Verified

PVMBG, 15 January 2015; Laporan Singkat Bencana Gerakan Tanah 5 Januari 2015; Desa Cibeureum, Kec. Talaga, Majalengka

Lokasi     : Cibeureum
Tanggal     : Jan 15 2015
Jam     : 19:51 | WIB

Detail Informasi
PVMBG, 15 January 2015; Laporan Singkat Bencana Gerakan Tanah 5 Januari 2015; Desa Cibeureum, Kec. Talaga, Majalengka

PVMBG:
Laporan Singkat Bencana Gerakan Tanah Di Desa Cibeureum, Kecamatan Talaga, Kabupaten Majalengka, Provinsi Jawa Barat
15 January 2015

Bersama ini kami sampaikan laporan singkat hasil pemeriksaan Tim Tanggap Darurat bencana gerakan tanah di Desa Cibeureum, Kecamatan Talaga, Kabupaten Majalengka, Provinsi Jawa Barat, sebagai berikut :


1. Lokasi dan Waktu Kejadian :

Lokasi bencana gerakan tanah terletak di Blok Babakansari, Desa Cibeureum, Kecamatan Talaga, Kabupaten Majalengka, Provinsi Jawa Barat. Terletak pada koordinat 108o 18’ 0,09” BT dan 7o 1’ 33,25” LS. Gerakan tanah terjadi pada 5 Januari 2015.


2.Dampak Gerakan Tanah :

Gerakan tanah menyebabkan:

- + 1,5 (satu setengah) hektar pesawahan rusak ringan – sedang;

- Pemukiman di Blok Babakansari terancam gerakan tanah, 28 (dua puluh delapan) rumah diantaranya retak pada dinding dan lantainya.


3.Kondisi Daerah Penyelidikan :

Morfologi daerah bencana merupakan perbukitan yang berelief halus – berelief sedang dengan kemiringan lereng landai – terjal.
Batuan di lokasi bencana dan sekitarnya disusun oleh Formasi Kaliwungu yang terdiri dari batu lempung bersisipan batupasir tufaan, konglomerat, batu pasir gampingan tebal melebihi 300 m (Budhistrisna, Peta Geologi lembar Tasikmalaya, Puslitbang Geologi, 1986). Bagian permukaan dari satuan batuan ini sudah mengalami pelapukan berupa lempung pasiran sampai lempung lanauan coklat kemerahan, tebal 1 - > 5 m, sangat lepas, dan porous.

Berdasarkan Peta Zona Kerentanan Gerakan Tanah Kabupaten Majalengka (Badan Geologi, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi), daerah bencana termasuk dalam Zona Kerentanan Gerakan Tanah Menengah, artinya daerah ini mempunyai tingkat kerentanan menengah untuk terjadi gerakan tanah.

Berdasarkan Peta Prakiraan Wilayah Potensi Terjadi Gerakan Tanah pada bulan Januari 2015, Kabupaten Majalengka, daerah bencana termasuk kedalam Potensi Terjadi Gerakan Tanah Menengah - Tinggi. Pada zona ini sangat berpotensi untuk terjadi gerakan tanah, sedangkan gerakan tanah lama dapat aktif kembali, apabila dipicu oleh curah hujan yang tinggi.

Tata guna lahan daerah bencana merupakan kawasan pesawahan dan kebun campuran dibagian atas, pemukiman dan setempat-setempat kolam ikan dibagian bawah. Air berasal dari sungai, genangan sawah serta kolam, kondisi air sangat melimpah pada saat musim hujan.


3. Jenis Gerakan Tanah

Jenis gerakan tanah tipe rayapan, disertai dengan adanya retakan dan amblesan dan longsoran bahan rombakan berdimensi kecil.


4. Kondisi Gerakan Tanah :

Gerakan tanah berupa rayapan tanah yang bergerak lambat, mengakibatkan retakan dan amblasan pada lahan pesawahan dan kebun campuran dibagian atas pemukiman Blok Babakansari, serta di lahan pemukiman Blok Babakansari yang mengakibatkan sebagian bangunan mengalami retakan, rekahan, amblesan dibagian lantai dan dinding bangunan. Di pesawahan di atas Blok Babakansari sudah terjadi longsoran bahan rombakan berdimensi kecil membentuk mahkota longsoran, demikian juga di ujung perbukitan bagian bawah sudah terjadi longsoran bahan rombakan yang menyebar dan berdimensi kecil.

Retakan dan amblesan tanah semakin berkembang pada saat dan setelah hujan lebat. Kecepatan rayapan lambat, kemudian dipicu oleh curah hujan yang tinggi percepatan rayapan bisa meningkat dan dikhawatirkan akan mengakibatkan rusaknya lingkungan dan mengancam pemukiman di Blok Babakansari.

5. Faktor penyebab terjadinya Gerakan tanah :

Curah hujan yang tinggi;
Kelerengan yang terjal di bagian atas;
Sifat tanahnya yang lepas (gembur) sehingga tanah menjadi tidak stabil;
Saluran air di wilayah ini tidak kedap air, dan adanya persawahan serta kolam, maka air mudah meresap ke dalam tanah, sehingga air yang meresap kedalam tanah dapat memperlemah daya ikat tanah, menyebabkan tanah mudah bergerak dan terjadi longsor.


6. Mekanisme Gerakan Tanah :

Rayapan tanah dipicu oleh curah hujan yang tinggi. Bencana rayapan tanah disebabkan oleh sifat tanah di daerah ini tidak stabil, yaitu berupa tanah yang gembur, mudah menyerap air, dan berada diatas batuan yang masif lempung tufaan (kurang menyerap air), sehingga batas antara keduanya merupakan bidang gelincir gerakan tanah (rayapan tanah) dan didukung oleh kelerengan morfologinya yang landai - terjal. Rayapan tanah semakin berkembang karena adanya resapan air permukaan yang berasal dari saluran air, pesawahan dan kolam.


7. Kesimpulan dan rekomendasi :

A. Kesimpulan:

Berdasarkan hasil pemeriksaan di lokasi bencana dapat disimpulkan bahwa Blok Babakansari dan sekitarnya merupakan wilayah yang kurang setabil dan berpotensi untuk terjadi gerakan tanah/tanah longsor jika dipicu oleh hujan dengan intensitas tinggi dan berlangsung lama.

B. Rekomendasi

Oleh karena hal tersebut diatas, untuk upaya penanggulangan bencana gerakan tanah kami rekomendasikan hal-hal sebagai berikut, antara lain:

Pada saat dan sesudah terjadi hujan lebat yang berlangsung lama, masyarakat yang bertempat tinggal dan beraktifitas di lokasi bencana dan Blok Babakansari agar meningkatkan kewaspadaannya dan mengungsi ke tempat yang aman untuk menghindari kemungkinan terjadinya gerakan tanah/tanah longsor;

Segera mengeringkan pesawahan dan kolam. Pola tanam lahan basah berupa pesawahan dan kolam agar dirubah menjadi tanaman kering dan diselingi dengan tanaman pohon yang berakar kuat dan dalam untuk menstabilkan lereng;

Retakan-retakan pada tanah supaya segera ditutup dengan tanah lempung dan dipadatkan agar air permukaan tidak masuk ke dalam tanah;

Agar dibuat saluran air permukaan yang kedap air supaya air tidak meresap ke dalam tanah, air langsung dibuang ke sungai menjauhi lereng;

Kondisi gerakan tanah supaya dipantau secara intensif, jika gerakan tanah semakin berkembang agar dilaporkan ke BPBD setempat atau instansi terkait;

Jika gerakan tanah (rayapan tanah) semakin berkembang, maka disarankan supaya pemukiman Blok Babakansari yang terancam gerakan tanah direlokasi ke tempat yang aman dari ancaman bencana gerakan tanah. Untuk menentukan daerah relokasi yang aman dan terhindar dari bencana gerakan tanah pada waktu yang akan datang agar berkoordinasi dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, Badan Geologi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral.
Credibility: UP DOWN 0


Leave a Comment
Name:
Email:
Comments:
Security Code:
The Captcha library requires GD2 with FreeType support. Please see http://php.net/gd_info for more information.