Verified

Upadete 17/8/14 #Kebakaran Hutan Lawu 16/8/14 sejak sekitar pukul 18.00 WIB

Lokasi     : Lawu
Tanggal     : Aug 17 2014
Jam     : 16:43 | WIB

Detail Informasi
Pendaki Lawu tertimpa longsor terselamatkan

Karanganyar ( Soloraya Online) – “Dia (korban) berusia sekitar 17 tahun asal Ponorogo. Tertimpa longsor di jalur pendakian pos 3, atau mendekati lokasi kebakaran hutan Lawu,” kata Darminto petugas jaga di jalur pendakian Cemoro Sewu

Tim Search And Rescue (SAR) Karanganyar dan Tim SAR Anak Gunung Lawu ( AGL) mengevakuasi seorang pendaki Gunung Lawu yang tertimpa material longsor, Minggu (17/08/2014). Penyelamatan korban bertepatan proses evakuasi massal terhadap ratusan pendaki dari titik kebakaran hutan lereng gunung di perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Timur tersebut.

Menurut Darminto , evakuasi terhadap korban ini berlangsung pada Minggu dini hari berkat laporan dua anggota rombongan yang meminta pertologan ke bawah. Korban mengalami luka di bagian wajah, lengan kanan dan kaki kiri. Sebanyak tujuh anggota SAR yang ditugasi mengevakuasi korban longsor juga mengingatkan pendaki yang ditemuinya sepanjang rute agar menjauhi lokasi kebakaran di pos 5 petak 73.

Dalam pendakian kali ini, tim SAR menugasi 15 orang, di mana sebagian dudah terlebih dulu tiba di puncak pada Sabtu (16/08/2014) untuk melangsungkan upacara bendera peringatan detik-detik proklamasi 17 Agustus 1945 pada Minggu pagi.

”Korban butuh cepat diberi perawatan medis. Tubuhnya tertimpa longsoran batu saat tidur di bawah tebing,” imbuh Pluto salah satu tim yang mengevakuasi korban. (Agung Prasetyo TW )

Editor : Aditya Wicaksono
________________________________

Ratusan Pendaki Masih Tertahan di Pos Cemoro Sewu
Minggu, 17 Agustus 2014 01:16 WIB

Laporan Reporter Tribun Jateng, Galih Priatmojo

TRIBUNJATENG.COM, KARANGANYAR - Kebakaran hutan yang terjadi di sekitar kawasan jalur pendakian Gunung Lawu membuat petugas dan relawan lereng Gunung Lawu melakukan pemblokiran terhadap akses masuk menuju puncak Gunung Lawu.

Penutupan ini membuat sejumlah pendaki yang akan melakukan pengibaran bendera Merah Putih di puncak Gunung Lawu tertahan Pos Cemoro Sewu. Salah seorang pendaki yang juga merupakan salah seorang jurnalis Solo, Mulato Ishan mengatakan ratusan pendaki mulai gelisah. Sebab, mereka tak kunjung mendapat kepastian mengenai pembukaan jalur.

"Ada sekitar 600 lebih pendaki yang tertahan di sini. Tidak tahu sampai kapan jalur ini ditutup. Kami hanya duduk-duduk saja di trotoar jalan. Kita tidak bisa berbuat banyak, bahkan untuk mendirikan basecamp juga tidak dianjurkan, lantaran area itu untuk jalur evakuasi," katanya, Sabtu (16/8/2014) malam.

Berdasarkan informasi yang diperolehnya, kebakaran terdeteksi sekitar pukul 19.00 WIB. Hingga pukul 23.00 WIB, belum ada tanda-tanda jalur pendakian aman dilalui. Dirinya menyebut rencananya akan menuju ke titik kaldera untuk melaksanakan upacara bendera yang sudah menjadi tradisi selama bertahun-tahun.

"Kita sebetulnya malam ini direncanakan sudah sampai atas, persiapan gelar upacara bendera besok pagi di puncak kaldera. Ini sudah rutin dilakukan bersama temen-temen mapala," ucapnya. (gon)

__________________________________

Kebakaran di hutan Lawu, ratusan pendaki gagal upacara di puncak gunung

Sejumlah gunung di tanah air digunakan untuk pelaksanaan upacara bendera memperingati HUT (Hari Ulang Tahun) Kemerdekaan Republik Indonesia. Namun, tidak semua pelaksanaan berjalan lancar jaya. Di Gunung Lawu, hutan di kawasan jalur pendakiannya mengalami kebakaran saat menjelang perayaan kemerdekaan. Ratusan pendaki yang hendak menggelar upacara di puncak Lawu dipastikan gagal karena jalur pendakian ditutup.


“Ada kebakaran di Pos 4 pendakian dari jalur Jatim, tadi sekitar pukul 18.00 WIB. Selanjutnya jalur pendakian dari arah Jateng maupun Jatim langsung ditutup. Ratusan pendaki yang hendak menuju puncak untuk menggelar upacara di puncak Gunung Lawu, diperintahkan segera turun unt‎uk menjamin keselamatannya,” ujar Staf Humas Perhutani KPH Surakarta, Suko Haryono sebagaimana dikutip DetikNews, Sabtu (16/08/2014) malam.

Suko mengatakan kawasan yang terbakar adalah sekitar Sumur Jolotundo, yang masuk kawasan KPH Lawu Daerah Selatan, Jatim. Kawasan tersebut masih cukup jauh dari lokasi yang biasa dipakai oleh para pendaki untuk menggelar upacara 17 Agustus di Lawu, yaitu kawasan Argodalem.

Suko mengatakan belum bisa dipastikan sumber api yang menyebabkan kebakaran itu. Banyak kemungkinan‎ diantaranya, puntung rokok atau sisa perapian yang dibuat pendaki yang tidak dipadamkan sempurna sebelum ditinggalkan.

Namun dia memastikan sebagian besar titik api sudah berhasil dipadamkan oleh petugas gabungan yang bekerja ekstra keras karena kondisi cuaca di Lawu saat ini cerah dan anginnya cukup kencang.

Akibat kejadian ini Perhutani dari daerah Jatim maupun Jateng memutuskan untuk menutup sementara jalur pendakian untuk menjaga keselamatan para pendaki.

Sedangkan pendaki yang sudah terlanjur berada di puncak, diharapkan tenang dan tidak perlu turun. Mereka kemungkinan masih akan bisa menggelar upacara di puncak, meskipun tidak meriah seperti biasanya karena pesertanya terbatas.

“Informasi dari petugas kami di Desa Blumbang, Tawangmangu, para pendaki dari arah Jateng saat ini‎ tertahan di Cemorokandang,” ujar Suko.

Diketahui, ratusan pendaki selalu melakukan pendakian untuk melakukan upacara bendera 17 Agustus di puncak Gunung Lawu. Mereka biasanya akan melakukan pendakian sehari sebelumnya dan tepat pada tanggal 17 Agustus pukul 10.00 WIB akan melakukan upacara peringatan detik-detik proklamasi.
_________________________________________

700 Pendaki Terjebak di Gunung Lawu Akibat Kebakaran
Minggu, 17 Agustus 2014 01:10 WIB
Laporan reporter Tribun Jateng, Galih Priatmojo

TRIBUNJATENG.COM, KARANGANYAR-Kebakaran terjadi di lokasi rute pendakian menuju Gunung Lawu, Sabtu (16/08/2014). Berdasarkan informasi yang diterima Tribun Jateng dari relawan Komunitas Anak Gunung Lawu, Bibit Suyono, kebakaran hutan tersebut berlokasi di rute antara pos 4 dan 5.

Akibat kejadian tersebut seluruh pintu masuk jalur pendakian Gunung Lawu di Jateng dan Jatim ditutup. Ratusan pendaki yang telanjur mendekati lokasi pengibaran bendera Merah Putih di puncak gunung tersebut diminta bertahan di lokasi aman, sedangkan sisanya tertahan di area akses masuk jalur pendakian.

"Seluruh pintu menuju ke puncak ditutup. Titik kebakaran berada di antara pos 4 sampai 5 jalur Cemoro Sewu," kata Bibit, Sabtu (16/8/2014) malam.

Dirinya menyebut para relawan yang mengetahui terjadi kebakaran langsung saling berkomunikasi dalam upaya evakuasi para pendaki. Seluruh pendaki yang berada di sekitar titik api digiring ke pos Hargodalem, yang merupakan lokasi paling aman dari radius kebakaran dan efek asap. Sementara pendaki yang masih berada jalur paling bawah, diminta bertahan di sana sampai waktu yang belum dipastikan.

Pihaknya menyebut semua pendaki yang berada di dua jalur resmi yakni Cemoro Sewu dan Cemoro Kandang sudah dalam penjagaan. Meskipun begitu pihaknya tidak menjamin mereka yang lewat di jalur-jalur tikus pendakian menuju puncak Lawu bisa terpantau.

"Diperkirakan jumlah pendaki di malam tujuh belasan ini mencapai 700 orang yang berasal dari wilayah Jawa Tengah, Jawa Timur dan daerah lain di Tanah Air," ungkapnya.

Mengenai skala kebakaran di lokasi tersebut, Bibit tak mampu menguraikan secara pasti. Dirinya menginformasikan hingga pukul 23.00 nyala api masih terlihat dari pos pengamatan Cemoro Sewu yang berjarak ratusan meter dari lokasi. Penutupan jalur pendakian merupakan cara terbaik daripada menanggung risiko.

"Melihat cuaca kering seperti sekarang ini, kebakaran berpotensi meluas. Sampai saat ini belum bisa dijinakkan," katanya.

Kemungkinan terburuk, lanjut dia, pendakian Gunung Lawu dalam rangka upacara peringatan Hari Kemerdekaan RI ke-69 akan dihentikan. Pada intinya, pendakian malam ini dilarang.

Upaya evakuasi selain mengandalkan relawan juga menunggu bantuan aparat kepolisian setempat. (gon)

_________________________________

Minggu, 17/08/2014 00:01 WIB
Hutan Lawu Terbakar, Ratusan Pendaki Gagal Upacara di Puncak Gunung
Muchus Budi R. - detikNews
Jakarta - Hutan di kawasan jalur pendakian Gunung Lawu di perbatasan Jateng dan Jatim mengalami kebakaran di malam menjelang perayaan kemerdekaan. Ratusan pendaki yang hendak menggelar upacara di puncak Lawu dipastikan gagal karena jalur pendakian ditutup.

"Ada kebakaran di Pos 4 pendakian dari jalur Jatim, tadi sekitar pukul 18.00 WIB. Selanjutnya jalur pendakian dari arah Jateng maupun Jatim langsung ditutup. Ratusan pendaki yang hendak menuju puncak untuk menggelar upacara di puncak Gunung Lawu, diperintahkan segera turun unt‎uk menjamin keselamatannya," ujar Staf Humas Perhutani KPH Surakarta, Suko Haryono, Sabtu (16/8/2014) malam.

Suko mengatakan kawasan yang terbakar adalah sekitar Sumur Jolotundo, yang masuk kawasan KPH Lawu Daerah Selatan, Jatim. Kawasan tersebut masih cukup jauh dari lokasi yang biasa dipakai oleh para pendaki untuk menggelar upacara 17 Agustus di Lawu, yaitu kawasan Argodalem.

Suko mengatakan belum bisa dipastikan sumber api yang menyebabkan kebakaran itu. Banyak kemungkinan‎ diantaranya, puntung rokok atau sisa perapian yang dibuat pendaki yang tidak dipadamkan sempurna sebelum ditinggalkan.

Namun dia memastikan sebagian besar titik api sudah berhasil dipadamkan oleh petugas gabungan yang bekerja ekstra keras karena kondisi cuaca di Lawu saat ini cerah dan anginnya cukup kencang.

Akibat kejadian ini Perhutani dari daerah Jatim maupun Jateng memutuskan untuk menutup sementara jalur pendakian untuk menjaga keselamatan para pendaki.

Sedangkan pendaki yang sudah terlanjur berada di puncak, diharapkan tenang dan tidak perlu turun. Mereka kemungkinan masih akan bisa menggelar upacara di puncak, meskipun tidak meriah seperti biasanya karena pesertanya terbatas.

"Informasi dari petugas kami di Desa Blumbang, Tawangmangu, para pendaki dari arah Jateng saat ini‎ tertahan di Cemorokandang," ujar Suko.

Setiap tahunnya, ratusan pendaki selalu melakukan pendakian untuk melakukan upacara bendera 17 Agustus di puncak Gunung Lawu. Mereka biasanya akan melakukan pendakian sehari sebelumnya dan tepat pada tanggal 17 Agustus pukul 10.00 WIB akan melakukan upacara peringatan detik-detik proklamasi.
________________________________

Jalur Pendakian Lawu via Cemoro Sewu merupakan Jalur Pendakian yang paling ramai diantara tiga jalur pendakian umum Gunung Lawu. Jalur Cemoro Sewu berada tepat di tepi jalan kab. Karanganyar – Kab.Magetan sehingga mudah diakses para pendaki. Jalu Cemoro Sewu memiliki medan dengan tingkat kemiringan yang lebih curam dari Cemoro Kandang namun memiliki jarak yang lebih pendek. Jalur pendakian didominasi oleh jalan batu sehingga cukup membuat sakit kaki. .... (akuntomountain)
Credibility: UP DOWN 0


Leave a Comment
Name:
Email:
Comments:
Security Code:
The Captcha library requires GD2 with FreeType support. Please see http://php.net/gd_info for more information.