamalama tertutup kabut -jelas.
Pkl. 05.40 WIT, teramati hembusan asap kelabu tebal tinggi 250 meter di atas rekahan bagian Timur, asap disertai abu tipis condong ke Tenggara-Selatan.

SEISMISITAS:
- Tremor Hembusan Menerus,
- 1 x Gempa Hembusan;
- 1 x Gempa Tektonik Lokal;
- 2 x Gempa Tektonik Jauh.

KESIMPULAN:
Kegempaan vulkanik belum stabil, Status G. Gamalama masih tetap SIAGA (level III). Masyarakat agar tdk berqktivitas dlm radius 2.5 km dr puncak G. Gamalama.

Data: PVMBG.
Salam: Surono, Ka. Badan Geologi, Kem. ESDM.

___________________________

Surono Mbah Rono

1. Siaga G. Gamalama, Ternate, Maluku Utara, Tgl. 22 Desember 2014; Pkl. 00:00 - 06:00 WIT.

VISUAL
Cuaca cerah dan angin lemah dari Barat, G. Gamalama tertutup kabut dan abu tipis jatuh di pos pengamatan dan sekitarnya.

SEISMISITAS:
- Tremor Hembusan Menerus,
- 1 x Vulkanik Dalam;
- 12 x Gempa Tektonik Jauh;
- 4 x Gempa Hembusan.

2. Siaga G.Gamalama, Tgl. 22 Desember 2014, Tgl. 06.00 - 12.00 WIT.

Visual:
Cerah, angin tenang - lemah dari Barat Laut. Hujan gerimis (4 mm)

Visual :
Teramati asap putih tebal tinggi 25 - 100 m, asap condong ke Tenggara

Kegempaan :
- Tremor hembusan menerus,
- 6 x Gempa Hembusan;
- 6 x Gempa Tektonik Jauh.

Kesimpulan :
Aktivitas kegempaan vulkanik masih tinggi, Status G. Gamalama masih tetap Siaga (Level 3).

Data: PVMBG.
Salam: Surono Mbah Rono

_________________________

1. Siaga G. Slamet, Tgl. 21 Desember 2014; Pkl. 18.00 - 24.00 WIB.

VISUAL:
Cuaca terang dan angin tenang. G. Slamet terhalang kabut.

SEISMISITAS:
- 212 x Gempa Hembusan.

2. Siaga G. Slamet, Tgl. 22 Desember 2014; Pkl. 00.00 - 06.00 WIB.

VISUAL:
Cuaca terang dan angin tenang. G. Slamet terhalang kabut dan saat cerah teramati hembusan asap tinggi 200 - 400 m condong ke arah Barat.

SEISMISITAS:
- 230 x Gempa Hembusan

KESIMPULAN:
Kegempaan vulkanik masih belum stabil, maka Status G. Slamet masih SIAGA (level III). Masyarakat agar tdk beraktivitas dlm radius 4 km dari puncak.

Data; PVMBG.
Salam: Surono Mbah Rono
_____________

Siaga G.Gamalama; Tgl. 21 Desember 2014; Pkl.12.00 - 18.00 WIT.

Vidual :
Cerah, angin tenang - lemah.
Gunung tampak jelas - tutup kabut. Teramati asap kelabu tebal tinggi 300 - 500 m, condong ke Timur.

Kegempaan :
- Tremor hembusan menerus,
- 4 x Gempa Hembusan;
- 3 x GempaTektonik Jauh.

Kesimpulan :
Aktivitas kegempaan vulkanik masih tinggi; Status G. Gamalama masih Siaga (Level 3).

Data: PVMBG
Salam: Surono Mbah Rono
___________________________

Siaga G.Gamalama; Tgl. 20 Desember 2014, Pkl. 18.00 - 24.00 WIT.

Visual:
Cerah, angin lemah dari Barat. Pukul 18.WIT teramati asap kelabu tebal tinggi 300 - 600 m di atas puncak condong ke Timur.

Kegempaan :
- Tremor hembusan menerus,
- 2 x Gempa Vulkanik Dalam,
- 1 x Gempa Tektonik Jauh,
- 1 x Gempa Hembusan.

Kesimpulan :
Aktivitas kegempaan vulkanik masih tinggi, Status G.Gamalama terap Siaga (level 3).

Data: PVMBG
Salam: Surono Mbah Rono________________________

Siaga G.Gamalama, Tgl. 20 Desember 2014, Pkl. 12.00 - 18.00WIT.

Visual:
Cerah - berawan, angin lemah dari Barat. Gunung jelas- tertutup kabut dan abu vulkanik. Pukul 16.00 WIT teramati hembusan asap kelabu - kehitaman; tinggi 500 -1000 m dari puncak, abu vulkanik condong ke Timur. Hembusan asap disertai abu vulkanik masih terus terjadi. Terdengar suara gemuruh sedang pukul 15.40 WIT.

Kegempaan :
- 2 x Gempa Tektonik jauh,
- Tremor hembusan menerus.

Kesimpulan :
Aktivitas kegempaan vuljanik nasih tinggi; Status G. Gamalama masih tetap Siaga (Level 3).

Data: PVMBG.
Salam: Surono Mbah Rono
__________________________

Siaga G.Gamalama, Tgl. 20 Desember 2014, Pkl. 06.00 - 12.00 WIT.

Visual:
Cuaca cerah, angin lemah dari Barat. Pukul 06.00 - 06.41WIT gunung tampak jelas, 06.42 - 12.00 WIT tertutup kabut dan abu vulkanik. Asap dan abu vulkanik kelabu tebal tinggi 300-500 m tertiup angin condong ke Timur.

Kegempaan :
- Tremor hembusan menerus,
- 1 x Gempa Tektonik Jauh.

Kesimpulan :
Tingkat aktivitas kegempaan vulkanik masih tinggi, Status G.Gamalama tetap Siaga (Level 3). Masyarakat agar tdk beraktivitas dlm radius 2.5 km dr puncak.

Data: PVMBG.
Salam: Surono Mbah Rono

__________________________-

Siaga G. Gamalama; P. Ternate, Maluku Utara, Tgl. 20 Desember 2014; Pkl. 00:00 - 06:00 WIT.

VISUAL
Cuaca cerah dan angin bertiup lemah dari Barat-Utara. G. Gamalama tertutup kabut dan abu vulkanik. Pkl. 00.04 - 02.34 WIT, terdengar suara gemuruh lemah-sedang.

SEISMISITAS:
- 1 x Gempa Tektonik Jauh;
- Tremor Hembusan Menerus.

KESIMPULAN:
Status G. Gamalama SIAGA (level III). Masyarakat agar tdk berakivitas dlm radius 2.5 km dr puncak.

Data: PVMBG.
Salam: Surono Mbah Rono

___________________________

Siaga G.Gamalama, Tgl.19 Desember 2014; Pkl. 18.00 - 24.00 WIT.

Visual:
Cuaca, cerah, angin lemah dari Barat; Gunung jelas - tertutup kabut dan abu vulkanik. Pukul 18.36 teramati hembusan asap kelabu tebal tinggi 200 - 400 m dari puncak. Asap dan abu vulkanik condong ke Timur. Hembusan asap dan abu vulkanik masih terjadi. Terdengar suara gemuruh lemah sampai sedang pukul 20.55 - 24.00 WIT.

Kegempaan :
- Tremor hembusan menerus.

Kesimpulan :
Tingkat aktivitas vulkanik masih tinggi; Status G. Gamalama terap Siaga (level 3).

Data: PVMBG.
Salam: Surono Mbah Rono

_________________________


Surono Mbah Rono
Siaga G.Gamalama, Tgl.19 Desember 2014, Pkl. 12.00 - 18.00 WIT

Visual:
Cuaca cerah - hujan, angin tenang, 1 x hujan gerimis 3 mm. Gamalama tertutup kabut dan abu vulkanik. Pukul 15.36 - 17.59 WIT, teramati hembusan asap putih kelabu sedang - tebal dan bergumpal, tinggi 200 - 700 m dari puncak. Asap disertai abu vulkqnik tertiup angin condong ke Timur. Hembusan asap disertai abu vulkanik masih terus terjadi.

Kegempaan :
- 1 x Gempa Tektonik jauh,
- 2 x Gempa Tektonik lokal,
- Tremor hembusan menerus.

Kesimpulan :
Tingkat aktivitas kegempaan vulkanik masih tinggi, Status G. Gamalama masih tetap Siaga (Level 3). Masyarakat agar tdk beraktivitas dlm radius 2.5 km dr puncak.

Data: PVMBG.
Salam: Surono; Ka Badan Geologi; Kementerian ESDM.
__________________

Surono Mbah Rono
Siaga G. Gamalama, Ternate, Maluku Utara, Tgl. 19 Desember 2014; Pkl. 06:00-12:00 WIT.

VISUAL:
Cuaca berawan, mendung dan angin tenang. G. Gamalama tertutup kabut.

SEISMISITAS:
- 2 x Gempa Tektonik Jauh;
- Tremor Hembusan asap Menerus.

KESIMPULAN:
Status Gunungapi Gamalama SIAGA (level III). Agar masyarakat tidak beraktivitas dalam radius 2.5 km dr puncak G. Gamalama. Diluar radius tersebut masyarakat agak tetap tenang; lakukan aktivitas seperti biasa.

Data: PVMBG.
Salam: Surono
_____________________

Surono Mbah Rono
Berikut berita terbaru dari Pos PGA Gamalama:
1. Jumlah pendaki total 13 org, 11 org berhasil dievakuasi lebih dahulu (5 org diantaranya masuk RS). Tim SAR berhasil menemukan sisa 2 orang lainnya yg berada di puncak dalam keadaan hidup namun mengalami cedera tulang. Saya minta Pengamat G. Gamalama; Bapak Darno Lanane utk menengok seluruh korban; utk memastikan keadaan mereka.

2. Abu vulkanik teridentifikasi di Kel. Maliaro, Ternate Tengah (6.5 km sebelah tenggara puncak), tebal 2.5 mm. Di Pos PGA Gamalama (6 km sebelah tenggara Puncak) abu vulkanik setebal 0.5 mm. Tim PVMBG; Kem. ESDM masih melakukan pemetaan sebaran abu vulkanik dr erupsi G. Gamalama.
Status G. Gamalana adalah Siaga; masyarakat agar tdk beraktivitas dlm radius 2.5 km dr puncak.
Salam: Surono; Ka Badan Geologi; Kem. ESDM.

lk pkl 13. 35 WIB
______________________

PERINGATAN DINI SIAGA: 29 Des 14: G Gamalama (Penningkatann Status Waspada menjadi SIAGA) Kota Ternate, Propinsi Maluku Utara

PVMBG: Kenaikan Tingkat Aktivitas G. Gamalama Dari Waspada (level Ii) Menjadi Siaga (level Iii)
19 December 2014

I. PENDAHULUAN

Gunungapi Gamalama merupakan salah satu gunungapi aktif yang berada di Maluku Utara. Secara administratif terletak di Kota Ternate (Pulau Ternate), Provinsi Maluku Utara, sedangkan secara geografi puncaknya terletak pada 0o 48’ Lintang Utara dan 127o 19’ 30” Bujur Timur, dengan ketinggian 1715 meter di atas permukaan laut.

Erupsi terakhir G. Gamalama terjadi pada Desember 2011, dipicu oleh terjadinya rangkaian gempa-gempa Tektonik Lokal yang diikuti oleh kemunculan gempa-gempa vulkanik. Rangkaian erupsi berakhir pada Januari 2012 dan tingkat aktivitas G. Gamalama diturunkan menjadi Waspada (Level II) sejak tanggal 24 Januari 2012 pukul 14:00 WIT.

Erupsi G. Gamalama umumnya mempunyai tanda-tanda yang mengawali letusan (precursor) yang sangat singkat. Kemunculan gempa-gempa vulkanik tidak banyak namun dapat diikuti oleh letusan yang bersifat freatik - freatomagmatik. Kemunculan gempa-gempa vulkanik umumnya diawali oleh aktivitas tektonik regional dan diikuti oleh kejadian gempa-gempa Tektonik Lokal. Karakteristik ini juga teramati pada letusan G. Gamalama pada tahun 1995 dan 2011.

Pada periode November - Desember 2014, terjadi beberapa kali gempa tektonik di kawasan Laut Maluku dengan skala mencapai 6 MMI, tetapi hal ini tidak secara langsung memicu peningkatan kegempaan G. Gamalama.


II. HASIL PEMANTAUAN

2.1. Visual

Pemantauan secara visual aktivitas vulkanik G. Gamalama dilakukan dari arah Pos PGA Gamalama di Desa Sabia Belakang, Kota Ternate. Pengamatan secara langsung dengan menggunakan CCTV selama kurun waktu 12 - 18 Desember 2014 adalah sebagai berikut :

- Tanggal 12 - 14 Desember 2014

Cuaca cerah - berawan, angin tenang, gunung tertutup kabut. Asap hembusan berwarna putih sedang, tinggi lk. 10 - 25 m dari atas puncak.

- Tanggal 15-16 Desember 2014

Cuaca cerah - berawan, angin tenang. Gunung tertutup kabut, jika cuaca cerah teramati asap hembusan berwarna putih sedang, tinggi lk. 25 - 50 m dari atas puncak.

- Tanggal 17 Desember 2014

Cuaca cerah - berawan, angin tenang. Teramati asap hembusan berwarna putih sedang - tebal dengan tinggi lk. 50-100 m dari puncak.

- Tanggal 18 Desember 2014

Terjadi letusan pada pukul 22:41:00 WIT, tinggi kolom letusan lk. 2000 m condong ke arah timur.



2.2. Kegempaan

Pemantauan kegempaan dilakukan dengan menggunakan 3 (tiga) stasiun seismik kontinyu yang dipasang di sekitar G. Gamalama. Hasil pemantauan selama kurun waktu 12 - 17 Desember 2014 adalah sebagai berikut :

- Tanggal 12 Desember 2014 : terekam 15 kali Gempa Tektonik Jauh dengan amplitudo maksimum 1-22 mm, S-P 11-37 detik dan lama gempa 42-128 detik. 1 kali Gempa Vulkanik Dalam (VA) dengan amplitudo maksimum 17 mm, S-P 0,74 detik dan lama gempa 14 detik. 4 kali Gempa Hembusan dengan amplitudo maksimum 1-2 mm dan lama gempa 27-57 detik .

- Tanggal 13 Desember 2014 : terekam 13 kali Gempa Tektonik Jauh dengan amplitudo maksimum 1-42 mm, S-P 11-37 detik dan lama gempa 32-174 detik. 1 kali gempa Tektonik Lokal dengan amplitudo maksimum 19 mm, S-P 8 detik dan lama gempa 33 detik. 1 kali Gempa Vulkanik Dalam (VA) dengan amplitudo maksimum 20 mm, S-P 0,63 detik dan lama gempa 13 detik. 2 kali Gempa Hembusan dengan amplitudo maksimum 1-7 mm, dan lama gempa 11-30 detik.

- Tanggal 14 Desember 2014 : terekam 12 kali Gempa Tektonik Jauh dengan amplitudo maksimum 0,5-41 mm, S-P 12-21 detik dan lama gempa 24-41 detik.

- Tanggal 15 Desember 2014 : terekam 12 kali Gempa Tektonik Jauh dengan amplitudo maksimum 1-41 mm, S-P 13-23 detik dan lama gempa 34-120 detik, 1 kali Gempa Tektonik Lokal dengan amplitudo maksimum 4 mm, S-P 7 detik dan lama gempa 34 detik. 4 kali Gempa Hembusan dengan amplitudo maksimum 0,5-1,5 mm dan lama gempa 10-50 detik.

- Tanggal 16 Desember 2014 : terekam 16 kali Gempa Tektonik Jauh dengan amplitudo maksimum 0,5-41 mm, S-P 10-29 detik dan lama gempa 40-112 detik. 1 kali Gempa Hembusan dengan amplitudo maksimum 0,5 mm dan lama gempa 21 detik.

- Tanggal 17 Desember 2014 : terekam 10 kali Gempa Tektonik Jauh dengan amplitudo maksimum 2-43 mm, S-P 10-29 detik dan lama gempa 35-205 detik. 2 kali Gempa Tektonik Lokal dengan amplitudo maksimum 10-38 mm, S-P 5-9 detik dan lama gempa 17-43 detik, 2 kali Gempa Vulkanik Dalam (VA) dengan amplitudo maksimum 2-21 mm, S-P 0,65-0,87 detik dan lama gempa 11-16 detik dan 4 kali Gempa Hembusan dengan amplitudo maksimum 1,5-2 mm, lama gempa 9-51 detik.



- Tanggal 18 Desember 2014 :

Pukul 00:00 – 06:00 : terekam 5 kali Gempa Tektonik Jauh.

Pukul 06:00 – 12:00 : terekam 5 kali Gempa Tektonik Jauh, 1 kali Gempa Hembusan, dan 1 kali Getaran Banjir pada pukul 09:00-10:05 WIT.

Pukul 12:00 – 18:00 : terekam 2 kali Gempa Tektonik Jauh dan 2 kali Gempa Vulkanik Dalam.

Pukul 18:00 – 22:00 : terekam 8 kali Gempa Vulkanik Dangkal dengan amplitudo maksimum 2,5-36 mm, 6 kali Gempa Hembusan dengan amplitudo maksimum 3-5 mm, Tremor menerus sejak pukul 22:09:59 WIT dengan amplitudo maksimum 5-39 mm, dan 1 kali Gempa Letusan pada pukul 22:41:00 WIT dengan amplitudo maksimum 45 mm dan lama gempa 122 detik.



III. ANCAMAN BAHAYA

Berdasarkan karakter letusannya maka ancaman bahaya letusan G. Gamalama adalah berupa lontaran batu pijar, jatuhan hujan abu dan lahar, aliran dan guguran lava, awan panas, dan gas beracun.

Kawasan Rawan Bencana G. Gamalama terdiri dari tiga kawasan, yaitu:

1. Kawasan Rawan Bencana III (KRB III) adalah kawasan yang sering terlanda awan panas, aliran lava, lontaran atau guguran batu (pijar), serta kawasan yang sangat berpotensi tertimpa lontaran batu (pijar) dan hujan abu lebat dalam radius 2.5 km dari pusat erupsi.

2. Kawasan Rawan Bencana II (KRB II) adalah kawasan yang berpotensi terlanda awan panas, aliran lava, dan guguran lava, serta kawasan yang berpotensi tertimpa lontaran batu (pijar) dan hujan abu lebat dalam radius 2.5 km dari pusat erupsi.

3. Kawasan Rawan Bencana I (KRB I) adalah kawasan yang berpotensi terlanda lahar/banjir dan kemungkinan dapat terkena perluasan awan panas dan aliran lava, serta kawasan yang rawan terhadap hujan abu dan kemungkinan dapat tertimpa lontaran batu (pijar) dalam radius 3.5 km dari pusat erupsi.



IV. KESIMPULAN

- Dalam kurun 12 - 17 Desember 2014 terjadi kemunculan gempa-gempa Vulkanik dan Tektonik Lokal namun dengan dengan jumlah yang relatif tidak signifikan. Kemunculan rantai gempa tektonik di kawasan Laut Maluku kemungkinan berkontribusi pada peningkatan aktivitas G. Gamalama sehingga terjadi letusan pada 18 Desember 2014 pukul 22:41:00 WIT. Sifat letusan ini masih memiliki kemiripan dengan sifat umum letusan G. Gamalama sebelumnya dimana kenaikan jumlah gempa menjelang letusan tidak signifikan.

- Hingga saat ini masih terekam tremor menerus dengan amplitudo 1-7 mm.

- Berdasarkan analisis data visual dan instrumental sebagaimana diuraikan di atas, maka tingkat aktivitas G. Gamalama dinaikkan dari Waspada (Level II) menjadi Siaga (Level III) terhitung mulai tanggal 18 Desember 2014 pukul 23.00 WIT.

Jika terjadi perubahan penurunan/peningkatan aktivitas vulkanik G. Gamalama secara signifikan, maka tingkat kegiatannya dapat diturunkan/dinaikkan sesuai dengan tingkat aktivitas dan ancamannya.



V. REKOMENDASI

Sehubungan dengan status kegiatan G. Gamalama SIAGA maka direkomendasikan :

Masyarakat di sekitar G. Gamalama diharap tenang, tidak terpancing isyu-isyu tentang letusan G. Gamalama, namun tetap meningkatkan kewaspadaan dan senantiasa mengikuti arahan dari Pemerintah Daerah/Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi dan Kota.

Masyarakat di sekitar G. Gamalama dan pengunjung/wisatawan tidak diperbolehkan mendaki dan mendekati kawah yang ada di puncak G.
Gamalama dalam radius 2.5 km.

Masyarakat yang tinggal di sepanjang aliran sungai yang berhulu di G. Gamalama agar mewaspadai bahaya sekunder berupa ancaman aliran lahar terutama jika terjadi hujan di kawasan puncak/lereng bagian atas G. Gamalama.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi selalu berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Maluku Utara dan BPBD Kota Ternate tentang aktivitas G. Gamalama.

Pemerintah Daerah agar senantiasa berkoordinasi dengan Pos Pengamatan G. Gamalama di Desa Sabia Belakang, Kota Ternate, Propinsi Maluku Utara atau dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi di Bandung.

_________________

PERINGATAN DINI WASPADA: 24/1/2012: G. Gamalama (Penurunan Status Siaga menjadi Waspada) Kota Ternate, Propinsi Maluku Utara

Penurunan Status Aktifitas G. Gamalama dari Siaga menjadi Waspada, 24 Januari 2012

Bersama ini kami sampaikan dengan hormat evaluasi kegiatan Gunungapi Gamalama, Kota Ternate, Propinsi Maluku Utara, hingga tanggal 24 Januari 2012, sebagai berikut :

I. PENDAHULUAN
Gunungapi Gamalama merupakan salah satu gunungapi aktif yang berada di Maluku Utara. Secara administratif terletak di Kota Ternate (Pulau Ternate), Provinsi Maluku Utara, sedangkan secara geografi puncaknya terletak pada 0o 48’ Lintang Utara dan 127o 19’ 30” Bujur Timur, dengan ketinggian 1715 meter di atas permukaan laut.
Status kegiatan vulkanik G. Gamalama sejak 4 Desember 2011 pukul 23:00 WIT dinaikkan dari Waspada (Level II) menjadi Siaga (Level III). Kenaikan ini disebabkan oleh adanya peningkatan jumlah gempa Vulkanik Dangkal yang sangat signifikan pada tanggal 4 Desember 2012 dan munculnya getaran Tremor menerus dengan amplituda maksimum mencapai 35 mm.
Pada tanggal 5 Desember 2012 pukul 00:08 WIT mulai teramati terjadinya letusan berupa rekaman gempa letusan yang disertai suara gemuruh, kemudian diikuti semburan abu vulkanik. Abu letusan menyebar ke arah Selatan – Timur dari pusat letusan. Suara gemuruh letusan terdengar sedang – lemah menerus hingga pukul 10:48 WIT. Rekaman seismograf didominasi getaran Tremor menerus dengan Amplituda 5 – 40 mm. Letusan berikutnya terjadi pada tanggal 12 dan 23 Desember 2011. Kolom letusan mencapai 1000 - 1500 meter dari atas puncak dengan warna kelabu tebal.

II. HASIL PEMANTAUAN
2.1. Kegempaan
Pemantauan kegempaan dilakukan dari Pos PGA di Marikurubu dengan menggunakan seismograf PS-2 sistem telemetri. Hasil pemantauan kegempaan sejak letusan terakhir pada tanggal 23 Desember 2011 adalah sebagai berikut :

 Tanggal 24 - 31 Desember 2011
Terekam 5 gempa Vulkanik Dalam, 9 gempa Vulkanik Dangkal, 4 gempa Tektonik Lokal, 31 gempa Tektonik Jauh, dan 397 gempa Hembusan. Kejadian rata - rata gempa Hembusan adalah 50 kejadian per hari. Amplituda maksimum gempa Hembusan adalah 1,5 - 44 mm dengan lama gempa 10 - 175 detik. Getaran Tremor terekam menerus dengan amplituda maksimum 0,5 - 2 mm.

 Tanggal 1 - 8 Januari 2012
Terekam 8 gempa Vulkanik Dalam, 2 gempa Vulkanik Dangkal, 1 gempa Tektonik Lokal, 16 gempa Tektonik Jauh, dan 583 gempa Hembusan. Kejadian rata - rata gempa Hembusan adalah 73 kejadian per hari. Amplituda maksimum gempa Hembusan adalah 1,5 - 13 mm dengan lama gempa 8 - 50 detik. Getaran Tremor terekam menerus dengan amplituda maksimum 0,5 - 1,5 mm.

 Tanggal 8 - 17 Januari 2012
Terekam 1 gempa Vulkanik Dalam, 6 gempa Vulkanik Dangkal, 5 gempa Tektonik Lokal, 39 gempa Tektonik Jauh, dan 225 gempa Hembusan. Kejadian rata - rata gempa Hembusan adalah 28 kejadian per hari. Amplituda maksimum gempa Hembusan adalah 1,5 - 8 mm dengan lama gempa 10 - 32 detik. Getaran Tremor terekam menerus dengan amplituda maksimum 0,5 - 1 mm.

 Tanggal 18 - 23 Januari 2012
Terekam 5 gempa Vulkanik Dalam, 5 gempa Vulkanik Dangkal, 5 gempa Tektonik Lokal, 45 gempa Tektonik Jauh, dan 208 gempa Hembusan. Kejadian rata - rata gempa Hembusan adalah 30 kejadian per hari. Amplituda maksimum gempa Hembusan adalah 1,5 - 16 mm dengan lama gempa 5 - 75 detik. Getaran Tremor terekam menerus dengan amplituda maksimum 0,5 - 1 mm. Getaran banjir terjadi pada tanggal 20 Januari 2012 pukul 02.40 - 03.20 WIT. Gempa terasa dengan skala I - III MMI terjadi pada tanggal 18 dan 19 Januari 2012.

 Tanggal 24 Januari 2012 hingga pukul 12:00 WIT
Terekam 1 gempa Vulkanik Dalam, 2 gempa Vulkanik Dangkal, 10 gempa Hembusan. Amplituda maksimum gempa Hembusan adalah 1,5 - 7 mm dengan lama gempa 4 - 55 detik. 1 gempa Tektonik Lokal, dan 3 gempa Tektonik Jauh. Getaran Tremor terekam menerus dengan amplituda maksimum 0,5 - 1 mm.


2.2. Visual
Pemantauan secara visual aktivitas vulkanik G. Gamalama dilakukan dari arah Pos PGA di Marikurubu dan dari arah pantai barat P. Ternate, pemantauan sejak tanggal 24 Desember 2011 adalah sebagai berikut :

 Tanggal 24 - 31 Desember 2011
Dalam periode ini cuaca umumnya mendung dan hujan. Gunung tertutup kabut sehingga tidak teramati tinggi dan warna asap hembusan. Curah hujan yang cukup tinggi mengakibatkan kejadian lahar pada tanggal 27 Desember yang melanda Sungai Togorara dan meluap melanda Desa Tubo dan Tofure. Aliran lahar terjadi di sepanjang Sungai Togorara hingga mencapai laut dan di Sungai Marikurubu. Akibat aliran lahar ini beberapa rumah rusak, 3 orang meninggal dunia dan 16 orang lainnya dirawat di Rumah Sakit setempat.

 Tanggal 1 - 8 Januari 2012
Cuaca umumnya berawan - mendung, pada pagi hari gunung kadang terlihat jelas, asap putih tebal tekanan lemah, tinggi lk. 50 m. Hujan masih terus terjadi dengan intensitas gerimis - sedang.

 Tanggal 8 - 17 Januari 2012
Cuaca umumnya berawan - mendung, gunung tertutup kabut - jelas, asap putih tebal tinggi lk. 50 - 100 m. Hujan gerimis masih sering terjadi.

 Tanggal 18 -23 Januari 2012
Cuaca cerah - berawan, asap hembusan berwarna putih - sedang dengan tinggi lk. 25 - 50 m di atas puncak. Hujan kadang - kadang terjadi dengan intensitas gerimis - sedang.
 Tanggal 24 Januari 2012 hingga pukul 12:00 WIT
Cuaca mendung, gunung tertutup kabut.

III. ANCAMAN BAHAYA
Berdasarkan karakter letusannya maka ancaman bahaya letusan G. Gamalama adalah berupa lontaran batu pijar, jatuhan hujan abu dan lahar, aliran dan guguran lava, awan panas, dan gas beracun.
Kawasan Rawan Bencana G. Gamalama terdiri dari tiga kawasan, yaitu:
- Kawasan Rawan Bencana III (KRB III) adalah kawasan yang sering terlanda awan panas, aliran lava, lontaran atau guguran batu (pijar), serta kawasan yang sangat berpotensi tertimpa lontaran batu (pijar) dan hujan abu lebat dalam radius 2,5 km dari pusat erupsi.
- Kawasan Rawan Bencana II (KRB II) adalah kawasan yang berpotensi terlanda awan panas, aliran lava, dan guguran lava, serta kawasan yang berpotensi tertimpa lontaran batu (pijar) dan hujan abu lebat dalam radius 2,5 km dari pusat erupsi.
- Kawasan Rawan Bencana I (KRB I) adalah kawasan yang berpotensi terlanda lahar/banjir dan kemungkinan dapat terkena perluasan awan panas dan aliran lava, serta kawasan yang rawan terhadap hujan abu dan kemungkinan dapat tertimpa lontaran batu (pijar) dalam radius 3,5 km dari pusat erupsi.

IV. KESIMPULAN
1. Sejak letusan terakhir pada tanggal 23 Desember 2011 kegempaan G. Gamalama didominasi oleh getaran Tremor dan gempa Hembusan. Jumlah gempa Hembusan sejak tanggal 8 Januari 2012 cenderung menurun, sedangkan getaran Tremor menerus masih terekam dengan amplituda relatif stabil antara 0,5 - 2 mm.
2. Berdasarkan data pemantauan visual dan instrumental aktivitas vulkanik G. Gamalama cenderung menurun, maka status kegiatan G. Gamalama diturunkan dari Siaga (Level III) menjadi Waspada (Level II) sejak tanggal 24 Januari 2012 pukul 14:00 WIT.
Jika terjadi perubahan penurunan/peningkatan aktivitas vulkanik G. Gamalama secara signifikan, maka tingkat kegiatannya dapat diturunkan/dinaikkan sesuai dengan tingkat kegiatan dan ancamannya.
Pemantauan secara intensif terus dilakukan guna mengevaluasi kegiatan G. Gamalama, serta pemahaman terhadap aktivitas G. Gamalama harus tetap dilakukan secara intensif melalui kegiatan sosialisasi tentang ancaman bahaya letusan G. Gamalama.

V. REKOMENDASI
Sehubungan dengan status kegiatan G. Gamalama WASPADA maka direkomendasikan :
1. Masyarakat di sekitar G. Gamalama diharap tenang, tidak terpancing isyu-isyu tentang letusan G. Gamalama, namun tetap meningkatkan kewaspadaan dan senantiasa mengikuti arahan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Maluku Utara.
2. Masyarakat di sekitar G. Gamalama dan pengunjung/wisatawan tidak diperbolehkan mendaki dan mendekati kawah yang ada di puncak G. Gamalama.
3. Pada musim hujan saat ini masyarakat yang tinggal di sepanjang aliran sungai yang berhulu di G. Gamalama agar mewaspadai bahaya sekunder berupa ancaman aliran lahar.
4. Pemerintah Daerah Provinsi Maluku Utara diminta menyiapkan langkah-langkah pengungsian jika sewaktu-waktu terjadi peningkatan kegiatan vulkanik G. Gamalama yang lebih siginifikan yang berpotensi dapat mengancam penduduk di Kawasan Rawan Bencana II.
5. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi selalu berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Maluku Utara dan BPBD Kota Ternate tentang aktivitas G. Gamalama.
6. Pemerintah Daerah agar senantiasa berkoordinasi dengan Pos Pengamatan G. Gamalama di Desa Marikurubu, Kecamatan Ternate Selatan, Kota Ternate, Propinsi Maluku Utara atau dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi di Bandung.


__________________________________________________
PERINGATAN DINI dan KRB: 4/12/2011: SIAGA G.Gamalama Kota Ternate, Propinsi Maluku Utara
Lokasi : Gamalama
Tanggal : Dec 4 2011
Jam : 23:56 | WIB

*Peringatan
Detail Informasi


Bencana : Peringatan Dini SIAGA Gunung Gamalama, Kota Ternate, Propinsi Maluku Utara
Tanggal : 4 Desember 2011 pukul 23:00 WIT
Posisi : G. Gamalama: 0.8091666, 127.3333333
Wilayah : Kota Ternate, Propinsi Maluku Utara
Korban : Tidak ada
Pengungsi : Tidak ada
Kerusakan : Tidak ada
Kebutuhan : Sosialisasi
Penanganan : PVMBG: I. PENDAHULUAN: Gunungapi Gamalama merupakan salah satu gunungapi aktif yang berada di Maluku Utara. Secara administratif terletak di Kota Ternate (Pulau Ternate), Provinsi Maluku Utara, sedangkan secara geografi terletak pada 0o 48’ Lintang Utara dan 127o 19’ 30” Bujur Timur, dengan ketinggian puncak Gamalama 1715 meter di atas permukaan laut. Sejarah letusan yang tercatat mulai tahun 1538 hingga tahun 2003, dengan interval letusan terpanjang 50 tahun dan interval letusan terpendek 1 tahun. Letusan G. Gamalama pada umumnya berlangsung di Kawah Utama dan hampir selalu magmatik. Kecuali letusan yang terjadi dalam tahun 1907 yang mengambil tempat di lereng Timur (letusan samping) dan menghasilkan leleran lava (Batu Angus) hingga ke pantai. Status kegiatan vulkanik G. Gamalama sejak 11 Mei 2008 dinaikkan dari Normal (Level I) menjadi Waspada (Level II). II. HASIL PEMANTAUAN: 2.1. Kegempaan: Pemantauan kegempaan dilakukan dari Pos PGA di Marikurubu dengan menggunakan seismograf PS-2 sistem telemetri, adalah sebagai berikut : - Tanggal 1 Desember 2011 dari pukul 00:00 – 24:00 WIT : terekam 7 kali gempa Tektonik Jauh diantaranya 1 kali gempa terasa pada skala I MMI, 2 kali gempa Tektonik Lokal, 2 kali gempa Hembusan, dan getaran Tremor menerus dengan Amplituda 0,5 – 1,5 mm pada pukul 20:30 – 01:39 WIT serta pukul 08:00 – 17:39 WIT. - Tanggal 2 Desember 2011 : terekam 15 kali gempa Tektonik Jauh dengan Amplituda maksimum 1,5 – 48 mm dan lama gempa 35 – 221 detik, 1 Kali gempa Vulkanik Dalam dengan Amplituda maksimum 10 mm, S-P 1,1 detik, dan lama gempa 10 detik, dan 5 kali gempa Hembusan dengan Amplituda maksimum 1,5 – 3 mm. - Tanggal 3 Desember 2011 : terekam 2 kali gempa Tektonik Jauh dengan Amplituda maksimum 2 – 4 mm dan lama gempa 45 – 67 detik, 2 kali gempa Teleseismik dengan Amplituda maksimum 3 – 5 mm dan lama gempa 95 – 150 detik, 3 kali gempa Tektonik Lokal dengan Amplituda maksimum 5 – 15 mm dan lama gempa 18 – 37 detik, 1 kali gempa Vulkanik Dangkal dengan Amplituda maksimum 2,5 mm dan lama gempa 10 detik, dan 3 kali gempa Hembusan dengan Amplituda maksimum 1,5 mm dan lama gempa 15 – 23 detik. - Tanggal 4 Desember 2011 hingga pukul 19:00 WIT : terekam 8 kali Tektonik Jauh dengan Amplituda maksimum 4 – 32 mm dan lama gempa 40 – 125 detik diantaranya 1 kali gempa terasa pada skala I – II MMI, 2 kali gempa Tektonik Lokal dengan Amplituda maksimum 7 – 25 mm dan lama gempa 32 – 35 detik, 5 kali gempa Vulkanik Dalam dengan Amplituda maksimum 6 – 27 mm, S-P 0,15 – 1,1 detik dan lama gempa 10 – 16 detik, 47 kali gempa Vulkanik Dangkal dengan Amplituda 4 – 45 mm dan lama gempa 10 – 30 detik, dan 5 kali gempa Hembusan dengan Amplituda maksimum 1,5 – 2 mm. Mulai pukul 22:58 WIT terekam getaran Tremor menerus dengan Amplituda maksimum 35 mm. 2.2. Visual: Pemantauan secara visual aktivitas vulkanik G. Gamalama dilakukan dari arah Pos PGA di Marikurubu dan dari arah pantai barat P. Ternate, pemantauan sejak tanggal 1 Desember 2011 adalah sebagai berikut : - Tanggal 1 Desember 2011 : umumnya G. Gamalama tertutup kabut, saat cuaca cerah teramati asap kawah berwarna putih tebal dengan tekanan lemah, ketinggian berkisar antara 5 – 25 meter di atas puncak. - Tanggal 2 Desember 2011 : gunung tertutup kabut. - Tanggal 3 Desember 2011 : gunung tertutup kabut. - Tanggal 4 Desember 2011 : teramati asap kawah putih tebal bertekanan lemah, tinggi mencapai 150 meter di atas puncak condong ke arah Barat. III. ANCAMAN BAHAYA: Berdasarkan karakter letusannya maka ancaman bahaya letusan G. Gamalama adalah berupa lontaran batu pijar, jatuhan hujan abu dan lahar, aliran dan guguran lava, awan panas, dan gas beracun. Kawasan Rawan Bencana G. Gamalama terdiri dari tiga kawasan, yaitu: - Kawasan Rawan Bencana III (KRB III) adalah kawasan yang sering terlanda awan panas, aliran lava, lontaran atau guguran batu (pijar), serta kawasan yang sangat berpotensi tertimpa lontaran batu (pijar) dan hujan abu lebat dalam radius 2,5 km dari pusat erupsi. - Kawasan Rawan Bencana II (KRB II) adalah kawasan yang berpotensi terlanda awan panas, aliran lava, dan guguran lava, serta kawasan yang berpotensi tertimpa lontaran batu (pijar) dan hujan abu lebat dalam radius 2,5 km dari pusat erupsi. - Kawasan Rawan Bencana I (KRB I) adalah kawasan yang berpotensi terlanda lahar/banjir dan kemungkinan dapat terkena perluasan awan panas dan aliran lava, serta kawasan yang rawan terhadap hujan abu dan kemungkinan dapat tertimpa lontaran batu (pijar) dalam radius 3,5 km dari pusat erupsi. IV. KESIMPULAN: - Berdasarkan data kegempaan, visual dan analisis data tersebut, status kegiatan G. Gamalama dinaikkan dari Waspada (Level II) menjadi Siaga (Level III) sejak tanggal 4 Desember 2011 pukul 23:00 WIT (telah disampaikan melalui telepon kepada BPBD Provinsi Maluku Utara dan BPBD Kota Ternate). - Jika terjadi perubahan penurunan/peningkatan aktivitas vulkanik G. Gamalama secara signifikan, maka tingkat kegiatannya dapat diturunkan/dinaikkan sesuai dengan tingkat kegiatan dan ancamannya. - Pemantauan secara intensif terus dilakukan guna mengevaluasi kegiatan G. Gamalama, serta pemahaman terhadap aktivitas G. Gamalama harus tetap dilakukan secara intensif melalui kegiatan sosialisasi tentang ancaman bahaya letusan G. Gamalama. V. REKOMENDASI: Sehubungan dengan status kegiatan G. Gamalama "Siaga" maka direkomendasikan : 1. Masyarakat di sekitar G. Gamalama diharap tenang, tidak terpancing isyu-isyu tentang letusan G. Gamalama, namun tetap meningkatkan kewaspadaan dan senantiasa mengikuti arahan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Maluku Utara. 2. Masyarakat di sekitar G. Gamalama dan pengunjung/wisatawan tidak diperbolehkan mendaki dan mendekati kawah yang ada di puncak G. Gamalama dalam radius 2,5 km. 3. Pada tanggal 5 Desember 2011 pukul 00:08 WIT telah terjadi letusan yang diikuti oleh semburan abu vulkanik, maka penanggung jawab Bandara Ternate agar mengambil langkah-langkah teknis guna mengamankan jalur penerbangan dari dan ke Bandara Ternate. 4. Pemerintah Daerah Provinsi Maluku Utara diminta menyiapkan langkah-langkah pengungsian jika sewaktu-waktu terjadi peningkatan kegiatan vulkanik G. Gamalama yang lebih siginifikan yang berpotensi dapat mengancam penduduk di Kawasan Rawan Bencana II. 5. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi selalu berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Maluku Utara dan BPBD Kota Ternate tentang aktivitas G. Gamalama. 6. Pemerintah Daerah senantiasa berkoordinasi dengan Pos Pengamatan G. Gamalama di Desa Marikurubu, Kecamatan Ternate Selatan, Kota Ternate, Propinsi Maluku Utara atau dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi di Bandung
Akses Komunikasi : Tidak Ada Data
Kontak Penting : BPBD Provinsi Maluku Utara dan BPBD Kota Ternate, Pos Pengamatan G. Gamalama di Desa Marikurubu, Kec.Ternate Selatan, Kota Ternate, PVMBG
Sumber : ICTD-AP, PVMBG
Kode Bencana : AV.41211
______________________________________________
Kawasan Rawan Bencana:
KRB II : daerah kecamatan Pulau Ternate yakni Takome:0.83,127.32, Loto: 0.8,127.3, Togafo:0.8144440, 127.2969440 , dan Taduma; 0.78,127.3.

KRB I: daerah utara kota mulai dari kel. Tubo: 0.817, 127.367 , Dufa-dufa: 0.8156215, 127.3834276 , Akehuda: 0.8200000, 127.3847220 , Tafure: 0.82693,127.38765 , Tabam: 0.816667, 127.383 , Sango: 0.82013048065035, 127.38251056471, Tarau: 0.833333, 127.367 hingga Kulaba: 0.833333, 127.35 dan Sulamadaha: 0.85, 127.333

Sumber: http://news.okezone.com/read/2011/12/05/340/537878/pemkot-ternate-tetapkan-2-zona-rawan-letusan-gamalama
Sumber: http://www.vsi.esdm.go.id/index.php?option=com_content&view=article&id=230:peningkatan-status-g-gamalama-maluku-utara-dari-waspada-menjadi-siaga-4-desember-2011&catid=35:aktifitas-terkini-gai
Credibility: UP DOWN -1


Leave a Comment
Name:
Email:
Comments:
Security Code:
The Captcha library requires GD2 with FreeType support. Please see http://php.net/gd_info for more information.