Verified

Posko Utama Tanggap Darurat; Update 26/6/15: Sinabung, Penanganan Dampak & Relokasi

08:36 Jun 26 2015 Kantor Bupati Karo, Kampung Dalam, Karo, Sumatera Utara 22113

Posko Utama Tanggap Darurat; Update 26/6/15: Sinabung, Penanganan Dampak & Relokasi Posko Utama Tanggap Darurat; Update 26/6/15: Sinabung, Penanganan Dampak & Relokasi Posko Utama Tanggap Darurat; Update 26/6/15: Sinabung, Penanganan Dampak & Relokasi Posko Utama Tanggap Darurat; Update 26/6/15: Sinabung, Penanganan Dampak & Relokasi Posko Utama Tanggap Darurat; Update 26/6/15: Sinabung, Penanganan Dampak & Relokasi Posko Utama Tanggap Darurat; Update 26/6/15: Sinabung, Penanganan Dampak & Relokasi Posko Utama Tanggap Darurat; Update 26/6/15: Sinabung, Penanganan Dampak & Relokasi Posko Utama Tanggap Darurat; Update 26/6/15: Sinabung, Penanganan Dampak & Relokasi Posko Utama Tanggap Darurat; Update 26/6/15: Sinabung, Penanganan Dampak & Relokasi Posko Utama Tanggap Darurat; Update 26/6/15: Sinabung, Penanganan Dampak & Relokasi Posko Utama Tanggap Darurat; Update 26/6/15: Sinabung, Penanganan Dampak & Relokasi
Description
Posko Utama Tanggap Darurat; Update 26/6/15: Penangana Dampak & Relokasi

Sutopo Purwo Nugroho
@Sutopo_BNPB
1) Penanganan erupsi Gunung Sinabung tidak mudah. Di saat erupsi gunung masih terus berlangsung, dan entah kapan berakhir.
Translate Tweet
8:18am · 26 Jun 2015 · Twitter Web Client

Sutopo Purwo Nugroho
@Sutopo_BNPB
2) Pengungsi harus bolak-balik ke pengungsian di saat status gunung naik turun, dari Siaga ke Awas dan sebaliknya.
8:19am · 26 Jun 2015 · Twitter Web Client

Sutopo Purwo Nugroho
@Sutopo_BNPB
3) Di sisi lain rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana juga harus dilakukan. Tidak mungkin menunggu selesai tanggap darurat dulu.
8:20am · 26 Jun 2015 · Twitter Web Client

Sutopo Purwo Nugroho
@Sutopo_BNPB
4) Sementara itu, regulasi yang menyangkut pendanaan bencana tersekat-sekat dalam setiap tahapan bencana.
8:21am · 26 Jun 2015 · Twitter Web Client

Sutopo Purwo Nugroho
@Sutopo_BNPB
5) Ada 3 hal yg harus ditangani di Sinabung. Pertama: pemenuhan kebutuhan dasar bagi 10.184 jiwa (3.030 KK) pengungsi di 10 pos pengungsian.
8:22am · 26 Jun 2015 · Twitter Web Client

Sutopo Purwo Nugroho
@Sutopo_BNPB
6) Kedua, relokasi bagi 2.053 KK (6.179 jiwa) dari 7 desa yang dilarang untuk ditempati. Mereka saat ini tinggal di hunian sementara.
8:23am · 26 Jun 2015 · Twitter Web Client

Sutopo Purwo Nugroho
@Sutopo_BNPB
7) Pemerintah sejak Juni 2014 hingga sekarang memberikan bantuan sewa rumah Rp 3,6 juta/KK/thn dan sewa lahan pertanian Rp 2 juta/KK/tahun.
8:24am · 26 Jun 2015 · Twitter Web Client

Sutopo Purwo Nugroho
@Sutopo_BNPB
8) Dari 2.053 KK yang akan direlokasi, diprioritaskan pada tahap pertama adalah 370 KK dari Desa Sukameriah, Simacem, dan Bekerah.
8:25am · 26 Jun 2015 · Twitter Web Client

Sutopo Purwo Nugroho
@Sutopo_BNPB
9) Anggaran unt relokasi 370 KK = Rp141,3 milyar. Ini unt pembangunan permukiman, infrastruktur, ekonomi produktif, sosial & lintas sektor.
8:27am · 26 Jun 2015 · Twitter Web Client

Sutopo Purwo Nugroho
@Sutopo_BNPB
10) Sedangkan untuk relokasi tahap kedua yaitu 1.683 KK dibutuhkan dana Rp 522 milyar. Kebutuhan ini di luar dari pembangunan sabo dam.
8:28am · 26 Jun 2015 · Twitter Web Client

Sutopo Purwo Nugroho
@Sutopo_BNPB
11) Di Sinabung rencana akan dibangun 100 unit sabo dam untuk menahan lahar hujan. Biaya pembangunan sabo dam sekitar Rp 1,5 trilyun.
8:28am · 26 Jun 2015 · Twitter Web Client

Sutopo Purwo Nugroho
@Sutopo_BNPB
12) Masalah ketersediaan lahan untuk relokasi adalah masalah penting karena kenyataannya tidak mudah mencari lahan kosong.
8:29am · 26 Jun 2015 · Twitter Web Client

Sutopo Purwo Nugroho
@Sutopo_BNPB
13) Ketiga adalah penanganan dampak erupsi G. Sinabung yang non relokasi. Mereka tidak perlu relokasi tapi saat terdampak langsung erupsi.
8:30am · 26 Jun 2015 · Twitter Web Client

Sutopo Purwo Nugroho
@Sutopo_BNPB
14) Masyarakat tidak dapat melakukan budidaya pertanian dan perkebunan karena rusak akibat debu erupsi. Beberapa fasum dan fasos juga rusak.
8:30am · 26 Jun 2015 · Twitter Web Client

Sutopo Purwo Nugroho
@Sutopo_BNPB
15) Perlu adanya payung hukum yang kuat untuk percepatan penanganan erupsi G.Sinabung yang mengatur kementerian, lembaga dan pemda.
8:32am · 26 Jun 2015 · Twitter Web Client
_________________

Posko Utama Tanggap Darurat; Update 23/6/15: Presiden Berikan Bantuan Rp. 6 Milyar untuk Pengungsi

@BNPB_Indonesia
1)Aktivitas erupsi G.Sinabung msh tinggi.Hampir sepanjang Selasa (23/6) hujan abu tipis mengguyur sisi selatan-tenggara dr puncak G.Sinabung
6:08pm · 23 Jun 2015 · Twitter for Android

@BNPB_Indonesia
2)Jumlah pengungsi 10.184 jiwa (3.030 KK) tersebar di 10 pos pengungsian.
6:09pm · 23 Jun 2015 · Twitter for Android

@BNPB_Indonesia
3)Jumlah pengungsi dinamis krn sebagian pengungsi,khususnya pria dewasa,sering kembali ke rumahnya utk memelihara kebun/tanaman pertanian
6:10 PM - 23 Jun 2015

@BNPB_Indonesia
4)Sebagian juga menginap di sanak saudara atau warga yang berada di dekat pos pengungsian.
6:10 PM - 23 Jun 2015

@BNPB_Indonesia
5)Rasa gotong royong dan solidaritas masyarakat Karo cukup tinggi membantu para pengungsi.
6:11pm · 23 Jun 2015 · Twitter for Android

@BNPB_Indonesia
6)Utk memenuhi keb. dasar bagi pengungsi maka Presiden RI telah menyerahkan bantuan kemanusiaan bagi korban erupsi senilai Rp.6 milyar
6:12 PM - 23 Jun 2015

@BNPB_Indonesia
7)Bantuan diserahkan oleh Ka.BNPB,Syamsul Maarif,kpd Bupati Karo utk selanjutnya digunakan memenuhi keb.dasar pengungsi di Kabanjahe (23/6)
6:17pm · 23 Jun 2015 · Twitter for Android

@BNPB_Indonesia
8)Syamsul Maarif menyatakan, "Pemerintah tidak tinggal diam dengan kondisi masyarakat di sekitar Sinabung.
6:18 PM - 23 Jun 2015

@BNPB_Indonesia
9)Kita tidak tahu sampai kapan erupsi G. Sinabung berakhir. Tapi pemerintah akan terus membantu.
6:19pm · 23 Jun 2015 · Twitter for Android

@BNPB_Indonesia
10)Sejak erupsi September 2013 hingga sekarang, BNPB telah memberikan bantuan Rp 141,2 milyar kepada Pemda Karo dan masyarakat Sinabung.
6:19pm · 23 Jun 2015 · Twitter for Android

@BNPB_Indonesia
11)Tidak perlu erupsi G.Sinabung dijadikan bencana nasional sebab Pemda Kab Karo dan Pemda Prov Sumut masih beraktivitas normal.
6:20pm · 23 Jun 2015 · Twitter for Android

BNPB
@BNPB_Indonesia
12)Kecuali jika seperti tsunami Aceh 2004 yang kondisi pemda dan masyarakat sudah lumpuh total.
6:20pm · 23 Jun 2015 · Twitter for Android

BNPB
@BNPB_Indonesia
13)Jika pemda terbatas APBD-nya untuk Sinabung, tidak masalah, Pemerintah Pusat akan tetap membantu.
6:21pm · 23 Jun 2015 · Twitter for Android

@BNPB_Indonesia
14)Tapi tunjukkan kepemimpinan Bupati, Gubernur dan seluruh perangkatnya untuk menangani masyarakat yang terdampak erupsi G. Sinabung
6:21pm · 23 Jun 2015 · Twitter for Android

BNPB
@BNPB_Indonesia
15)Relokasi bagi korban erupsi G.Sinabung akan dipercepat.Saat ini sudah terbangun 112 unit rumah
6:23pm · 23 Jun 2015 · Twitter for Android

BNPB
@BNPB_Indonesia
16)pada akhir Agustus 2015 akan diselesaikan keseluruhan 370 unit rumah di Siosar.
6:23pm · 23 Jun 2015 · Twitter for Android


-------------------------
Posko Utama Tanggap Darurat; Update 23/6/15: Presiden Berikan Bantuan Rp. 6 Milyar untuk Pengungsi

Presiden Berikan Bantuan Rp. 6 Milyar untuk Pengungsi Sinabung
23 Juni 2015 17:29 WIB

Karo (23/6) - Aktivitas erupsi Gunung Sinabung masih tinggi. Hampir sepanjang hari Selasa (23/6/2015) hujan abu tipis mengguyur sisi selatan-tenggara dari puncak Gunung Sinabung. Jumlah pengungsi 10.184 jiwa (3.030 KK) tersebar di 10 pos pengungsian. Jumlah pengungsi ini dinamis karena sebagian pengungsi, khususnya laki-laki dewasa, sering kembali ke rumahnya untuk memelihara kebun atau tanaman pertanian. Sebagian juga menginap di sanak saudara atau warga yang berada di dekat pos pengungsian. Rasa gotong royong dan solidaritas masyarakat Karo cukup tinggi membantu para pengungsi.

Untuk memenuhi kebutuhan dasar bagi pengungsi maka Presiden RI telah menyerahkan bantuan kemanusiaan bagi korban erupsi G. Sinabung senilai Rp 6 milyar. Bantuan ini diserahkan oleh Kepala BNPB, Syamsul Maarif, kepada Bupati Karo untuk selanjutnya digunakan memenuhi kebutuhan dasar pengungsi di Kabanjahe pada 23/6/2015. Syamsul Maarif menyatakan, "Pemerintah tidak tinggal diam dengan kondisi masyarakat di sekitar Sinabung. Kita tidak tahu sampai kapan erupsi G. Sinabung berakhir. Tapi pemerintah akan terus membantu. Sejak erupsi September 2013 hingga sekarang, BNPB telah memberikan bantuan Rp 141,2 milyar kepada Pemda Karo dan masyarakat Sinabung. Tidak perlu erupsi G.Sinabung dijadikan bencana nasional sebab Pemda Kab Karo dan Pemda Prov Sumut masih beraktivitas normal. Kecuali jika seperti tsunami Aceh 2004 yang kondisi pemda dan masyarakat sudah lumpuh total. Jika pemda terbatas APBD-nya untuk Sinabung, tidak masalah, Pemerintah Pusat akan tetap membantu. Tapi tunjukkan kepemimpinan Bupati, Gubernur dan seluruh perangkatnya untuk menangani masyarakat yang terdampak erupsi G. Sinabung."

Relokasi bagi korban erupsi G. Sinabung akan dipercepat. Saat ini sudah terbangun 112 unit rumah dan pada akhir Agustus 2015 akan diselesaikan keseluruhan 370 unit rumah di Siosar.

Sutopo Purwo Nugroho
Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB
____________________

Posko Tanggap Darurat; Update 14/6/15: Status Awas Aktivitas Erupsi Sinabung Tetap Tinggi

Sutopo Purwo Nugroho
@Sutopo_BNPB
1) Aktivitas erupsi Sinabung di Karo, Sumut tetap tinggi. Pada Sabtu (13/6) tjd rentetan erusi 6x ke arah tenggara 3 km tinggi kolom 1-2 km.
6:54pm · 14 Jun 2015 · Twitter Web Client

Sutopo Purwo Nugroho
@Sutopo_BNPB
2) Pada malam hari pukul 21.40 Wib, warga Desa Sukanalu diperintahkan mengungsi, sehingga ada sekitar 200 jiwa yang mengungsi.
6:55pm · 14 Jun 2015 · Twitter Web Client

Sutopo Purwo Nugroho
@Sutopo_BNPB
3) Hingga Minggu (14/6) ada 2.785 jiwa pengungsi. Pengungsi berasal dari Desa Guru Kinayan, Tiga Pancur, Pintu Besi, Sukanalu, Berastepu.
6:55pm · 14 Jun 2015 · Twitter Web Client

Sutopo Purwo Nugroho
@Sutopo_BNPB
4) Sementara itu, ada 2.053 KK (6.179 jiwa) warga Sinabung yang tinggal di hunian sementara
6:56pm · 14 Jun 2015 · Twitter Web Client

@Sutopo_BNPB
5) Mereka disewakan rumah dan lahan pertanian oleh pemerintah sejak Juni 2014 hingga sekarang.
6:56pm · 14 Jun 2015 · Twitter Web Client

@Sutopo_BNPB
6) Mereka berasal dari Desa Sukameriah, Bekerah, Simacem, Kuta Tonggal, Berastepu, Gamber, dan Kuta Tonggal.
6:56pm · 14 Jun 2015 · Twitter Web Client

@Sutopo_BNPB
7) Nantinya 2.053 KK ini akan direlokasi. Keterbatasan lahan yang tersedia menyebabkan relokasi belum dapat dilakukan scr keseluruhan.
6:57pm · 14 Jun 2015 · Twitter Web Client

@Sutopo_BNPB
8) Tidak ada yang tahu sampai kapan erupsi Sinabung berakhir. Dampak erupsi scr pasti juga sulit dihitung karena erupsi masih berlangsung.
6:58pm · 14 Jun 2015 · Twitter Web Client

@Sutopo_BNPB
9) Hasil perhitungan sementara dari kerugian dan kerusakan akibat erupsi Sinabung dari 15/9/2013 - akhir 2014 diperkirakan Rp 1,49 trilyun.
6:58pm · 14 Jun 2015 · Twitter Web Client

@Sutopo_BNPB
10) Kerugian dan kerusakan di sektor ekonomi produktif (pertanian, perkebunan, peternakan, perdagangan, pariwisata, dll) Rp 896,64 milyar.
7:00pm · 14 Jun 2015 · Twitter Web Client

@Sutopo_BNPB
11) Kerugian dan kerusakan di sektor permukiman Rp 501 milyar, infrastruktur Rp 23,65 M, sosial Rp Rp 53,43 M, dan lintas sektor Rp 18,03 M.
7:01pm · 14 Jun 2015 · Twitter Web Client

@Sutopo_BNPB
12) Kerusakan dan kerugian ini belum termasuk dampak akibat lahar hujan.
7:01pm · 14 Jun 2015 · Twitter Web Client

@Sutopo_BNPB
13) Ada lebih dari 3 juta meter kubik material erupsi yang ada di atas gunung yang dapat meluncur menjadi lahar hujan.
7:01pm · 14 Jun 2015 · Twitter Web Client

@Sutopo_BNPB
14) BNPB telah menyusun rencana aksi rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana erupsi Sinabung, khususnya terkait relokasi 2053 KK.
7:02pm · 14 Jun 2015 · Twitter Web Client

@Sutopo_BNPB
15) Rencana aksi tersebut akan diperluas wilayah yang terdampak. Percepatan pembangunan dampak erupsi Sinabung juga akan dilakukan.
7:02pm · 14 Jun 2015 · Twitter Web Client

________________________

Posko Tanggap Darurat; Update 5/6/15: Status Awas Sinabung; 2.727 Jiwa Mengungsi

2.727 Jiwa Mengungsi dari Gunung Sinabung
5 Juni 2015 9:27 WIB

Adanya peningkatan status Awas (level 4) dari Gunungapi Sinabung di Karo telah menyebabkan 2.727 jiwa (677 KK) mengungsi. Pengungsi berasal dari 4 desa yang terdapat di sisi selatan dan tenggara dari kawah G. Sinabung. Sebanyak 963 jiwa (218 KK) warga Desa Tiga Pancur mengungsi ke Pos Paroki. 1.108 jiwa (381 KK) dari Desa Gurukinayan mengungsi ke Pos KNPI Kabanjahe. 256 jiwa (68 KK) asal Desa Pintu Besi mengungsi ke Pos Pendopo Kantor Bupati Karo, dan 400 jiwa warga Desa Berastepu mengungsi ke Pos Serbaguna Simpangempat.

BPBD Karo telah mendirikan dapur umum, posko pengungsi di 4 titik, 13 tenda pengungsi dan mencukupi kebutuhan dasar pengungsi. Pendataan masih dilakukan BPBD untuk memudahkan dalam penanganan pengungsi. Tim Reaksi Cepat BNPB terus memberikan pendampingan BPBD Karo. Aktivitas masyarakat di Kab Karo berjalan normal. Peningkatan status dari Siaga (level 3) menjadi Awas (level 4) sejak Selasa (2/6) pukul 23.00 Wib tidak membuat warga Sinabung panik. Masyarakat sudah cukup beradaptasi dengan erupsi G.Sinabung yang meletus sejak Agustus 2010.

Aktivitas G. Sinabung terus dipantau. Teramati guguran lava pijar dari puncak sejauh 1-2 km ke arah selatan dan 1 km ke tenggara. Terjadi 42 kali guguran dan tremor menerus.

Sementara itu, aktivitas Gunung Karangetang di Kab. Sitaro, Provinsi Sulawesi Utara, juga masih tinggi. Sebanyak 339 jiwa (106 KK) masing mengungsi di empat pos pengungsian. Pengungsi tersebar di Museum Ulu (190 jiwa, 60 KK), Gereja Siloam Salili (21 jiwa, 6 KK), Gereja Bukit Zaitun Tampuna (67 jiwa, 21 KK) dan rumah kerabatnya (61 jiwa, 19 KK). Sebanyak 54 KK harus dari Desa Belali dan Desa Tarorare harus direlokasi karena berbahaya dari ancaman awan panas. Untuk penanganan darurat, BNPB telah memberikan bantuan dana siap pakai Rp 150 juta dan logistik senilai Rp 357 juta. Status G. Karangetang tetap Siaga (level 3).

Sutopo Purwo Nugroho
Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB
_________________

Posko Tanggap Darurat Sinabung; Update 3/6/15: Dinaikkan Menjadi Awas

Sinabung Dinaikkan Menjadi Awas

3 Juni 2015 9:21 WIB
Share
Tweet

Aktivitas vulkanik Gunungapi Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara¸dalam dua hari terakhir terus meningkat secara tajam. Volume kubah lava juga meningkat menjadi lebih dari 3 juta meter kubik dan labil. Kondisi ini berpotensi terjadi guguran kubah yang diikuti awan panas guguran ke Selatan dan Tenggara sejauh sekitar 7 km dari puncak kawah.

Peningkatan status Awas Gunungapi Sinabung ini telah dilaporkan oleh Kepala Badan Geologi, Surono, kepada Kepala BNPB, Syamsul Maarif, pada Selasa (2/6) pukul 23.00 Wib. Rekomendasi terkait peningkatan status Awas tersebut, masyarakat yang bermukim dalam jarak/radius 7 km di Selatan - Tenggara (Pasarpinter Gurukinayan-Simpang Sibintun/Perjumaan Batukejan, Jembatan Lau Bunaken Tigapancur, Desa Tigapancur-Perjumaan Tigabogor, Desa Pintubesi), agar dievakuasi ke tempat yg aman. Bila terjadi serangkaian awan panas guguran dan peningkatan ancaman bahaya yg lebih besar maka agar dilakukan penutupan jalur jalan: Jln Raya Simpang-Gurukinayan-Simpang Sibitun-Jembatan Lau Bunaken Tigapancur - Ojolali - Tigapancur - Simpang Bagading dan Perjumaan Tigabogor. Tujuh desa dan satu dusun direkomendasikan direlokasi warganya yaitu Desa Sukameriah, Desa Berkerah, Desa Simacem, Desa Gurukinayan, Desa Kotatonggsa, Desa Berastepu, Desa Gamber dan Dusun Sibintun.

Kepala BNPB telah berkoordinasi dengan Bupati Karo agar memerintahkan Kepala BPBD Karo dibantu TNI, Polri dan unsur lain lain untuk mengantisipasi terkait kenaikan status Awas ini. G. Sinabung terus bergolak secara fluktuatif sejak meletus pada 15/9/2013 hingga sekarang. Status Awas pernah diberlakukan selama 23/11/2013 hingga 8/4/2014. Setelah itu status turun menjadi Siaga. Tidak diketahui sampai kapan erupsi Gunung Sinabung ini akan berhenti. Fenomena ini mirip dengan Gunung Unzen di Jepang yang erupsi berlangsung selama 5 tahun setelah 200 tahun tidak erupsi. Sutopo Purwo Nugroho Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB.

__________________________

Posko Tanggap Darurat Sinabung; Update 21/1/15:
2.443 jiwa pengungsi Sigarang-garang dan Sukanalu akan dipulangkan 1-2-2015

Sutopo Purwo Nugroho ‏@Sutopo_BNPB
Bupati Karo memaparkan rencana penanganan pengungsi dan relokasi Sinabung kepada BNPB pada 20-1-2015 di Kantor BNPB.
Permalink gambar yang terpasang
11.21 - 21 Jan 2015

Sutopo Purwo Nugroho ‏@Sutopo_BNPB
1) 2.443 jiwa pengungsi Sinabung asal Desa Sigarang-garang dan Desa Sukanalu akan dipulangkan ke rumahnya pada 1-2-2015.
11.22 - 21 Jan 2015

2) Menurut PVMBG Desa Sigarang-garang dan Sukanalu sudah aman dan bisa ditempati sejak April 2014.
11.23 - 21 Jan 2015

Sutopo Purwo Nugroho ‏@Sutopo_BNPB
3) Lahan pertanian di Desa Sigarang-garang dan Sukanalu akan dibersihkan dari abu vulkanik dan dibersihkan dengan program Cash for Work.
11.25 - 21 Jan 2015

________________________________

Posko Tanggap Darurat Sinabung; Update 13 Januari 2015: BNPB: 2.443 Pengungsi Sinabung Membutuhkan Bantuan Pertanian

2.443 Pengungsi Sinabung Membutuhkan Bantuan Pertanian
13 Januari 2015 21:22 WIB

KARO - Sebanyak 2.443 jiwa atau 795 KK pengungsi erupsi Gunung Sinabung sudah ingin pulang ke rumahnya. Mereka berasal dari Desa Sigarang-garang dan Desa Sukanalu yang mengungsi sejak September 2013 hingga sekarang. Sebenarnya mereka sudah diperbolehkan pulang sejak 13 April 2014 lalu, setelah kedua desa tersebut dinyatakan aman oleh PVMBG. Bahkan rumahnya pun sudah diperbaiki pemerintah. Namun pengungsi tetap memilih tinggal di pengungsian yang tersebar di 7 titik pengungsian karena ketakutan erupsi Gunung Sinabung.Berdasarkan wawancara dengan para pengungsi, alasan mereka belum mau pulang karena lahan pertanian mereka yang tidak bisa diolah akibat tertutup abu vulkanik. Lapisan abu vulkanik setebal 5-10 cm telah membatu sehingga lahan pertanian tidak bisa diolahnya. Beberapa warga telah mencoba membongkar lapisan abu vulkanik dengan traktor kemudian menamami kentang, jagung, kol dan lainnya. Namun tanaman mati. Saat hujan abu vulkanik menyatu kembali dan membatu sehingga tanah menjadi keras. Untuk itu warga meminta bantuan agar lapisan abu vulkanik ini dapat dibuang ke tempat lain.BNPB telah meminta Pemda Karo dan Pemda Sumut menyampaikan usulan dan kebutuhan penanganan masalah ini. BNPB terus memberikan pendampingan penanganan darurat di Sinabung, baik teknis, pendanaan, logistik peralatan, dan administrasi. Bupati Karo tetap menjadi penanggung jawab utama. Tentu saja Kementerian Pertanian juga perlu memberikan bantuan terkait masalah pertanian, termasuk pengolahan lahan, bantuan bibit dan lainnya.Sementara itu aktivitas G.Sinabung masih tetap tinggi. Status G. Sinabung Siaga (Level III). Pada Senin (13-1-2015) telah terjadi guguran 159 kali dan 13 kali awan panas guguran dgn jarak sejauh 3.500 m ke selatan dan tinggi kolom abu 1.500 m. Guguran lava pijar sejauh 1.500 m ke selatan, arah angin ke timur-tenggara.

Sutopo Purwo Nugroho
Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB
____________________________

Posko Tanggap Darurat Sinabung; Update 20/10/14: Momen Kunjungan Kerja Perdana Presiden Joko Widodo Ke Gunung Sinabung 29/10/14

Momen Kunjungan Kerja Perdana Presiden Joko Widodo Ke Gunung Sinabung
Written By Kebajikan ( De 德 ) on Rabu, 29 Oktober 2014 | 21.00

KEBAJIKAN ( De 德 ) - Presiden Joko Widodo beserta istri dan sejumlah menteri Kabinet Kerja, tiba di Landasan Udara Soewondo di Medan, Sumatera Utara dengan menggunakan pesawat kepresidenan sekitar pukul 09.15 WIB, Rabu, 29 Oktober 2014.

Presiden Jokowi dan rombongan disambut langsung oleh Gubernur Sumatera Utara, Gatot Pujo Nugroho dan sejumlah unsur Muspida lainnya. Setelah beristirahat sekitar 10 menit, Jokowi dan rombongan langsung menuju Kabupaten Karo, untuk mengunjungi pengungsi erupsi Gunung Sinabung, seperti dikutip dari detikcom.

Saat ini jumlah pengungsi erupsi Gunung Sinabung sebanyak 3.284 orang, yang ditampung di 12 titik pengungsian. Dalam sebulan terakhir, aktifitas vulkanik Gunung Sinabung meningkat tajam, ditandai dengan seringnya erupsi yang menyemburkan debu vulkanik yang disertai dengan luncuran awan panas.

Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana blusukan ke tempat pengungsian Gunung Sinabung, Sumatera Utara. Hasilnya, masalah relokasi pengungsian langsung terselesaikan.

Euforia masyarakat terlihat di beberapa titik menyambut kedatangan Presiden Jokowi ke Karo, Kabupaten Kabanjahe, Sumut, Rabu (29/10/2014). Mereka antusias ingin melihat dari dekat Presiden ke-7 RI tersebut.

Masyarakat tergerak sendiri untuk berdiri di sepanjang pinggir jalan, Rabu (29/10/2014). Tak ada persiapan yang mereka lakukan, misalnya dengan membawa bendera Merah Putih kecil yang mereka kibar-kibarkan. Mereka berjajar dan bersabar menanti mobil Jokowi lewat.

Beberapa personel TNI dan Polri berjaga-jaga di depan masyarakat yang sedang menunggu kehadiran Jokowi.

Di jalan juga hanya sedikit spanduk berisi ucapan selamat datang Presiden Jokowi. Spanduk yang lebih banyak terlihat di Pendopo Karo, tempat Jokowi akan memberikan sumbangan kepada pengungsi letusan Gunung Sinabung.

Momen Haru Ketika Jokowi Spontan Temui Warga di Kaki Gunung Sinabung

Presiden Joko Widodo memang penuh kejutan. Di tengah perjalanan dari pengungsian Gunung Sinabung, tiba-tiba dia berhenti di sebuah daerah penuh abu vulkanik. Di sana, dia menemui warga yang masih bertahan dengan alasan kebutuhan hidup.

Jokowi berhenti di Desa Guru Kinayan, Karo, Sumut, sekitar pukul 17.30 WIB, Rabu (29/10/2014). Kawasan tersebut berjarak 2 kilometer dari kaki gunung Sinabung. Abu vulkanik menutupi tanaman dan jalanan di sekitarnya.

Rupanya, Pak Presiden tergerak untuk melihat beberapa warga yang masih bertahan di sana. Tanpa masker, dia nekat turun dari mobil Mercy berpelat Indonesia-1 menemui mereka dan memberikan bantuan. Jokowi ditemani Iriana yang memakai dua lapis masker, dan Gubernur Sumut Gatot Pujo Nugroho serta istri.

Jokowi berjalan ke sebuah pendopo sederhana milik warga. Dia lalu duduk di atas kursi kayu yang hanya muat untuk 3 orang. Ikut mendampingi di sisi Jokowi, Gatot dan Iriana. Ratusan orang kemudian berkumpul di pendopo tersebut, begitu tahu ada orang nomor 1 di Indonesia yang menyambangi mereka.

"Ngapain masih di sini? " tanya Jokowi spontan.

"Di sini kerjaan kami, tolong bantu kami, Pak. Kami kesulitan," tutur salah seorang warga. Di desa tersebut, sebagian besar warga memang berprofesi sebagai petani di kebun.

Akhirnya, Jokowi pun memberikan bantuan. Setiap keluarga mendapat dua bingkisan yang isinya sembako. Dia juga memberikan uang sebesar Rp 500 ribu per keluarga. Saat pemberian bantuan itu berjalan, seorang pria yang mengaku sebagai kepala sekolah di sekitar kawasan tersebut tiba-tiba berdiri.

"Bapak terima kasih sudah datang pertama kali ke sini, setelah Bapak dilantik, beberapa hari kemudian Bapak ke sini," ucap pria tersebut sambil menangis. Ucapannya tak bisa berlanjut karena tertahan air mata.

Melihat hal ini, Iriana dan rombongan Jokowi lainnya tampak haru. Mata mereka berkaca-kaca.

Dialog penuh haru itu hanya berlangsung 10 menit. Setelah itu, Jokowi menanyakan ke warga apa lagi kebutuhan mereka. Ada yang meminta bantuan seng, paku, hingga bangku. Namun ada permintaan seorang ibu yang cukup unik.

"Mau foto bareng dong, Pak," ucap ibu tersebut yang direspons dengan baik oleh Jokowi. Mereka pun akhirnya foto-foto bersama warga lain.

Setelah puas berfoto dan bersalaman dengan warga, Jokowi pun melanjutkan perjalanannya. Masih belum jelas ke mana mantan gubernur DKI itu akan pergi, namun sejauh ini memang penuh kejutan.

Tiba di Posko Pengungsian Sinabung, Jokowi Disambut Ribuan Warga



Warga Karo, Sumatera Utara, sangat antusias menyambut kedatangan Presiden Jokowi. Mereka mengelu-elukan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang baru saja tiba di Posko Penanggulangan Bencana Erupsi Gunung Sinabung. Jokowi dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo yang menumpang mobil sedan Mercy tiba di posko sekitar pukul 12.30 WIB. Putrinya Kahiyang Putri pun terlihat ikut bersama rombongan.

Jokowi mengenakan kemeja putih digulung. Iriana dan Kahiyang juga mengenakan kemeja putih. Iriana terlihat mengenakan sepatu kets. Beberapa Paspampres yang ikut tidak memakai sepatu pantovel, dan mengenakan batik lengan panjang. Selain Jokowi, tampak pula Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa, Kepala BNPB Syamsul Maarif yang telah lebih dulu tiba mendahului Jokowi.

Awalnya Jokowi datang ke Posko di Gedung Serbaguna di Karo, Kabanjahe, Rabu (29/10/2014). Di posko itu dia sempat beberapa waktu berbincang dengan sejumlah petinggi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Bukan Presiden Jokowi namanya jika tak membuat ketar ketir pejabat dan wartawan. Saat berkunjung ke posko pusat pengungsi Gunung Sinabung, Karo, Sumatera Utara, Selasa (29/10), Jokowi tiba-tiba meninggalkan posko dan langsung berangkat menuju posko pengungsi lainnya di Jl Pahlawan, Kabanjahe, Sumatera Utara.

Sesuai agenda acara, seharusnya Jokowi mendengarkan pemaparan mengenai penanganan letusan Gunung Sinabung dan posko pengungsi. Usai bertemu dengan sejumlah gubernur, serta pejabat setempat selama 15 menit, bukannya menuju lokasi pemaparan, Jokowi memilih meninggalkan lokasi demi menemui pengungsi di tempat lain.

Jokowi dan rombongan langsung menyambangi Gedung DPD KNPI yang diubah menjadi posko pengungsi. Kedatangan Jokowi yang di luar agenda ini disambut antusias oleh warga, mereka terus meneriakkan nama Jokowi.

"Jokowi, I love you," teriak salah seorang warga.

Di tempat itu, Jokowi memberikan Kartu Indonesia Sehat (KIS) dan Kartu Indonesia Pintar (KIP) kepada para pengungsi. Kartu elektronik itu merupakan bantuan berupa SIM Card untuk meringankan beban warga yang terkena dampak erupsi Gunung Sinabung.

Kemudian Jokowi bergerak ke titik lain, menggunakan mobil Mercy berpelat Indonesia I. Dia menuju ke Gedung Diklat, Pemkab Karo yang berjarak 500 meter dari titik pertama.
Gedung diklat itu adalah tempat bagi para pengungsi Gunung Sinabung. Ada banyak pengungsi yang menempati gedung ini.

Begitu para pengungsi ini mengetahui Jokowi datang, mereka langsung bergerak mendekat dengan berebut salaman dengan sang kepala negara. Paspampres yang mengawal Jokowi melakukan penjagaan namun tak menghalangi warga yang ingin bersalaman.

Tak banyak warga yang langsung mengutarakan keluh kesahnya kepada Jokowi.
"Tunjukkan kesopanan kita, sada-sada (satu-satu ngomongnya). Biar Pak Jokowi mendengar," ujar salah seorang menggunakan pengeras suara.

Presiden Joko Widodo datang ke pos pengungsian Gunung Sinabung di Karo, Sumut, dengan membawa bantuan sembako dan uang tunai. Jokowi juga berinteraksi dengan warga.

"Kita bagikan untuk satu keluarga, dapat kantong ini dua, isinya sembako," ujar Jokowi sambil membawa kantong plastik warna merah, di Gedung Diklat Pemkab Karo, Sumut, Rabu (29/10/2014).

"Nanti tetangganya diberitahu. Satu keluarga dapat dua," sambung Jokowi yang mengenakan kemeja warna putih ini.

Tak hanya itu saja, setiap keluarga juga berhak mendapatkan uang Rp 500 ribu. Uang itu bisa diperoleh melalui koordinator pos pengungsian.

"Nanti minta ke komandannya ya. Komandan posko di sini siapa. Satu KK Rp 500 ribu. Ini sudah dihitung cukup. Jumlahnya totalnya Rp 119,5 juta," ujar Jokowi.

"Itu untuk per orang kan, Pak," tanya salah seorang warga mengenai uang Rp 500 ribu itu.

Jokowi Sebar HP 08122600960 ke Pengungsi Sinabung, Suruh Ngadu Kalau Ada Apa-apa

Presiden Jokowi mendatangi pengungsi Sinabung di Kabanjahe, Sumut. Jokowi dengan dadakan menemui pengunjung dan melakukan audiensi. Tak ada protokoler yang mengatur acara, Danpaspampres Mayjen Andika Perkasa yang mengetes mik dan menjadi MC acara.

Dalam audiensi di halaman Gereja GBKP, Rabu (29/10/2014), Jokowi membagi-bagikan sembako kepada pengungsi. Tak lupa dia juga membagikan kartu Indonesia sehat dan kartu Indonesia pintar.

"Nanti juga saya mau ngasih ini kartu Indonesia sehat dan pintar. Ini buat kalau sakit tinggal pakai kartu Indonesia sehat, tapi semoga nggak pada sakit," jelas Jokowi yang disambut riuh pengungsi. Ada Gubernur Sumut Gatot Pujo serta jajaran perangkat daerah di Sumut.

Suasana berlangsung cair. Jokowi sambil memegang mik kemudian menyarankan kepada para pengungsi kalau selama dua minggu belum ada yang menerima nomor kartu itu dipersilakan mengadu dengan mengirim SMS ke nomor HP dia.

"Kalau sampai dua minggu ibu-ibu bapak-bapak belum ada yang terima, SMS saya," kata Jokowi. Ucapan Jokowi ini langsung disambut tawa para pengungsi.

Jokowi pun keheranan. Dia kemudian bertanya kepada warga. "Tahu nggak nomor telepon saya?" tanya Jokowi.

"Nggak," jawab warga serempak.

"Nggak tahu? Kan sudah banyak tersebar, saya nerima banyak SMS suruh ke Sinabung," terang Jokowi. Iriana duduk di dekat Jokowi pidato sambil duduk dekat dengan warga.

"Ini nomor HP saya 08122600960, catat ya. Kalau misalnya dua minggu belum ada yang terima SMS saya," tutur Jokowi.

Masalah Relokasi Pengungsi Gunung Sinabung Langsung Beres

Saat di Rumah Dinas Bupati Karo, Jokowi mendapat laporan masalah relokasi pengungsian ternyata masih banyak masalah dalam perizinan. Begitu juga tidak adanya jalur aspal untuk masuk ke area tersebut.

Saat itu juga Jokowi langsung menghubungi Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya. Siti diberi waktu dua hari untuk mengurus masalah perizinan.

"Saya perintahkan selesai dalam waktu dua hari. Jadi setelah surat dipegang, dari Kodam saya sudah perintah Pangdam jalan menuju lokasi sepanjang 6,5 km harus rampung. sehingga masalah relokasi selesai. Kira-kira tiga minggu sampai satu bulan," kata Jokowi di Kabanjahe, Sumatera Utara, Rabu (29/10/2014).

Pemerintah juga sedang menghitung-hitung anggaran yang diperlukan untuk membangun rumah baru bagi para pengungsi. Termasuk merenovasi rumah warga yang rusak.

Jokowi enggan memusingkan status yang pantas diterapkan bagi bencana Gunung Sinabung ini. Yang terpenting, lanjut Jokowi, adalah membangun kembali kehidupan warga.

Dalam blusukannya kali ini, Jokowi memang terkesan mencoba menghindar acara seremonial. Sebuah ruangan yang disiapkan, termasuk peta daerah, serta peralatan presentasi lainnya, tidak digubris sama sekali oleh Jokowi.

Saat di Kabanjahe, Jokowi ternyata sempat mengadakan rapat dadakan. Dia menanyakan masalah apa saja yang dihadapi pemerintah daerah dalam menangani pengungsian.

Belakangan diketahui ternyata persoalan izin lahan untuk relokasi. Saat itu juga Jokowi langsung menelpon Menteri Siti dan memberi target. Usai rapat, Jokowi pun mulai blusukan ke empat titik berbeda.

Pengungsi Sinabung Berebut untuk Salaman dengan Presiden Jokowi


Ratusan warga rela berdiri sekitar tiga jam untuk menunggu Jokowi di depan kantor Bupati Karo. Ratusan warga berebut menyalami Presiden Jokowi yang baru saja keluar dari rumah Dinas Bupati Karo, Sumatera Utara.

Saking padatnya warga yang mendekati mobil Jokowi, dalam jarak 50 meter mobil Jokowi sempat berhenti tiga kali. Jokowi lalu keluar untuk melayani warga yang mengular ingin bersalaman. "Dalam jarak 50 meter ada tiga kali mobilnya berhenti," kata Agape.

Berdasar pantauan detikcom yang berada dalam satu rombongan Jokowi, warga yang mengerubuti Jokowi memang luar biasa banyak. Mereka berdesak-desakan sambil mengarahkan kamera biasa maupun kamera ponsel ke RI-1.
Gemuruh Awan panas gunung Sinabung Ketika Presiden Blusukan

Awan panas gunung Sinabung terlihat jelas ketika Jokowi mendatangi warga di Desa Guru Kinayan, Karo, Sumut, Rabu (29/10/2014). Kawasan tersebut berjarak 2 kilometer dari kaki gunung Sinabung. Abu vulkanik menutupi tanaman dan jalanan di sekitarnya.

Di depan posisi duduk Jokowi, terlihat awan panas gunung Sinabung yang terus meluncur. Suara gemuruh juga terdengar. Cuaca sore ini sangat cerah sehingga awan terlihat jelas.

Jalanan aspal yang berada di desa tersebut sudah tertutup semua oleh debu. Jokowi tak mengenakan masker, hanya Iriana saja yang memakai dua lapis. Celana Jokowi bahkan kotor di sisi bagian kanan karena debu dan tanah liat.

Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Hendrasto mengatakan, sejak siang memang terjadi awan panas yang terus meluncur. Berikut datanya:

- Pukul 14.38 WIB terjadi awan panas guguran dari puncak dengan jarak luncur sejauh 4000 meter ke arah selatan. tinggi kolom abu awan panas 2000 meter.

- pukul 15.10 terjadi awan panas guguran dari puncak dengan jarak luncur sejauh 3000 m ke arah selatan. Tinggi kolom abu awan panas 1500 m.

Ribuan Warga Medan Penuhi Jalan Hanya untuk Lihat Jokowi

Presiden Joko Widodo benar-benar jadi magnet kuat bagi warga Medan. Warga yang ingin melihat Jokowi dan Ibu Iriana bahkan meluber hingga menutup sebagian jalan.

Seperti yang terjadi di Jalan Jamin Ginting, Medan, Sumatera Utara, Rabu (29/10/2014) pukul 20.00 WIB. Iring-iringan mobil Jokowi melintas menuju Lanud Soewondo usai melawat ke Kabupaten Kabanjahe untuk menemui pengungsi Gunung Sinabung.

Tapi sebagaian besar ruas jalan ini sudah dipadati warga yang datang entah dari jam berapa. Mereka benar-benar menguasai jalan setia menunggu kedatangan Jokowi. Begitu Jokowi melintas, mereka bersorak-sorai.

Saking banyaknya warga, rangkaian mobil kepresidenan pun hanya bisa melaju sekitar 5 km/jam. Sesekali rangkaian mobil ini bisa berhenti total. Untuk bisa keluar dari kawasan ini saja dibutuhkan waktu lebih dari 35 menit.

Pagar betis polisi yang berusaha menghalau warga agar tidak meluber ke jalan sepertinya gagal total. Tak kurang akal, polisi kali ini membuat pagar betis dari puluhan motor trail. Motor ini berjalan perlahan di sisi kiri rangkaian agar warga tidak maju.

Hasilnya? Sama saja gagal total. Warga tetap ingin maju mendekat melihat sang presiden serta Ibu Negara dari balik mobil 'Indonesia 1'. Perjalanan kendaraan rangkaian mobil kepresidenan masih terus melaju dengan sangat lambat. Salam kebajikan

-------------------

Momen Kunjungan Kerja Perdana Presiden Joko Widodo Ke Gunung Sinabung Bag. 2
Written By Kebajikan ( De 德 ) on Kamis, 30 Oktober 2014 | 14.04

KEBAJIKAN ( De 德 ) - Kedatangan Presiden Joko Widodo ke lokasi pengungsian Gunung Sinabung, Sumatera Utara, Rabu (29/10/2014) membawa harapan bagi para korban. Tangisan histeris dan senyuman mengembang terlukis di wajah pengungsi letusan Gunung Sinabung menyambut kedatangan Presiden Joko Widodo.

Pertemuan Jokowi dan pengungsi jauh dari acara-acara seremonial belaka. Warga bisa mendekat dan bebas bersalaman dan berdialog dengan sang Presiden pilihan rakyat itu. Jokowi juga tak membuat jarak, masyarakat dibiarkan mendekat. Ia mendengarkan seksama keluh kesah rakyatnya, lalu bergerak cepat meringankan beban para pengungsi.

Jokowi berkemeja putih didampingi Iriana yang juga memakai baju putih dan sepatu kets itu langsung disambut tangisan histeris para pengungsi perempuan di Gereja GBKP, Jl Kota Cane, Kabanjahe, Sumut. "Terima kasih Pak Jokowi sudah datang ke sini," kata salah seorang pengungsi perempuan, seperti dikutip dari detikcom.

1. Hadiah untuk Anak Penghafal Pancasila


Pria kelahiran Solo ini juga menyapa anak-anak pengungsi. Jokowi kemudian membuat kuis berhadiah bagi bocah yang hafal Pancasila. Jokowi sempat memanggil seorang bocah untuk dites hapalan Pancasila. Namun sebelum bocah itu membacakan Pancasila, dia berharap agar Presiden Jokowi bisa membantu sekolahnya. Karena sudah lama tidak bersekolah.

"Coba bisa nggak sebutin Pancasila," kata Jokowi.

Bocah itu kemudian menyebutkan Pancasila hingga sila kelima. Jokowi kemudian memuji sang bocah. Dia kemudian merogoh kantong untuk memberi hadiah, tapi rupanya kantong Jokowi kosong. Jokowi kemudian menengok ke belakang.

Sementara sang bocah kemudian kembali kembali ke tempat duduknya bersama warga. Tak lama Jokowi memanggil bocah itu kembali dan menyalami bocah itu dengan menyelipkan uang beberapa lembar ratusan ribu.

"Ini saya kasi yang lain jangan ngiri," ucap Jokowi. Sang bocah pun duduk dan mengucapkan rasa terima kasih.

Suasana sangat cair dan senyuman bocah yang hafal Pancasila pun mengembang setelah diberi beberapa lembar uang ratusan ribu oleh sang Presiden.

2. Presiden Instruksikan BNPB Merelokasi Korban

Presiden Joko Widodo menginstruksikan BNPB, agar merelokasi korban pengungsian yang langsung direspon cepat oleh seluruh stakeholder mulai Pemda hingga Kementerian / Lembaga.

"Menindaklanjuti arahan Presiden maka Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Syamsul Maarif, langsung memimpin rapat bersama Kementerian/Lembaga dengan Pemda Karo, Pemprov Sumut dan TNI," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho dalam rilisnya, Rabu (29/10/2014).

Kesimpulan rapat koordinasi itu adalah :
1. BNPB menyediakan anggaran pembangunan 370 rumah/huntap dan Bupati Karo sebagai pelaksana pembangunan huntap.
2. TNI akan segera membangun jalan panjang 3,8 km dan lebar 12 m, dengan menggunakan dana oncall BNPB sebesar Rp.10 milyar dengan pola TMMD (TNI Manunggal Membangun Desa).
3. K/L akan membantu pembangunan sarana prasarana di lahan relokasi sesuai dengan tupoksinya.
4. Gubernur Sumut dan Bupati Karo sebagai penanggungjawab pelaksanaan pembangunan huntap dan relokasi.

"BNPB juga berharap agar Pemda Karo dan Pemprov Sumut juga mengalokasikan anggaran untuk menangani Sinabung. Tidak seluruhnya mengandalkan bantuan dari pusat," imbuhnya.

Sutopo menerangkan, saat ini pengungsi Sinabung ada 3.284 jiwa atau 1.018 kepala keluarga di 12 titik pengungsian. Berikut 4 arahan Presiden Joko Widodo untuk merelokasi para pengungsi Sinabung tersebut:

1. Memerintahkan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan agar segera mempercepat ijin lahan relokasi seluas 450 ha di Kacinambun Puncak 2000 dan akses jalan menuju lokasi huntap sepanjang 3,8 km dan lebar 12 meter. Surat ijin harus selesai dalam 2 hari.
2. Pemda Karo segera mempercepat pembangunan jalan menuju lokasi relokasi sepanjang 3,8 km dan lebar 12 meter dengan melibatkan pasukan Zeni TNI.
3. Untuk mengantisipasi ancaman Erupsi Gunung Sinabung ke depan maka perlu disiapkan relokasi bagi 4 desa dan 1 dusun untuk jangka panjang yaitu: Desa Guru Kinayan, Desa Berasitepu, Desa Gamber, Desa Kota Tunggal, dan Dusun Sibintun
4. Untuk jangka pendek disegerakan relokasi bagi Desa Bekerah, Simacem, Sukameriah.

3. Perubahan yang Terjadi di Sinabung Sehari Setelah Didatangi Jokowi

Presiden Joko Widodo tak hanya menghibur duka para pengungsi Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumut. Ada sejumlah instruksi yang disampaikan kepada jajarannya dan harus dikerjakan cepat. Sehari setelah kedatangannya, apakah sudah ada perubahan?

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Karo Subur Tambun mengatakan, pihaknya langsung bekerja cepat begitu mendapat instruksi dari Jokowi. Salah satu program utama yang dikerjakan terlebih dulu adalah relokasi pengungsi dan pembangunan jalan.

"Ini sekarang sedang diproses. Ada 370 KK, akan dipindahkan ke kawasan Siosar," kata Subur saat dihubungi detikcom, Kamis (30/10/2014).

Untuk perbaikan jalan, kata Subur, masih terus dikerjakan. Dia saat ini sudah berada di lokasi untuk meninjau pelaksanaan proyek tersebut. "Kita mau bangun jalan akses ke lokasi pengungsian baru. Itu dulu yang diutamakan," tambahnya. Salam kebajikan
_______________________

Posko Tanggap Darurat Sinabung; Update 20/10/14: Perpanjangan Status Tanggap Darurat Sinabung: 19 Oktober 2014-15 November 2014
___________________

Masa Tanggap Darurat Sinabung Diperpanjang Hingga 15 November
Rabu, 22 Oktober 2014 | 11:13:01

Tanah Karo (SIB)- Belum meredanya aktivitas vulkanologi Sinabung (Awan Panas/Erupsi) menyebabkan pemerintah memperpanjang status tanggap darurat bencana erupsi Sinabung terhitung tanggal 19 Oktober s/d 15 November 2014. Hal tersebut tertuang dalam Keputusan Bupati Karo Nomor: 361/319/BPBD/2014 Tentang Perpanjangan Status Tanggap Darurat Bencana Erupsi Gunung Sinabung Kabupaten Karo Tahun 2014.

Keputusan tersebut mulai berlaku sejak 19 Oktober 2014 dan dapat diperpanjang atau diperpendek sesuai kebutuhan pelaksanaan penanganan di lapangan dengan ketentuan apabila dikemudian hari ternyata terdapat kekeliruan di dalamnya akan diperbaiki sebagaimana mestinya.

Sementara itu, hingga Senin (20/10) awan panas dan erupsi gunung api Sinabung masih terus berlangsung dan menunjukkan aktivitasnya. Beberapa kali luncuran awan panas dengan jarak luncur 1 km–3 km yang mengarah ke Selatan dan Tenggara. Untuk arah angin yang sebelumnya bergerak menuju Barat–Barat Daya, kini mulai berubah ke Timur–Timur Laut.

Data yang diperoleh dari Media Center Penanganan Erupsi Sinabung pengungsi korban erupsi Sinabung hingga kini berjumlah 3.284 Jiwa ( 1.018 KK) asal Desa Sigarang–Garang, Suka Nalu, Kuta Tengah, dan Dusun Lau Kawar yang bertempat di 14 posko pengungsian terpisah di antaranya, GBKP Kota Berastagi, Klasis GBKP Berastagi, KWK Berastagi, Ora Et Labora Berastagi.

GBKP Asrama Kodim Kabanjahe, GBKP Jalan Kota Cane Kebanjahe, GBKP Simpang IV Kabanjahe. Paroki Gereja Katolik Kabanjahe, eks Universitas Karo (UKA) Kabanjahe, Gedung Serba Guna KNPI Kabanjahe, Losd Desa Katepul, GPDI Ndokum Siroga Simpang Empat, dan Gereja Advent Sumbul. (B1/d)
________________________________

Posko Tanggap Darurat Sinabung; Update 13/10/14: BPBD Karo: Perlu Tambahan Mobil Damkar Bersihkan Debu Sinabung

BPBD Karo: Perlu Tambahan Mobil Damkar Bersihkan Debu Sinabung
Senin, 13 Oktober 2014 , 08:30:00 WIB

Jurnas.com |

BADAN Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karo memandang perlu menambah mobil pemadam kebakaran untuk membersihkan debu vulkanis erupsi Gunung Sinabung yang menyelimuti sejumlah kantor pemerintahan, rumah masyarakat, dan jalan raya di daerah tersebut.

Sekretaris BPBD Kabupaten Karo Jhonson Tarigan ketika dihubungi Antara dari Medan, Sumatera Utara, Minggu (12/10), mengatakan bahwa debu vulkanis tersebut relatif cukup tebal dan sulit untuk dibersihkan. Mobil pemadam kebakaran yang dikerahkan untuk membersihkan debu vulkanis di Kabupatean Karo, kata dia, sebanyak lima unit yang didatangkan dari beberapa pemerintah kabupaten/kota di Sumut. Pemerintah Kota Medan, lanjut dia, telah mengerahkan dua unit, Pemkab Pakpak Bharat satu unit, dan Pemkab Karo dua unit mobil pemadam kebakaran. Mobil pemadam kebakaran yang diperlukan, menurut Jhonson, harus lebih dari lima unit, mengingat daerah yang terkena semburan debu vulkanis relatif cukup luas. "Sebanyak lima unit mobil pemadam kebakaran itu masih kurang dan perlu ditambah beberapa unit lagi sehingga pembersihan debu vulkanis tersebut dengan mudah dapat diselesaikan," ucapnya.

Jhonson menyebutkan beberapa desa dan kecamatan yang paling parah terkena debu vulkanis, yakni Desa Lau Kawar, Desa Tiga Pancur, Kecamatan Berastagi, dan Kota Kabanjahe. Bahkan, lanjut dia, masyarakat dan prajurit TNI dari Kodim 0205/Tanah Karo juga ikut bergotong royong membersihkan rumah-rumah warga, jalan protokol, dan tempat lainnya yang ditutupi debu vulkanis. "Kesadaran warga untuk membersihkan rumah yang terkena debu vulkanis cukup tinggi dan perlu ditingkatkan," kata mantan Kabag Humas Pemkab Karo itu.

Sebelumnya, erupsi Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Jumat (10/10) sekitar pukul 08.59 WIB, terjadi selama 250 detik, kemudian terdapat awan panas guguran dari puncak dengan jarak luncur sejauh 2.000 meter ke arah selatan. Adapun ketinggian kolom abu awan panas mencapai 2.000 meter, sementara arah angin perlahan ke arah barat laut.

Sumber: Antara

Reporter :
Redaktur : Jan Prince Permata

___________________________________

Posko Tanggap Darurat Sinabung; Update 10/10/14: Status tanggap darurat 10-18 Oktober 2014

Pemkab Karo Berlakukan Tanggap Darurat Sinabung
Oktober 10, 2014 - Daerah

Medan ( Berita ) : Pemerintah Kabupaten Karo, Sumatera Utara, memberlakukan status tanggap darurat di daerah itu mulai 10-18 Oktober menyusul aktivitas Gunung Sinabung yang cenderung meningkat.
Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana atau BNPB, Sutopo Purwo Nugroho dalam pesan singkat yang diterima di Medan, Jumat [10/10] , menyebutkan, pada 10 Oktober terjadi 10 kali gempa hybrid, gempa vulkanik, tremor yang terus menerus dan 38 kali guguran awan panas.
"Aktivitas Gunung Sinabung masih tinggi. Pengamatan PVMBG Badan Geologi menunjukkan bahwa potensi erupsi masih berpeluang terjadi sehingga perlu diwaspadai," katanya. Gempa hybrid, tremor menerus, 38 kali guguran dan gempa vulkanik itu terjadi Jumat pukul 00.06 WIB.
Pada pukul 08,59 WUB terjadi awan panas guguran dari puncak dengan jarak luncur sejauh 2.000 meter ke arah selatan dengan tinggi kolom abu awan panas 2.000 meter. Adapun lama erups mencapai 250 detik. "Kalau dhitung sejak Kamis (9/10) hingga Jumat telah terjadi 18 kali erupsi disertai luncuran awan panas," katanya.
Meski sudah diberlakukan tanggap darurat status Sinabung masih Siaga (level III). "Syukur tidak ada korban jiwa, karena memang 3.287 jiwa atau 1.019 kepala keluarga korban Sinabung masih di tempat pengungsian," katanya.
Untuk menjaga kesehatan warga, sebanyak 100.000 masker telah dibagikan termasuk melakukan pembersihan abu vulkanik dengan penyiraman dan meliburkan anak sekolah yang kawasannya dipenuhi abu vulkanik.
Dia menegaskan, meski bahan pangan masih aman, Pemkab Karo menyatakan masih memerlukan bantuan masyarakat untuk penanganan pengungsi seperti kebutuhan beras, lauk pauk dan gas. Sekda Pemkab Karo, Saberina Mars tidak bisa dihubungi untuk konfirmasi soal kebutuhan pangan bagi pengungsi.

Minta Pemerintah Bantu Penyiramam Abu
Petani di Kabupaten Karo, Sumatera Utara meminta Pemerintah segera membantu pembersihan areal jalan menuju kawasan pertanian dan membantu penyiraman tanaman petani yang tertutup abu vulkanik menyusul terjadinya luncuran awan panas dan erupsi Gunung Sinabung. "Bantuan itu diperlukan agar petani bisa tetap bekerja bertanam dan mempertahankan produksinya," kata petani jagung di Karo, Sumut, Abraham Tarigan di Medan, Jumat.
Dia berharap, musibah erupsi Gunung Sinabung tahun lalu yang mengakibatkan produksi hasil pertanian/perkebunan anjlok hingga 60-70 persen, jangan terulang lagi. Erupsi Sinabung tahun lalu menyebabkan panen jagung petani per hektarenya hanya tinggal 4 atau 4,5 ton dari hasil yang seharusnya 10 ton pipil jagung. "Penanganan Pemerintah yang dinilai lamban terhadap tanaman pertanian/perkebunan tahun lalu diharapkan tidak terulang lagi.Harusnya Pemerintah sudah belajar banyak dari penanganan bencana tahun lalu," katanya.
Apalagi, kata dia, dewasa ini sebagian besar tanaman di Karo seperti jagung sedang mulai memasuki musim tanam setelah sebelumnya masa panen."Petani membutuhkan bantuan penyiraman untuk menghilangkan abu vulkanik yang menempel di tanaman. Kalau hanya menunggu hujan turun tentunya sulit dipastikan," katanya.
Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, pembersihan abu vulkanik dengan penyiraman sudah dilakukan tiga kali sehari.Tetapi memang masih terfokus untuk kawasan sekitar rumah dan fasilita umum untuk menjaga kesehatan. "Pemerintah sudah memberlakukan status tanggap darurat yang iberlakukan mulai tanggal 10 hingga 18 Oktober dan kemungkinan akan diperpanjang," katanya. (ant )

____________________________

Update 9/10/14: Posko Tanggap Darurat Kab Karo: Pemkab Karo Tingkatkan Koordinasi Antisipasi Sinabung

Pemkab Karo Tingkatkan Koordinasi Antisipasi Sinabung
midian coki | Kamis, 09 Oktober 2014 - 21:43:22 WIB

Kabanjahe- Pelaksanatugas (Plt) Bupati Karo, Terkelin Berahmana SH menggelar Rapat Koordinasi bersama unsur terkait mengenai penangana bencana erupsi Sinabung di pendopo rumah dinas Bupati Karo, Kamis (9/10).

Hadir dalam rapat tersebut, Sekda Karo Saberina MARS, Dansatgas Tanggap Darurat Erupsi Gunung Sinabung, Letkol (Inf) Asep Sukarna, Waka Polres Karo, Kompol S Sinurat, Kepala BPBD Karo, Ir Subur Tambun, Kabid Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Berapi PVMBG I Made Agung Nandaka, para Camat serta kepala SKPD.

Dalam rapat tersebut, Terkelin Berahmana SH,menyatakan bahwa rapat koordinasi dilakukan berkaitan dengan peningkatan aktifitas gunung Sinabung yang terjadi selama seminggu ini.

”Kita sedang mempersiapkan segala sesuatunya berkaitan peningkatan aktivitas ini. Sampai hari ini, status Sinabung masih tetap di level siaga. Untuk mengantisipasi segala kemungkinan yang bisa terjadi, kami sedang meningkatkan efektifitas kinerja BPBD serta koordinasi yang lebih baik lagi. Untuk itulah saya memindahkan kantor BPBD Karo ke Kantor Bupati Karo,” ujar Terkelin.

Terkelin mengatakan, dirinya sudah memerintahkan kepala BPBD Karo untuk menyampaikan keadaan terkini Gunung Sinabung kepada masyarakat Karo melalui media massa, radio dan media komunikasi lainnya.

”Hal ini kita lakukan agar berita mengenai status Sinabung tidak simpang siur sehingga berpotensi menimbulkan keresahan serta kepanikan di tengah-tengah masyarakat Karo,” terangnya.

Di tempat yang sama, Kabid Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Berapi PVMBG, I Made Agung Nandaka menyampaikan bahwa Gunung Sinabung berpotensi mengalami peningkatan aktivitas yang lebih besar lagi.

”Potensi naik menjadi level awas memang ada, untuk itulah kita mengamati aktivitas Sinabung secara intensive,” jelasnya. (Johni)


______________________________________

Keputusan Bupati Karo Ttg Status Tanggap Darurat Bencana Erupsi Gunung Sinabung Tgl 23 Agustus 2014

24 Agustus 2014 - 20 September 2014
_________________________________

Pengungsi Sinabung Butuh 130.000 Lembar Seng
13 Juli 2014 12:59 WIB
KARO - Gunung Sinabung kembali meletus disertai awan panas guguran (lava pijar) dengan jarak luncur 4 km ke arah selatan pada Sabtu (12/7) pukul 23.05 WIB. Lama letusan 267 detik dan hujan abu terjadi di beberapa tempat di Karo. Tidak ada penambahan jumlah pengungsi akibat letusan tersebut. Saat ini jumlah pengungsi 14.130 jiwa (4.392 KK) terdiri dari 10.447 jiwa (3.143 KK) di 23 titik penampungan dan 3.683 jiwa (1.258 KK) di rumah sewa.

Tujuh desa dan satu dusun yang masih harus mengungsi sesuai rekomendasi PVMBG adalah tiga desa dengan radius kurang dari tiga kilometer. Desa yang harus direlokasi, adalah Desa Simacem, Sukameriah, dan Bekerah dengan jumlah penduduk 1.212 jiwa (354 KK). Empat desa dan satu dusun di radius 3-5 km di mulut bukaan kawah yaitu Desa Gurukinayan, Berastepu, Gamber, Kutatonggal, dan Dusun Sibintun sebanyak 2.142 jiwa (654 KK).

Kepala BNPB, Syamsul Maarif, telah memerintahkan penangan pengungsi dapat dituntaskan secara cepat bersama Pemda dan Karo. Sejak 25 Mei 2014 tanggung jawab penanganan Sinabung telah diserahkan kepada Gubernur Sumut, karena masalah ditangani saat ini adalah masalah rutin penanganan pengungsi. Agar pengungsi tidak lama tinggal di pengungsian maka disewakan rumah dengan biaya Rp. 300 ribu/bulan/KK, lahan pertanian dengan biaya Rp. 2 juta/KK/tahun, dan diberi jaminan hidup (jadup), ini semua atas inisiatif pengungsi. Saat ini ada 3.683 jiwa (1.258 KK) yang telah tinggal di rumah sewa.

Pengungsi yang belum mau pulang, mereka baru bersedia pulang apabila atap-atap rumah yang rusak telah diperbaiki. Total dibutuhkan 230 ribu lembar seng untuk perbaikan tersebut. BNPB telah mengirimkan 100 ribu lembar seng senilai Rp. 9 milyar. Kekurangan yaitu 130 ribu lembar seng senilai Rp. 13 milyar yang akan dibiayai APBD Karo dan APBD Provinsi Sumut. Namun hingga saat ini APBD Karo belum disahkan DPRD Karo, sedangkan dari Provinsi Sumut masih menunggu APBDP yang akan diusulkan September 2014 nanti.(stp)
___________________________

Bupati Karo perpanjangan Tanggap darurat Sinabung sd 5 Juli 2014
____________________________________

Hasil Rapat Evaluasi G. Sinabung Tgl 26 Feb 2014


1. Dandim 0205/TK selaku komandan Tanggap Darurat. Jumlah yang hadir : 30 orang.

2. Dandim
- Posko utama bekerja di bantu oleh Koordinator posko pengungsian.

3. Losd Tiga Binanga
- Jumlah pengungsi 933 orang, 269 KK
- Logistik :4 hari
- Kesehatan : Terlayani
- Pendidikan : Aman
- Sarana, Prasarana : Aman

4. Losd Desa Perbesi.
- Jumlah 249 orang, 83 KK.
- Logistik : 2 hari
- Kesehatan : Terlayani
- Pendidikan : Aman
- Sarana, Prasarana : Aman

5. Gereja GBKP RG Tanjung Mbelang.
- Jumlah 206 orang, 82 KK
- Logistik : 3 hari
- Kesehatan : Terlayani
- Pendidikan : Aman
- Sarana, Prasarana : Aman

6. Lap Futsal Sumbul
- Jumlah 303 orang, 100 KK.
- Logistik : 2 hari
- Kesehatan : Terlayani
- Pendidikan : Aman
- Sarana, Prasarana : Aman

7. Losd Surbakti/ Gudang Jeruk.
- Jumlah 535 orang, 204 KK
- Logistik : 2 hari
- Kesehatan : Terlayani
- Pendidikan : Aman
- Sarana, Prasarana : Aman

8. GPDI Simp IV.
- Jumlah 187 orang, 65 KK.
- Logistik : 3 hari
- Kesehatan : Terlayani
- Pendidikan : Aman
- Sarana, Prasarana : Aman

9. Klasis GBKP Kaban Jahe.
- Jumlah 443 orang, 186 KK
- Logistik : 3 hari
- Kesehatan : Terlayani
- Pendidikan : Aman
- Sarana, Prasarana : Aman

10. GBKP Kota Kabanjahe.
- Jumlah 1123 orang, 398 KK
- Logistik : 5 hari
- Kesehatan : Terlayani
- Pendidikan : Aman
- Sarana, Prasarana : Aman

11. Zentrum Kaban Jahe
- Jumlah 414 orang, 146 KK
- Logistik : 3 hari
- Kesehatan : Terlayani
- Pendidikan : Aman
- Sarana, Prasarana : Aman

12. GBKP Asr Kodim.
- Jumlah 207 orang, 68 KK
- Logistik : 3 hari
- Kesehatan : Terlayani
- Pendidikan : Aman
- Sarana, Prasarana : Aman
- Genset 1 unit karena seringnya listrik padam.

13. Kantor Asap.
- Jumlah 198 orang, 80 KK
- Logistik : 2 hari
- Kesehatan : Terlayani
- Pendidikan : Aman
- Sarana, Prasarana : Aman

14. Paroki G. Khatolik Jl. Irian.
- Jumlah 986 orang, 283 KK
- Logistik : 1 Minggu
- Kesehatan : Terlayani
- Pendidikan : Aman
- Sarana, Prasarana : Aman

15. GBKP Jln Kota Cane.
- Jumlah 736 orang, 204 KK
- Logistik : 3 hari
- Kesehatan : Terlayani
- Pendidikan : Aman
- Sarana, Prasarana : Aman

16. GBKP Simp VI
- Jumlah dari 533 orang, 166 KK
- Logistik : 3 hari
- Kesehatan : Terlayani
- Pendidikan : Aman
- Sarana, Prasarana : Aman

17. Paroki G Katolik Jl. Letnan Rata P.
- Jumlah 219 orang, 58 KK
- Logistik : 2 Hari
- Kesehatan : Terlayani
- Pendidikan : Aman
- Sarana, Prasarana : Aman

18. Gedung KNPI.
- Jumlah 669 orang, 214 KK
- Logistik : 3 hari
- Kesehatan : Terlayani
- Pendidikan : Aman
- Sarana, Prasarana : Aman

19. GBKP Simp Katepul
- Jumlah 292 orang, 102 KK
- Logistik : 3 hari
- Kesehatan : Terlayani
- Pendidikan : Aman
- Sarana, Prasarana : Aman

20. Losd Katepul
- Jumlah 238 orang, 67 KK
- Logistik : 3 Hari
- Kesehatan : Terlayani
- Pendidikan : Aman
- Sarana, Prasarana : Aman

21. Mesjid Agung Kaban Jahe
- Jumlah 765 orang, 226 KK
- Logistik : 2 minggu
- Kesehatan : Terlayani
- Pendidikan : Aman
- Sarana, Prasarana : Aman

22. Uka Kaban Jahe 1
- Jumlah 990 orang, 306 KK
- Logistik : 3 hari
- Kesehatan : Terlayani
- Pendidikan : Aman
- Sarana, Prasarana : Aman

23. Uka Kaban Jahe 2
- Jumlah 1227 orang, 344 KK
- Logistik : 1 minggu
- Kesehatan : Terlayani
- Pendidikan : Aman
- Sarana, Prasarana : Aman

24. Islamic Centre
- Jumlah 399 orang, 115 KK
- Logistik : 3 Hari
- Kesehatan : Terlayani
- Pendidikan : Aman
- Sarana, Prasarana : Aman

25. Oraet Labora.
- Jumlah 198 orang, 55 KK
- Logistik : 3 hari
- Kesehatan : Terlayani
- Pendidikan : Aman
- Sarana, Prasarana : Aman

26. KWK Berastagi.
- Jumlah 684 orang, 181 KK
- Logistik : 2 hari
- Kesehatan : Kacau
- Pendidikan : Aman
- Sarana, Prasarana : Aman

27. Klasis GBKP Berastagi.
- Jumlah 806 orang, 239 KK
- Logistik : 3 hari
- Kesehatan : Terlayani
- Pendidikan : Aman
- Sarana, Prasarana : Aman

28. GBKP Kota B. Tagi
- Jumlah 199 orang, 57 KK
- Logistik : 1 hari
- Kesehatan : Terlayani
- Pendidikan : Aman
- Sarana, Prasarana : Aman

29. Mesjid Istihrar.
- Jumlah 570 orang, 175 KK
- Logistik : 3 hari
- Kesehatan : Terlayani
- Pendidikan : Aman
- Sarana, Prasarana : Aman

30. Jambur Taras Berastagi.
- Jumlah 190 orang, 64 KK
- Logistik : 4 hari
- Kesehatan : Terlayani
- Pendidikan : Aman
- Sarana, Prasarana : Aman

31. Losd Ds. Telaga
- Jumlah 725 orang, 225 KK
- Logistik : 2 hari
- Kesehatan : Terlayani
- Pendidikan : Aman
- Sarana, Prasarana : Aman

32. Gereja Adven Sumbul
- Jumlah 60 orang, 18 KK
- Logistik : Aman
- Kesehatan : Terlayani
- Pendidikan : Aman
- Sarana, Prasarana : Aman

33. Mesjid Taqwa Muhammadiyah K.Jahe
- Jumlah 27 orang, 7 KK
- Logistik : 3 hari
- Kesehatan : Terlayani
- Pendidikan : Aman
- Sarana, Prasarana : Aman
- Kapan Pencairan dana PNPM untuk tahap ke dua

34. Rumah K. Jahe/ Mesjid Amal Bhakti
- Jumlah 96 orang, 28 KK
- Logistik : 2 hari
- Kesehatan : Terlayani
- Pendidikan : Aman
- Sarana, Prasarana : Aman

35. Gudang Jagung Konco
- Jumlah 543 orang, 188 KK
- Logistik : 2 hari
- Kesehatan : Terlayani
- Pendidikan : Aman
- Sarana, Prasarana : Aman.

36. Vulkanologi.
- Gempa Tremor terus meningkat ada peringatan dari penile Amerika bahwa peningkatan tremor ini berbeda dari lubang kawah yang di lau kawar mengeluarkan abu. Tindakan dari vulkanologi akan mengukur gas dan kembang kempisnya gunung sinabung dan gempa guguran masih sering terjadi. Awan panas masih terjadi.Gunung saat ini masih tinggi status level IV (Awas).
- Untuk rekomendasi radius 5 KM masih tetap.

37. Jumlah pengungsi tanggal 26 Februari 2014 : 15.950 orang, dan 5.003 Kepala Keluarga.
___________________________________

Hasil Rapat Evaluasi G. Sinabung Tgl 25 Feb 2014

1. Dandim 0205/TK selaku komandan Tanggap Darurat. Jumlah yang hadir : 30 orang.

2. Dandim
- Posko utama bekerja di bantu oleh Koordinator posko pengungsian.

Dinas Pendidikan
- Untuk Bea siswa akan di sampaikan setelah Kepala Dinas Pendidikan Kab. Karo pulang dari Jakarta
-

3. Losd Tiga Binanga
- Jumlah pengungsi 933 orang, 269 KK
- Logistik :4 hari
- Kesehatan : Terlayani
- Pendidikan : Aman
- Sarana, Prasarana : Aman

4. Losd Desa Perbesi.
- Jumlah 249 orang, 83 KK.
- Logistik : 2 hari
- Kesehatan : Terlayani
- Pendidikan : Aman
- Sarana, Prasarana : Aman

5. Gereja GBKP RG Tanjung Mbelang.
- Jumlah 206 orang, 82 KK
- Logistik : 3 hari
- Kesehatan : Terlayani
- Pendidikan : Aman
- Sarana, Prasarana : Aman

6. Lap Futsal Sumbul
- Jumlah 303 orang, 100 KK.
- Logistik : 2 hari
- Kesehatan : Terlayani
- Pendidikan : Aman
- Sarana, Prasarana : Aman

7. Losd Surbakti/ Gudang Jeruk.
- Jumlah 535 orang, 204 KK
- Logistik : 2 hari
- Kesehatan : Terlayani
- Pendidikan : Aman
- Sarana, Prasarana : Aman

8. GPDI Simp IV.
- Jumlah 187 orang, 65 KK.
- Logistik : 3 hari
- Kesehatan : Terlayani
- Pendidikan : Aman
- Sarana, Prasarana : Aman

9. Klasis GBKP Kaban Jahe.
- Jumlah 443 orang, 186 KK
- Logistik : 3 hari
- Kesehatan : Terlayani
- Pendidikan : Aman
- Sarana, Prasarana : Aman

10. GBKP Kota Kabanjahe.
- Jumlah 1123 orang, 398 KK
- Logistik : 5 hari
- Kesehatan : Terlayani
- Pendidikan : Aman
- Sarana, Prasarana : Aman

11. Zentrum Kaban Jahe
- Jumlah 414 orang, 146 KK
- Logistik : 3 hari
- Kesehatan : Terlayani
- Pendidikan : Aman
- Sarana, Prasarana : Aman

12. GBKP Asr Kodim.
- Jumlah 207 orang, 68 KK
- Logistik : 3 hari
- Kesehatan : Terlayani
- Pendidikan : Aman
- Sarana, Prasarana : Aman
- Genset 1 unit karena seringnya listrik padam.

13. Kantor Asap.
- Jumlah 198 orang, 80 KK
- Logistik : 2 hari
- Kesehatan : Terlayani
- Pendidikan : Aman
- Sarana, Prasarana : Aman

14. Paroki G. Khatolik Jl. Irian.
- Jumlah 995 orang, 284 KK
- Logistik : 1 Minggu
- Kesehatan : Terlayani
- Pendidikan : Aman
- Sarana, Prasarana : Aman

15. GBKP Jln Kota Cane.
- Jumlah 736 orang, 204 KK
- Logistik : 3 hari
- Kesehatan : Terlayani
- Pendidikan : Aman
- Sarana, Prasarana : Aman

16. GBKP Simp VI
- Jumlah dari 533 orang, 166 KK
- Logistik : 3 hari
- Kesehatan : Terlayani
- Pendidikan : Aman
- Sarana, Prasarana : Aman
- Kejelasan tentang Bea Siswa
- Untuk transport dan makan siang Bimbel belum terpenuhi
- Data anak sekolah yang menyusul masih berlaku apa tidak untuk pengajuan Bea Siswa

17. Paroki G Katolik Jl. Letnan Rata P.
- Jumlah 219 orang, 58 KK
- Logistik : 2 Hari
- Kesehatan : Terlayani
- Pendidikan : Aman
- Sarana, Prasarana : Aman

18. Gedung KNPI.
- Jumlah 669 orang, 214 KK
- Logistik : 3 hari
- Kesehatan : Terlayani
- Pendidikan : Aman
- Sarana, Prasarana : Aman

19. GBKP Simp Katepul
- Jumlah 292 orang, 102 KK
- Logistik : 3 hari
- Kesehatan : Terlayani
- Pendidikan : Aman
- Sarana, Prasarana : Aman

20. Losd Katepul
- Jumlah 238 orang, 67 KK
- Logistik : 3 Hari
- Kesehatan : Terlayani
- Pendidikan : Aman
- Sarana, Prasarana : Aman

21. Mesjid Agung Kaban Jahe
- Jumlah 765 orang, 226 KK
- Logistik : 2 minggu
- Kesehatan : Terlayani
- Pendidikan : Aman
- Sarana, Prasarana : Aman

22. Uka Kaban Jahe 1
- Jumlah 990 orang, 306 KK
- Logistik : 3 hari
- Kesehatan : Terlayani
- Pendidikan : Aman
- Sarana, Prasarana : Aman

23. Uka Kaban Jahe 2
- Jumlah 1227 orang, 344 KK
- Logistik : 1 minggu
- Kesehatan : Terlayani
- Pendidikan : Aman
- Sarana, Prasarana : Aman

24. Islamic Centre
- Jumlah 399 orang, 115 KK
- Logistik : 3 Hari
- Kesehatan : Terlayani
- Pendidikan : Aman
- Sarana, Prasarana : Aman

25. Oraet Labora.
- Jumlah 198 orang, 55 KK
- Logistik : 3 hari
- Kesehatan : Terlayani
- Pendidikan : Aman
- Sarana, Prasarana : Aman

26. KWK Berastagi.
- Jumlah 684 orang, 181 KK
- Logistik : 2 hari
- Kesehatan : Kacau
- Pendidikan : Aman
- Sarana, Prasarana : Aman

27. Klasis GBKP Berastagi.
- Jumlah 806 orang, 239 KK
- Logistik : 3 hari
- Kesehatan : Terlayani
- Pendidikan : Aman
- Sarana, Prasarana : Aman

28. GBKP Kota B. Tagi
- Jumlah 199 orang, 57 KK
- Logistik : 1 hari
- Kesehatan : Terlayani
- Pendidikan : Aman
- Sarana, Prasarana : Aman

29. Mesjid Istihrar.
- Jumlah 570 orang, 175 KK
- Logistik : 3 hari
- Kesehatan : Terlayani
- Pendidikan : Aman
- Sarana, Prasarana : Aman

30. Jambur Taras Berastagi.
- Jumlah 190 orang, 64 KK
- Logistik : 4 hari
- Kesehatan : Terlayani
- Pendidikan : Aman
- Sarana, Prasarana : Aman

31. Losd Ds. Telaga
- Jumlah 725 orang, 225 KK
- Logistik : 2 hari
- Kesehatan : Terlayani
- Pendidikan : Aman
- Sarana, Prasarana : Aman

32. Gereja Adven Sumbul
- Jumlah 60 orang, 18 KK
- Logistik : Aman
- Kesehatan : Terlayani
- Pendidikan : Aman
- Sarana, Prasarana : Aman

33. Mesjid Taqwa Muhammadiyah K.Jahe
- Jumlah 27 orang, 7 KK
- Logistik : 3 hari
- Kesehatan : Terlayani
- Pendidikan : Aman
- Sarana, Prasarana : Aman
- Kapan Pencairan dana PNPM untuk tahap ke dua

34. Rumah K. Jahe/ Mesjid Amal Bhakti
- Jumlah 96 orang, 28 KK
- Logistik : 2 hari
- Kesehatan : Terlayani
- Pendidikan : Aman
- Sarana, Prasarana : Aman

35. Gudang Jagung Konco
- Jumlah 543 orang, 188 KK
- Logistik : 2 hari
- Kesehatan : Terlayani
- Pendidikan : Aman
- Sarana, Prasarana : Aman.


36. Vulkanologi.
- Gempa Tremor terus meningkat ada peringatan dari penile Amerika bahwa peningkatan tremor ini berbeda dari lubang kawah yang di lau kawar mengeluarkan abu. Tindakan dari vulkanologi akan mengukur gas dan kembang kempisnya gunung sinabung dan gempa guguran masih sering terjadi. Awan panas masih terjadi.Gunung saat ini masih tinggi status level IV (Awas).
- Untuk rekomendasi radius 5 KM masih tetap.

37. Jumlah pengungsi tanggal 25 Februari 2014 : 15.959 orang, dan 5.004 Kepala Keluarga.

Komandan Satgas Tanggap Darurat



Asep Sukarna
Letnan Kolonel Inf NRP 11960047561274
______________________________________

Hasil Rapat Evaluasi G. Sinabung Tgl 21 Feb 2014

1. Dandim 0205/TK selaku komandan Tanggap Darurat. Jumlah yang hadir : 30 orang.

2. Dandim
- Posko utama bekerja di bantu oleh Koordinator posko pengungsian.
- Desa Payung tidak ada air bersih

Danramil Simpang Empat
- Tertangkap beberapa orang yang sudah memasuki zona merah dan nama-nama sudah dicatat
- Saran agar radius 5 Km benar-benar tidak boleh dimasuki lagi
- Saran apabila ada pengungsi yang memasuki radius terlarang akan ditarik haknya sebagai pengungsi.

3. Losd Tiga Binanga
- Jumlah pengungsi 933 orang, 369 KK
- Logistik :4 hari
- Kesehatan : Terlayani
- Pendidikan : Aman
- Sarana, Prasarana : Aman

4 Losd Tanjung Pulo.
- Jumlah Pengungsi 712 orang, 227 KK
- Logistik : 3 hari
- Kesehatan : Terlayani
- Pendidikan : Aman
- Sarana, Prasarana : Aman

5. Losd Tanjung Mbelang.
- Jumlah 363 orang, 123 KK
- Logistik : 3 Hari
- Kesehatan : Terlayani
- Pendidikan : Aman
- Sarana, Prasarana : Aman
- Memerlukan seng 6 kaki 110 buah.
- Seng 7 kaki 3256 buah
- Seng 3 kaki 259 buah
- Rabung 427 buah.

6. Losd Desa Perbesi.
- Jumlah 249 orang, 83 KK.
- Logistik : 2 hari
- Kesehatan : Terlayani
- Pendidikan : Aman
- Sarana, Prasarana : Aman

7. Gereja GBKP RG Tanjung Mbelang.
- Jumlah 209 orang, 83 KK
- Logistik : 3 hari
- Kesehatan : Terlayani
- Pendidikan : Aman
- Sarana, Prasarana : Aman

8. Lap Futsal Sumbul
- Jumlah 303 orang, 100 KK.
- Logistik : 2 hari
- Kesehatan : Terlayani
- Pendidikan : Aman
- Sarana, Prasarana : Aman

9. Losd Surbakti/ Gudang Jeruk.
- Jumlah 530 orang, 204 KK
- Logistik : 2 hari
- Kesehatan : Terlayani
- Pendidikan : Aman
- Sarana, Prasarana : Aman

10. GPDI Simp IV.
- Jumlah 188 orang, 66 KK.
- Logistik : 3 hari
- Kesehatan : Terlayani
- Pendidikan : Aman
- Sarana, Prasarana : Aman

11. Klasis GBKP Kaban Jahe.
- Jumlah 443 orang, 186 KK
- Logistik : 3 hari
- Kesehatan : Terlayani
- Pendidikan : Aman
- Sarana, Prasarana : Aman
- Bantuan BPBD Kalimantan Timur 200 Juta, dibagi ke posko yang ada di Sinabung.

12. GBKP Kota Kabanjahe.
- Jumlah 1107 orang, 399 KK
- Logistik : 5 hari
- Kesehatan : Terlayani
- Pendidikan : Aman
- Sarana, Prasarana : Aman

13. Zentrum Kaban Jahe
- Jumlah 414 orang, 146 KK
- Logistik : 3 hari
- Kesehatan : Terlayani
- Pendidikan : Aman
- Sarana, Prasarana : Aman

14. GBKP Asr Kodim.
- Jumlah 207 orang, 68 KK
- Logistik : 3 hari
- Kesehatan : Terlayani
- Pendidikan : Aman
- Sarana, Prasarana : Aman

15. Kantor Asap.
- Jumlah 194 orang, 79 KK
- Logistik : 2 hari
- Kesehatan : Terlayani
- Pendidikan : Aman
- Sarana, Prasarana : Aman

16. Paroki G. Khatolik Jl. Irian.
- Jumlah 1027 orang, 298 KK
- Logistik : 1 Minggu
- Kesehatan : Terlayani
- Pendidikan : Aman
- Sarana, Prasarana : Aman

17. GBKP Jln Kota Cane.
- Jumlah 736 orang, 204 KK
- Logistik : 3 hari
- Kesehatan : Terlayani
- Pendidikan : Aman
- Sarana, Prasarana : Aman

18. GBKP Simp VI
- Jumlah dari 525 orang, 166 KK
- Logistik : 3 hari
- Kesehatan : Terlayani
- Pendidikan : Aman
- Sarana, Prasarana : Aman

19. Paroki G Katolik Jl. Letnan Rata P.
- Jumlah 219 orang, 58 KK
- Logistik : 2 Hari
- Kesehatan : Terlayani
- Pendidikan : Aman
- Sarana, Prasarana : Aman

20. Gedung KNPI.
- Jumlah 669 orang, 214 KK
- Logistik : 3 hari
- Kesehatan : Terlayani
- Pendidikan : Aman
- Sarana, Prasarana : Aman

21. GBKP Simp Katepul
- Jumlah 296 orang, 104 KK
- Logistik : 3 hari
- Kesehatan : Terlayani
- Pendidikan : Aman
- Sarana, Prasarana : Aman

22. Losd Katepul
- Jumlah 238 orang, 67 KK
- Logistik : 3 Hari
- Kesehatan : Terlayani
- Pendidikan : Aman
- Sarana, Prasarana : Aman

23. Mesjid Agung Kaban Jahe
- Jumlah 765 orang, 226 KK
- Logistik : 2 minggu
- Kesehatan : Terlayani
- Pendidikan : Aman
- Sarana, Prasarana : Aman
- Kebutuhan Sayur mayur

24. Uka Kaban Jahe 1
- Jumlah 990 orang, 306 KK
- Logistik : 3 hari
- Kesehatan : Terlayani
- Pendidikan : Aman
- Sarana, Prasarana : Aman
- Sakit jiwa.

25. Uka Kaban Jahe 2
- Jumlah 1227 orang, 344 KK
- Logistik : 1 minggu
- Kesehatan : Terlayani
- Pendidikan : Aman
- Sarana, Prasarana : Aman

26. Islamic Centre
- Jumlah 391 orang, 116 KK
- Logistik : 3 Hari
- Kesehatan : Terlayani
- Pendidikan : Aman
- Sarana, Prasarana : Aman

27. Oraet Labora.
- Jumlah 240 orang, 64 KK
- Logistik : 3 hari
- Kesehatan : Terlayani
- Pendidikan : Aman
- Sarana, Prasarana : Aman

28. KWK Berastagi.
- Jumlah 684 orang, 181 KK
- Logistik : 2 hari
- Kesehatan : Kacau
- Pendidikan : Aman
- Sarana, Prasarana : Aman

29. Klasis GBKP Berastagi.
- Jumlah 806 orang, 239 KK
- Logistik : 3 hari
- Kesehatan : Terlayani
- Pendidikan : Aman
- Sarana, Prasarana : Aman
- SAkit jiwa (Putra, 24 Thn)

30. GBKP Kota B. Tagi
- Jumlah 199 orang, 57 KK
- Logistik : 1 hari
- Kesehatan : Terlayani
- Pendidikan : Aman
- Sarana, Prasarana : Aman

31. Mesjid Istihrar.
- Jumlah 570 orang, 175 KK
- Logistik : 3 hari
- Kesehatan : Terlayani
- Pendidikan : Aman
- Sarana, Prasarana : Aman

32. Jambur Taras Berastagi.
- Jumlah 1108 orang, 317 KK
- Logistik : 4 hari
- Kesehatan : Terlayani
- Pendidikan : Aman
- Sarana, Prasarana : Aman
- Pemberian surat sakit jiwa.

33. Losd Ds
Credibility: UP DOWN -1

Leave a Comment
Name:
Email:
Comments:
Security Code:
13 + 4 =

Additional Reports

Update 31/8/14: Pengungsian Pos Mesjid Agung Kabanjahe kosong tgl 21/7/2014

18:36 Aug 31, 2014

Masjid Agung, Jalan Veteran, Kabanjahe, Karo 22111, Indonesia, 0.45 Kms

Update 31/8/14: Pengungsian: Pos UKA 1 sudah kosong tgl 19 Juni 2014

18:25 Aug 31, 2014

Country Club Lane, La Grande, OR 97850, USA, 0.58 Kms

Pengungsian GBKP Simp. Katepul Jl. Katepul

22:57 Nov 18, 2013

Jalan Katepul, Kabanjahe, Karo, North Sumatra 22111, Indonesia, 0.62 Kms